User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 12,050.00 12,080.00
SGD 9,434.00 9,434.00
JPY 111.45 11,204.00
MYR 366,289.00 370,187.00
CNY 1,963.70 1,977.40
THB 37,002.00 37,454.00
HKD 1,552.80 1,557.65
EUR 15,237.25 15,300.55
AUD 10,525.75 110,577.35
GBP 19,307.75 19,381.25
Last update: 24 Okt 2014 09:00 WIB
Daerah
Kamis, 20 Feb 2014 08:32 WIB - http://mdn.biz.id/n/80191/ - Dibaca: 446 kali
Jarak Pandang Hanya 200 Meter
Kabut Asap Landa Wilayah Tapteng/Sibolga
DISELIMUTI KABUT - Pemandangan jalan raya di Tapteng yang diselimuti kabut asap yang cukup pekat sejak beberapa hari terakhir. Jarak pandang hanya 200 meter hingga 500 meter saja. (medanbisnis/putra hutagalung)
MedanBisnis - Pandan. Sejak beberapa hari terakhir, wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng)/Kota Sibolga diselimuti kabut asap tebal. Penyebab kabut asap tersebut, murni akibat kebakaran hutan lokal yang terjadi di beberapa titik di Tapteng/Sibolga.
"Dari data yang kita temukan, ada ratusan titik api yang melanda Sumut saat ini. Beberapa di antaranya, berada di Tapteng/Sibolga. Inilah yang menjadi penyebab munculnya kabut asap di dua daerah ini sejak beberapa hari terakhir," kata Kepala BMKG Pinangsori, Marolop Rumahorbo saat dikonfirmasi MedanBisnis melalui ponselnya, Selasa (18/2).

Rumahorbo mengakui, kabut asap yang terjadi saat ini telah menimbulkan gangguan terhadap jarak pandang. BMKG mengimbau kepada para pengendara, pesawat terbang saat take off maupun landing dan kapal laut saat berlayar agar lebih hati-hati serta waspada. Pasalnya, akibat ketebalan kabut asap, jarak pandang saat ini hanya mencapai antara 200 hingga 500 meter saja.

"Soal berapa ketebalan kabut asap itu, belum dapat kita pastikan. Namun, akibat semakin tebalnya, jarak pandang kini hanya mencapai 200 meter sampai 500 meter saja. Sebenarnya kita tidak berhak melarang. Tapi, sebaiknya khusus untuk jalur penerbangan, hendaknya lebih diperhatikan. Bila jarak pandang sebegitu, maka akan sangat beresiko jika penerbangan tetap dilakukan di Bandara Pinangsori," katanya.

Ditanya sampai kapan kapan kondisi ini berlangsung, Marolop mengatakan, bila peristiwa kebakaran terus berlanjut, belenggu kabut asap ini akan terus berlangsung hingga April mendatang.

"Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, musim kemarau di Sibolga/Tapteng akan berlangsung hingga April mendatang. Makanya, kami mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan melakukan pembakaran saat ini, apalagi diareal hutan atau semak belukar, karena dikhawatirkan bisa meluas," katanya.

Di tempat terpisah, Kepala Bandara Dr FL Tobing Pinangsori, Ambar Suryoko didampingi Kepala Tata Usaha (KTU), Binnerson Silitonga mengaku, sampai saat ini jalur penerbangan dari Kualanamu maupun Nias ke Pinangsori, sempat beberapa kali tertunda, tapi masih dalam kategori aman.

"Memang beberapa hari lalu jalur penerbangan sempat mengalami delay selama 2 jam. Begitu kabut asap menipis, penerbangan dilanjutkan lagi. Saat itu, jarak pandang masih sekitar 1 kilometer, jd masih memungkinkan untuk dilakukan penerbangan. Tetapi jika kabut asap semakin tebal, dapat mengancam penerbangan untuk mendarat, maka penerbangan dapat ditutup," katanya.

Dia mengakui, sejak sabtu lalu penerbangan dari Kualanamu menuju Pinangsori terpaksa ditunda dan jadwal penerbangan dialihkan menjadi minggu pagi. (putra hutagalung)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook