User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
LPGI 600 11.21%
LINK 300 5.88%
MABA 300 24.69%
Last update: 21 Jul 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
TGKA -610 -22.59%
GGRM -550 -0.72%
UNVR -550 -1.14%
Last update: 21 Jul 2017
Volume Terbesar
IIKP 357,593,600
TRAM 285,684,000
SRIL 260,280,992
Last update: 21 Jul 2017
Transaksi Tertinggi
ASII 389,211,847,500
TLKM 282,774,946,000
BMRI 206,826,497,500
Last update: 21 Jul 2017
Efek Teraktif
BUMI TIGA PILAR SEJAHTERA FOOD TBK. Freq
SRIL SRI REJEKI ISMAN TBK. Freq
MLPL LOGINDO SAMUDRAMAKMUR TBK. Freq
Last update: 21 Jul 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,256.00 13,390.00
SGD 9,697.86 9,799.47
JPY 11,848.41 11,971.39
MYR 3,090.70 3,124.13
CNY 1,966.33 1,986.20
THB 394.99 399.22
HKD 1,697.64 1,715.13
EUR 15,420.70 15,579.27
AUD 10,514.66 10,627.64
GBP 17,186.40 17,368.17
Last update: 21 Jul 2017 11:20 WIB
Ekonomi
Jumat, 17 Okt 2014 06:44 WIB - http://mdn.biz.id/n/123794/ - Dibaca: 24,550 kali
Virus Ebola Ikut Benamkan Wall Street
DiagnosIS Ebola Pesawat Frontier Airlines yang ditumpangi perawat Amber Vinson dalam penerbangan dari Cleveland menuju Dallas,Senin,mengudara dari Bandara Internasional Hopkins,Rabu (15/10), di Cleveland. Vinson adalah perawat kedua yang didiagnosa terjangkit Ebola di Rumah Sakit Texas Health Presbyterian di Dallas.Pesawat yang dipakai Vinson terbang kembali ke Dallas menjalani dekontaminasi dua kali dan digunakan untuk sebuah penerbangan Rabu yang kemudian dibatalkan.Pesawat berangkat Rabu malam menuju Denver tanpa mengangkut seorang pun penumpang, kata Jacqueline Mayo, jubir bandara Cleveland. (ap photo/tony dejak)
MedanBisnis - New York. Virus ebola yang sejak beberapa bulan ini merajalela di Afrika, akhirnya "hinggap" ke bursa saham Amerika. Kabar positifnya perawat di Texas yang terjangkit ebola, menciptakan kepanikan di Wall Street. Akibatnya, bursa ditutup dengan anjlok yang cukup dalam.
Rabu sempat terbetik bahwa seorang perawat kedua di Texas positif terkena virus Ebola setelah di uji medis. Kuat dugaan dia terinveksi virus yang dibawa Thomas Eric Duncan, pasien pertama yang di diagnosa terkena Ebola di Amerika Serikat, yang meninggal sepekan sebelumnya.

Sejak sesi awal perdagangan memang dihujani dengan berbagai sentiment negatif. Kecemasan akan melemahnya permintaan global sudah memukul sejumlah saham perusahaan yang terdaftar di sana. Kondisi itu makin diperburuk lagi oleh memburuknya data retail sales dan indeks manufaktur yang baru saja dirilis.

Pukulan telak juga datang dari kejatuhan yield obligasiAmerika bertenor 10-tahun hingga di bawah 2%. Ini adalah peristiwa yang kali pertama terjadi sejak 2013.

Pelemahan bursa saham ASyang terus berlanjut itu dipicu kekhawatiran permintaan melemahnya global. Ditambah lagi terbetik kabar, bahwa seorang perawat kedua di Texas positif terkena virus Ebola setelah di uji medis. Kuat dugaan dia terinveksi virus yang dibawa Thomas Eric Duncan, pasien pertama yang di diagnosa terkena Ebola di Amerika Serikat, yang meninggal pekan sebelumnya.

Akibatnya, Wall Street sempat mengalami kekacauan. Investor bingung dan panik. Aksi sell off yang terjadi sesi pembukaan merupakan hal terburuk yang pernah terjadi di bursa Amerika itu. Kepanikan dipicu terjadinya kekacauan di bursa saham Eropa yang melemah minus 2,5% dalam sehari.

33 Juta Kontrak Options

Aktivitas perdagangan options di New York Stock Exchange (NYSE) kemarin tercatat sebanyak 33 juta kontrak. Berdasarkan laporan Trade Alert, ini adalah rekor hari tersibuk sejak 8 Agustus 2011.

Besarnya jumlah kontrak options itu sedikit menyelamatkan Wall Street dari kejatuhan terdalamnya, kemarin (16/10 WIB). Sepanjang sesi perdagangan, bursa dihujani berbagai sentiment negatif, baik secara teknikal maupun fundamental.
Pelemahan bursa saham ASyang terus berlanjut itu dipicu kekhawatiran permintaan melemahnya global. Ditambah lagi terbetik kabar, bahwa seorang perawat kedua di Texas positif terkena virus Ebola setelah di uji medis. Kuat dugaan dia terinveksi virus yang dibawa Thomas Eric Duncan, pasien pertama yang di diagnosa terkena Ebola di Amerika Serikat, yang meninggal pekan sebelumnya.

Terhempas Keras
Perekonomian Amerika tengah benar-benar jeblok. Aktivitas manufaktur di wilayah New York atau atau indeks Empire State terhempas kerassepanjang Oktober.

Sebelumnya dilaporkan data retail sales yang jeblok dan Wall Street yang dilanda kepanikan. Memburuknya data-data tersebut, khususnya Aktivitas manufaktur di wilayah New York yang merosot tajam, telah memicu timbulnya kekhawatiran atas ekonomi AS. Pasar cemas karena pada saat yang sama ekonomi global tengah dilanda perlambatan pertumbuhan.

The FedNew York melaporkan indeks aktivitas manufaktur atau indeks Empire State merosot menjadi 6,2. Padahal, pada September angkanya masih bertengger di 27,5. Posisi ini sekaligus menjadi level tertinggi dalam lebih dari empat tahun terakhir.

Pasar tidak menduga indeks Emire State bakal anjlok sedalam itu. Sebelumya investor hanya menduga indeks bakal turun menjadi 20,3. Angka indeks di bulan Oktober tersebut juga menjadi yang terendah sejak April. Angka di atas 0 menunjukkan ekspansi, sementara di bawah 0 menunjukkan kontraksi.

Pasar memperhatikan indeks Empire State karena ia jadi perkiraan awal akan aktivitas manufaktur AS. Data ini biasanya dirilis Institute for Supply Management dua pekan kemudian. Sebelumnya indeks aktivitas manufaktur ISM dilaporkan turun menjadi 56,6 pada September. Sebulan sebelumnya, indeks ini berada di posisi 59. (cnbc)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Automatic Gate Kualitas Eropa Automatic Gate Merek NICE
Pemasangan Sectional Door, hubungi kami sekarang juga. Sectional door kami merupakan produk buatan eropa.
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!