User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Efek Pencetak Laba (RPH)
GGRM 1,450 2.25%
UNTR 1,300 4.89%
BBCA 600 3.45%
Last update: 26 Apr 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
IBST -510 -18.41%
RDTX -400 -5.56%
PLIN -200 -5.06%
Last update: 26 Apr 2017
Volume Terbesar
BUMI 1,503,310,976
MYRX 1,334,510,336
DEWA 309,301,792
Last update: 26 Apr 2017
Transaksi Tertinggi
BMRI 949,101,395,000
BUMI 650,695,946,200
TLKM 455,915,436,000
Last update: 26 Apr 2017
Efek Teraktif
BUMI 20,342 Freq
JPRS 7,895 Freq
KICI 6,856 Freq
Last update: 26 Apr 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,233.00 13,365.00
SGD 9,479.91 9,580.65
JPY 11,895.90 12,015.64
MYR 3,045.57 3,079.49
CNY 1,920.72 1,939.88
THB 383.68 387.73
HKD 1,700.48 1,717.78
EUR 14,443.82 14,589.23
AUD 9,891.67 9,991.67
GBP 17,009.70 17,187.39
Last update: 27 Apr 2017 11:15 WIB
Teknologi Informasi
Jumat, 06 Jan 2017 07:10 WIB - http://mdn.biz.id/n/276847/ - Dibaca: 139 kali
WhatsApp Bisa Dipakai Curi Data Pribadi
WhatsApp
MedanBisnis - Jakarta. Banyak jalan yang ditempuh dedemit maya untuk mencuri data pribadi untuk mengeruk keuntungan, yang terbaru adalah menggunakan WhatsApp.
Dilansir IBTimes, baru-baru ini, sejumlah hacker sudah menemukan cara untuk menipu korbannya menggunakan WhatsApp. Caranya adalah dengan mengirimkan malware yang menyerupai dokumen dari pemerintahan sebuah negara melalui jejaring pesan instan milik Facebook itu.

Saat ini sudah ada dua malware yang teridentifikasi, dan keduanya berasal dari India. Namun bisa saja metode ini digunakan oleh dedemit maya di negara lain karena hal itulah yang biasanya terjadi.

Dua malware tersebut menyamar sebagai dokumen yang berasal dari dua organisasi pemerintah India, yaitu National Defense Academy (NDA) dan National Investigation Agency (NIA), dalam bentuk dokumen Microsoft Excel (.xls).

Cara kerja malware ini adalah setelah si korban membuka dokumen tersebut, malware akan mengakses informasi pribadi sensitif seperti user ID dan password milik si korban, juga sejumlah informasi perbankan.

Laporan tersebut tak menyebutkan sistem operasi apa yang bisa terinfeksi oleh dua malware tersebut, namun mengingat Android adalah sistem operasi yang paling populer di India, maka bisa diasumsikan bahwa Android adalah target dari malware tersebut. (dti)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!