User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
UNTR 1,450 5.9%
UNIC 1,235 24.75%
PLIN 410 10.02%
Last update: 29 Mei 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
NIKL -925 -15.1%
GGRM -875 -1.18%
UNVR -375 -0.79%
Last update: 29 Mei 2017
Volume Terbesar
MYRX 930,247,680
RIMO 798,920,832
BUMI 416,646,208
Last update: 29 Mei 2017
Transaksi Tertinggi
BBCA 366,951,882,500
TLKM 305,574,139,000
BJBR 186,320,654,000
Last update: 29 Mei 2017
Efek Teraktif
BAPA 18,105 Freq
INPC 13,181 Freq
PKPK 9,242 Freq
Last update: 29 Mei 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,269.00 13,403.00
SGD 9,559.11 9,659.12
JPY 11,965.91 12,087.84
MYR 3,095.89 3,130.81
CNY 1,931.50 1,951.00
THB 388.44 392.70
HKD 1,702.70 1,719.92
EUR 14,763.09 14,917.54
AUD 9,848.25 9,954.41
GBP 17,005.55 17,183.99
Last update: 30 Mei 2017 11:25 WIB
Internasional
Rabu, 13 Jul 2016 08:01 WIB - http://mdn.biz.id/n/245004/ - Dibaca: 118 kali
Klaim Tiongkok Tak Punya Landasan Hukum
MedanBisnis - Den Haag. Mahkamah Arbitrase di Den Haag, Belanda, memutuskan bahwa klaim historis Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan tak memiliki landasan hukum. Dalam keputusan yang dikeluarkan Selasa, mahkamah juga menyatakan bahwa reklamasi pulau yang dilakukan Tiongkok di perairan ini tidak memberi hak apa pun kepada pemerintah Tiongkok.
Mahkamah mengatakan Tiongkok telah melakukan pelanggaran atas hak-hak kedaulatan Filipina dan menegaskan bahwa Tiongkok 'telah menyebabkan kerusakan lingkungan' di Laut Tiongkok Selatan dengan membangun pulau-pulau buatan.

Hakim di pengadilan ini mendasarkan putusan mereka pada Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS), yang ditandatangani baik oleh pemerintah Tiongkok maupun Filipina. Keputusan ini bersifat mengikat, namun Mahkamah Arbitrase tak punya kekuatan untuk menerapkannya.

Amerika Serikat mengirim kapal induk dan jet-jet tempur sebelum pengadilan di Den Haag mengeluarkan keputusan, yang memicu 'kemarahan' surat kabar milik pemerintah Tiongkok yang menyebutnya sebagai 'konfrontasi militer'.

Kasus diajukan Filipina
Pemerintah di Manila menyambut baik keputusan Mahkamah Arbitrase dan menyerukan 'semua pihak untuk menahan diri'. Sementara itu, Tiongkok menyebut dasar keputusan Mahkamah Arbitrase ini 'sangat lemah'. Pernyataan yang diterbitkan kantor berita resmi Xinhua menyebutkan 'keputusan Mahkamah Arbitase 'tak berlaku'.

Sebelum keputusan dikeluarkan, pemerintah Tiongkok juga menegaskan bahwa mereka akan mempertahankan kepentingan militer mereka di Laut Tiongkok Selatan dan menambahkan bahwa militer Tiongkok telah disiagakan untuk 'menghadapi ancaman dan tantangan'.

Ini adalah untuk pertama kalinya mahkamah internasional mengeluarkan keputusan tentang klaim-klaim kedaulatan di Laut Tiongkok Selatan.
Kasus ini diajukan ke Mahkamah Arbitrase oleh pemerintah Filipina namun Tiongkok menolak mengikuti proses persidangan. Dalam beberapa tahun terakhir Tiongkok membangun pulau-pulau buatan di Laut Tiongkok Selatan. (bbc)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!