User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
Ex. JK
 
Berita Terkini Hari Ini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 12,050.00 12,080.00
SGD 9,434.00 9,434.00
JPY 111.45 11,204.00
MYR 366,289.00 370,187.00
CNY 1,963.70 1,977.40
THB 37,002.00 37,454.00
HKD 1,552.80 1,557.65
EUR 15,237.25 15,300.55
AUD 10,525.75 110,577.35
GBP 19,307.75 19,381.25
Last update: 24 Okt 2014 09:00 WIB
Interaktif Bisnis
Rabu, 30 Okt 2013 08:06 WIB - http://mdn.biz.id/n/59265/ - Dibaca: 1,244 kali
"Provinsi Tapanuli dan Provinsi Nias, Optimisme Berbayang Kekhawatiran"
KAPAL DANAU TOBA Wisatawan lokal menaiki angkutan kapal di Danau Toba Sumut. Jika Kepulauan Nias resmi jadi propinsi, pasti ada perubahan. Kondisi Kepulauan Nias saat ini adalah hasil kebijakan Pemerintah propinsi Sumatera Utara yang tidak memperhatikan, membantu dan memberdayakan pembangunan di Kepulauan Nias yang sudah berlangsung bertahun-tahun. (medanbisnis/dedyrizkiginting)
Bob Hasrat Zega memandang sikap optimisme harus ada. Jika Kepulauan Nias resmi jadi provinsi, pasti ada perubahan. Kondisi Kepulauan Nias saat ini adalah hasil kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang tidak memperhatikan, membantu dan memberdayakan pembangunan di Kepulauan Nias yang sudah berlangsung bertahun-tahun.
Bahkan, ada kecenderungan daerah Nias di "Anak Tirikan" dari daerah lain. Kita lihat saja alokasi dana BDB tahun 2013 yang heboh di media beberapa waktu lalu. Alokasi ke pememerintahan di kepulauan Nias sangat kecil. Bagaimana bisa maju? Marilah kita berpikir positif, mendukung dan merelakan Kepulauan Nias jadi provinsi.

"Kita bersyukur kepada yang Mahakuasa atas pencapaian yang sudah dicapai hingga saat ini. Dan sebagai putra daerah yang lahir dan besar di Pulau Nias, saya mendukung terbentuknya Provinsi Kepulauan Nias," kata Bob Hasrat Zega.

Andwar Siregar menyebutkan minimnya PAD suatu daerah memang membuat sulit untuk mandiri. Namun bukan itu alasan yang terpenting jika suatu daerah ingin dimekarkan. Tentunya untuk mempercepat pembangunan dalam suatu daerah tersebut baik provinsi maupun kabupaten/ kota.

Karena luasnya jangkauan Provsu sehingga masih banyak daerah yang belum terjamah sehinggan mereka mengambil sikap untuk dimekarkan. "Hemat saya, jika pemekaran ini terjadi tentunya percepatan pembangunan akan semakin meningkat terutama di bidang infrastruktur," ujarnya.

Jika infrastruktur suatu daerah sudah memadai otomatis perekonomian masyarakat akan meningkat, nah di sinilah peningkatan PAD suatu daerah. Ditambah semakin banyak investor yang masuk akan menaikkan PAD daerah tersebut. "Tetapi secara pribadi saya menyayangkan sikap DPR-RI yang telah menolak Prov.Sumatra Tenggara untuk ikut dimekarkan," kata Andwar Siregar.

Yudi Irsandi menilai pendapat pengamat Kasyfu Mahali adalah pendapat yang bodoh dan salah kutip. Jangan dilihat dari PAD. Sementara kalau dilihat dari geografis dan sumber SDM dan SDA yang banyak bermain di politik suku apa? Dan SDA-nya, wow banyak sekali. Itulah gunanya dimekarkan supaya tergali dan bisa diberdayakan serta tidak dilupakan dalam pengawasan provinsi.

