User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
TCID 1,200 7.84%
FORZ-W 327 32700%
INKP 240 13.04%
Last update: 28 Apr 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
UNVR -1,250 -2.73%
JECC -700 -11.48%
ITMG -500 -2.55%
Last update: 28 Apr 2017
Volume Terbesar
MYRX 1,336,184,960
BUMI 482,200,512
BIPI 435,902,912
Last update: 28 Apr 2017
Transaksi Tertinggi
TLKM 547,736,630,000
ASII 261,678,960,000
INDY 248,406,638,000
Last update: 28 Apr 2017
Efek Teraktif
INDY 13,026 Freq
BUMI 8,233 Freq
DOID 6,268 Freq
Last update: 28 Apr 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,260.00 13,394.00
SGD 9,496.53 9,594.56
JPY 11,929.82 12,051.47
MYR 3,048.28 3,081.21
CNY 1,923.66 1,943.10
THB 382.90 386.89
HKD 1,704.37 1,721.82
EUR 14,410.97 14,561.96
AUD 9,902.57 10,009.34
GBP 17,114.68 17,292.99
Last update: 28 Apr 2017 11:10 WIB
Tapanuli Bisnis
Sabtu, 07 Jan 2017 07:30 WIB - http://mdn.biz.id/n/277025/ - Dibaca: 143 kali
Gelombang Tinggi, Nelayan Tapteng Urung Melaut
Tak Bisa Melaut Beberapa nelayan di Muara Lubuk Tukko terlihat memperbaiki jaringnya yang tidak digunakan akibat cuaca ekstrem yang melanda perairan Tapteng sejak awal tahun 2017. (medanbisnis/putra hutagalung)
MedanBisnis - Pandan. Cuaca buruk yang menjadi momok bagi nelayan di hampir sepanjang tahun 2016 lalu, ternyata masih menjadi kendala aktivitas penangkapan ikan oleh para nelayan di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) di awal tahun 2017 ini.
Sejak memasuki awal tahun, para nelayan di daerah ini terpaksa gagal melaut akibat cuaca buruk berupa hujan deras disertai angin kencang dan gelombang tinggi yang mencapai tiga meter melanda perairan Tapteng, selama lima hari belakangan ini.

Asyrin Pasaribu, nelayan Kecamatan Pandan, bersama tiga orang rekannya, Lamhot Daud, Anto Sibagariang dan Rusdi Panggabean mengatakan, akibat cuaca buruk di laut dengan ketinggian ombak mencapai tiga meter, dirinya dan sejumlah nelayan lainnya terpaksa mengurungkan niat untuk melaut, guna menghindari hal yang tidak diinginkan.

"Karena cuaca akhir-akhir ini buruk, terpaksa kami tidak melaut. Karena kalau dipaksakan, selain hasil tangkapan dipastikan minim, resikonya juga sangat besar," keluhnya saat ditemui MedanBisnis di Muara Lubuk Tukko, Jumat (6/1).

Untuk mengisi kekosongan waktu sepanjang tidak melaut, lanjutnya, para nelayan di daerah itu terpaksa lebih memilih aktivitas di rumah, misalnya memperbaiki jaring, perahu maupun kesibukan lain seperti memperbaiki kerusakan rumah atau hanya sekedar nongkrong di warung.

"Aktivitas kami kalau tidak pergi melaut, paling hanya memperbaiki jaring atau perahu maupun kapal kami. Atau kalau tidak, kami memilih untuk di rumah," jelasnya.

Sarman, salah seorang nelayan lainnya yang juga ditemui dilokasi mengaku hanya bisa berharap agar cuaca ekstrem yang melanda perairan Tapteng ini bisa segera berakhir. Supaya para nelayan dapat kembali melaut seperti biasanya, demi menafkahi seluruh keluarga.

"Mudah-mudahan lah cuaca ini cepat berlalu, agar kami bisa melaut kembali seperti biasanya. Kalau cuaca terus buruk hingga berminggu-minggu seperti yang terjadi tahun lalu, apa yang mau dimakan anak istri di rumah," harapnya.

Dirinya juga mengakui, cuaca buruk ini juga telah merusak rencana perekonomian yang mereka impikan. Bagaimana tidak, pada saat harga ikan yang biasanya dipastikan melambung di akhir dan awal tahun, karena masih jarangnya nelayan melaut sebab sedang mudik merayakan Natal dan Tahun Baru, justru mereka tidak bisa melaut.

"Biasanya pada musim liburan akhir dan awal tahun seperti sekarang, harga ikan sangat tinggi. Awalnya kami berharap dapat memperoleh penghasilan lebih diawal tahun ini, eh ternyata cuaca buruk masih menjadi penghalang utama. Jangankan untuk memperoleh penghasilan berlebih, melaut saja pun tak bisa," katanya menggerutu.

Amatan awak koran ini, kondisi cuaca di Tapteng memang cukup ekstrem. Hampir sepanjang hari hujan terus mengguyur disertai angin kencang. Ombak di perairan Pantai Pandan sekitarnya juga terlihat cukup besar dan ganas. Di sepanjang pinggiran pantai, terutama di sekitar muara, terlihat juga puluhan kapal atau perahu yang bersandar tanpa beraktivitas. (putra hutagalung)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!