User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
GGRM 975 1.56%
UNVR 700 1.73%
UNIC 460 20.63%
Last update: 23 Jan 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
INAF -850 -25%
SUPR -500 -7.14%
BBCA -200 -1.31%
Last update: 23 Jan 2017
Volume Terbesar
ENRG 3,872,536,576
BRMS 1,937,717,248
MYRX 1,772,009,472
Last update: 23 Jan 2017
Transaksi Tertinggi
BUMI 415,044,038,800
TLKM 297,894,514,000
MYRX 275,715,942,800
Last update: 23 Jan 2017
Efek Teraktif
ENRG 15,535 Freq
BRMS 14,359 Freq
BUMI 12,053 Freq
Last update: 23 Jan 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,305.00 13,439.00
SGD 9,378.97 9,477.43
JPY 11,713.18 11,832.19
MYR 2,992.58 3,025.44
CNY 1,940.30 1,959.84
THB 376.59 380.92
HKD 1,715.00 1,732.34
EUR 14,294.89 14,440.21
AUD 10,073.22 10,177.35
GBP 16,528.80 16,697.96
Last update: 23 Jan 2017 11:05 WIB
Teknologi Informasi
Jumat, 06 Jan 2017 07:10 WIB - http://mdn.biz.id/n/276847/ - Dibaca: 83 kali
WhatsApp Bisa Dipakai Curi Data Pribadi
WhatsApp
MedanBisnis - Jakarta. Banyak jalan yang ditempuh dedemit maya untuk mencuri data pribadi untuk mengeruk keuntungan, yang terbaru adalah menggunakan WhatsApp.
Dilansir IBTimes, baru-baru ini, sejumlah hacker sudah menemukan cara untuk menipu korbannya menggunakan WhatsApp. Caranya adalah dengan mengirimkan malware yang menyerupai dokumen dari pemerintahan sebuah negara melalui jejaring pesan instan milik Facebook itu.

Saat ini sudah ada dua malware yang teridentifikasi, dan keduanya berasal dari India. Namun bisa saja metode ini digunakan oleh dedemit maya di negara lain karena hal itulah yang biasanya terjadi.

Dua malware tersebut menyamar sebagai dokumen yang berasal dari dua organisasi pemerintah India, yaitu National Defense Academy (NDA) dan National Investigation Agency (NIA), dalam bentuk dokumen Microsoft Excel (.xls).

Cara kerja malware ini adalah setelah si korban membuka dokumen tersebut, malware akan mengakses informasi pribadi sensitif seperti user ID dan password milik si korban, juga sejumlah informasi perbankan.

Laporan tersebut tak menyebutkan sistem operasi apa yang bisa terinfeksi oleh dua malware tersebut, namun mengingat Android adalah sistem operasi yang paling populer di India, maka bisa diasumsikan bahwa Android adalah target dari malware tersebut. (dti)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!