"Saya sudah pernah ke Batahan dan Batang Tori, sumber daya alamnya sangat mantab. Kalau dikembangkan dari sektor pariwisata, tuh Bali belum ada apa-apanya. Dari SDM tuh IQ warga lebih hebat dibandingkan warga lain. Nah, masalah ekspoitasi menjadi PAD itu sebenarnya sudah direncanakan dari dulu karena dilihat dari sifat geografisnya.

Untuk Sumatera Utara bagian barat, itu Sibolga dan Nias dan Barus saagat terkenal dengan nuansa pariwisata dan ikan terinya. Sementara Sumatera Utara bagian timur juga segi SDA jelas. Setiap daerah selalu menjadi ketergantungan satu dengan yang lainnya. Itulah gunanya Menteri Dalam Negeri.

Dulukan Nias dianggap kurang mampu karena SDM-nya kurang mampu. Sekarang boleh lihat, banyak penduduk Nias itu sudah maju. Sepertinya kata bahasa biologi, kita hidup penuh dengan jaring-jaring sosial. Semua saling membutuhkan dan kata kesehatan. Semakin membesar badan Anda semakin sempit Anda berpikir.

Aulia Arfan menyebutkan pas kali lahh. Pisah pun Protap dari Sumut tak apa-apa. Nias juga kalau mau pisah pun terserahlah. Sejak zaman Kolonial, Belanda sendiri paham bahwa tempat yang paling cocok digarap itu cuma daerah Pantai Timur, daerah Tapanuli bagian Selatan dan Tanah Karo. Kalau pun pisah, justru makin sejahtera penduduk pantai timur. Soalnya PAD dikelola full utk kawasan pantai timur. Aman dah.

"Kalau aku kudukung kali lepas dan berdiri dengan kaki sendiri daerah itu semua. Enggak apa-apalah. Zaman Belanda dulu, Pantai Timur mulai dari Besitang sampai Kota Pinang, Dari Labuhan Ruku sampe Tiga Binanga semuanya terpisahnya dari Tapanuli. Residensinya dan gubernurnya juga beda. Tetap juga nampak, Pantai Timur lebih berkembang. Sebab posisinya strategis.

"Tanah subur, masyarakat beragam. Jadi, SDM dan SDA sudah teruji. Kalau pun lepas Nias sama Tapanuli, tak masalah. Malah bagus. Kadang pembentukan ini lebih kepada ego pemimpin-pemimpinnya. Pemekaran provinsi sampai sekarang enggak ada satu pun yang maju luar biasa. Kalau kabupaten/kota sih banyak. Kalau provinsi belum ada kalau samp;ai sekarang," ujar Aulia Arfan.

(Bob Hasrat Zega, Andwar Siregar, Yudi Irsandi, Aulia Arfan)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
31 Okt 2013 09:14 WIB - julasman mengomentari :
Kita semua setuju bahwa tujuan pemekaran suatu wilayah adalah untuk memperpendek rentang kendali pemerintah dalam pelayanannya kepada masyarakat, juga untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tetapi hal tersebut dapat dicapai apabila faktor-faktor pendukungnya telah memadai, misalnya PAD. Suatu daerah tidak akan cepat berkembang bila hanya mengandalkan dana DAU dan DAK. Beberapa daerah yang dimekarkan dapat berkembang karena memiliki potensi perekonomian yang baik misalnya Kabupaten Serdang Bedagai yang dikelilingi perusahaan perkebunan sawit dan pabrik, sedangkan daerah yang hanya mengharapkan DAU dan DAK seolah-olah jalan ditempat pembangunannya misalnya Kab. Samosir, Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara. Saya sangat setuju dengan pendapat Pak Gamawan Fauzi bahwa perlu persiapan beberapa tahun bagi suatu daerah sebelum di otonomikan sehingga benar-benar siap mandiri. tidak selalu tergantung dari bantuan pemerintah pusat.
Partisipasi Menggunakan Facebook