User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
UNTR 1,450 5.9%
UNIC 1,235 24.75%
PLIN 410 10.02%
Last update: 29 Mei 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
NIKL -925 -15.1%
GGRM -875 -1.18%
UNVR -375 -0.79%
Last update: 29 Mei 2017
Volume Terbesar
MYRX 930,247,680
RIMO 798,920,832
BUMI 416,646,208
Last update: 29 Mei 2017
Transaksi Tertinggi
BBCA 366,951,882,500
TLKM 305,574,139,000
BJBR 186,320,654,000
Last update: 29 Mei 2017
Efek Teraktif
BAPA 18,105 Freq
INPC 13,181 Freq
PKPK 9,242 Freq
Last update: 29 Mei 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,269.00 13,403.00
SGD 9,559.11 9,659.12
JPY 11,965.91 12,087.84
MYR 3,095.89 3,130.81
CNY 1,931.50 1,951.00
THB 388.44 392.70
HKD 1,702.70 1,719.92
EUR 14,763.09 14,917.54
AUD 9,848.25 9,954.41
GBP 17,005.55 17,183.99
Last update: 30 Mei 2017 11:25 WIB
Internasional
Rabu, 02 Mar 2016 07:52 WIB - http://mdn.biz.id/n/219687/ - Dibaca: 140 kali
Jutaan Karyawan Perusahaan Negara Tiongkok Terancam Pecat
MedanBisnis - Beijing. Tiongkok sedang merencanakan pemecatan lima hingga enam juta karyawan perusahaan negara dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan sebagai bagian dari upaya pemangkasan kelebihan kapasitas industri.
Bocoran ini disampaikan langsung oleh dua pejabat yang dekat dengan pemerintahan kepada Reuters dalam kondisi anonim karena tak berkapasitas untuk memberikan keterangan kepada pers. Menurut seorang pejabat, rencana pemerintah untuk memecat lima juta karyawan dari industri yang mengalami kelebihan pegawai ini merupakan program penghematan paling berani selama hampir dua dekade.

Restrukturisasi perusahaan milik negara besar-besaran sebelumnya terjadi pada 1998 hingga 2003 dengan pemecatan hingga 28 juta pegawai, membebani negara sekitar US$ 11,2 juta (Rp149,5 miliar) untuk biaya pemindahan.

Sementara itu, pejabat lainnya mengatakan bahwa pemerintah akan memecat enam juta karyawan perusahaan negara. Hingga kini, Kementerian Industri China belum memberikan konfirmasi terkait kabar ini.

Beijing memang sedang berusaha meremajakan perekonomiannya yang sedang lesu dengan merampingkan sektor industri menggelembung, dimulai dari industri batu bara dan baja.

Pada Senin (29/2), Menteri Sumber Daya Manusia dan Keamanan Sosial China, Yin Weimin, mengatakan bahwa Beijing akan memecat 1,8 juta pekerja dari industri baja dan batu bara. Namun, ia tak memberikan jangka waktu yang jelas.

Selain itu, pemecatan juga akan dilakukan di sektor lainnya yang mengalami kelebihan kapasitas, seperti industri semen, pembuatan kaca, pembangunan kapal. Kendati demikian, sektor yang kelebihan kapasitas lain, seperti industri tenaga surya diperkirakan tidak akan mengalami pemangkasan karyawan karena masih ada potensi perkembangan.

Sementara itu, pemerintah sendiri sudah menyusun rencana untuk memangkas kapasitas 150 juta ton baja mentah dan 500 juta ton produksi batu bara dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

Wakil Menteri Perindustrian China, Feng Fei, pada pekan lalu mengatakan bahwa pemerintah sudah menyediakan dana US$ 15,29 miliar (Rp204 triliun) untuk memangkas sektor industri batu bara dan baja.

Dana tersebut akan digunakan untuk membayar pinjaman bank untuk menghindari penumpukan pinjaman bank negara.

Namun, rencana pemecatan ini diperkirakan masih akan mendapatkan penolakan dari daerah-daerah seperti Heilongjiang dan Hebei yang mengelilingi Beijing.
"Ada pergumulan mengikat antara pemerintah pusat dan daerah," kata salah satu sumber. (cnnindonesia)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!