User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Efek Pencetak Laba (RPH)
ITMG 675 3.52%
UNVR 650 1.53%
PLIN 610 17.48%
Last update: 24 Mar 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
JECC -975 -13.98%
GGRM -525 -0.8%
LPPF -350 -2.46%
Last update: 24 Mar 2017
Volume Terbesar
MYRX 1,728,513,408
SRIL 983,205,888
MAMI 803,876,800
Last update: 24 Mar 2017
Transaksi Tertinggi
SRIL 322,001,207,296
BMRI 301,579,650,000
TLKM 293,422,333,952
Last update: 24 Mar 2017
Efek Teraktif
SRIL 21,783 Freq
MAMI 20,137 Freq
STAR 9,553 Freq
Last update: 24 Mar 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,247.00 13,381.00
SGD 9,490.61 9,588.68
JPY 12,000.18 12,124.86
MYR 3,001.81 3,036.31
CNY 1,928.21 1,947.72
THB 384.08 388.19
HKD 1,705.53 1,722.80
EUR 14,365.05 14,515.71
AUD 10,096.86 10,201.67
GBP 16,583.92 16,753.01
Last update: 27 Mar 2017 11:06 WIB
Interaktif Bisnis
Sabtu, 07 Jan 2017 07:38 WIB - http://mdn.biz.id/n/277040/ - Dibaca: 156 kali
Tarif STNK-BPKB Naik hingga 300%?
Mulai 6 Januari 2017, pemerintah melalui Kepolisian Republik Indonesia akan menerapkan tarif baru penerbitan dan pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).
Tarif yang berlaku secara nasional itu berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tertanggal terbit 6 Desember 2016 dan berlaku 30 hari setelah diterbitkan, sekaligus menggantikan peraturan lama PP Nomor 50 Tahun 2010.

Kenaikan tarif itu ada di kisaran tiga kali lipat atau hingga 300 % dari tarif lama. Misalnya, biaya penerbitan STNK roda dua dan roda tiga naik menjadi Rp100.000 yang sebelumnya Rp50.000. Roda empat atau lebih dari sebelumnya Rp75.000 menjadi Rp200.000.

Untuk pengesahan STNK, yang sebelumnya gratis, akan berbayar Rp25.000 untuk roda dua dan empat, dan Rp50 ribu bagi roda empat atau lebih. Pengurusan dan penerbitan BPKB mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Roda dua dan roda tiga yang sebelumnya ditarif sebesar Rp80.000, kini diwajibkan membayar Rp225.000 dan roda empat atau lebih sebesar Rp375.000 dari sebelumnya Rp100.000.

Selain itu, biaya baru Penerbitan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) untuk roda dua dan roda tiga dari Rp30.000 menjadi Rp60.000, dan Roda empat atau lebih dari Rp50.000 menjadi Rp100.000.

Bagi mereka yang mampu kenaikan tarif ini tentu tidak menjadi masalah, tapi bagi pemilik kendaraan roda dua yang kebanyakan masyarakat ekonomi menengah ke bawah tentu akan menambah beban ekonomi. Terimakasih.

Facebooker

Luar biasa Hebat. Katanya Pro Rakyat tapi kenyataannya nol besar. Subsidi satu persatu dicabut, kini STNK dan BPKB pun ikut naik. Besok lusa entah apa yang dinaikkan. SalamGIGITjari
Imran Purba SPdi

Pengampunan pajak utk org kaya, klu utk yg miskin barang rongsokan pun pajsknya dinaikkan. Org pinggiran yg terpinggirkan beginilah nasip anak negri
Fikri Ginting

Betul2 rezim yg menyengsarakan rakyat sekarang ini.
Anwar Shaleh

Negara terancam bangkrut tak mampuh bayar utang cari solusiny dgn menaikkan biaya smp 300 %
Irwansyah Dmounthe

Wah wah.... perbanyak hutang piutang? Imbasnya masy. Juga
Samosir Sintong

Suka2 nya lah, namanya penguasa, Siapa suruh memilihnya......Tahankan sajalah sampe 2 th lg
Sutriono Syarif Hidayah

Biaya siluman ikut naik juga ya. Semoga setelah dinaikkan tidak ada lg pungutan yang lain lagi. Dan gak perlu pakai stiker lg ya.
Robin Ambar

Apa harus masyarakat bilang "terserah pemerintah ajalah, kalau aku punya uang lebih ku bayar kalau tak ada mau gimana lagi? Aku juga mau nyumbang ntuk pendapatan negara sementara pendapatanku malah berkurang". Oalah, mau gmana lagi dibuat
Liat Muda Siregar

Sudah kita jual saja motor kita beli keledai kan gk pakai pajak
Nanang Pripder Insyaf

Itu mah buka penertiban,. itu mah malah bayak orang yg pada ga pada bayar bozt,. kurang setuju ane
Dhenii Kurniawan

Semua yang ada didaftar yg saudara buat itu masih terlalu murah dibanding fgn kenyataannya . rakyat sekarang rajin bayar pajak , tapi selalu diprrsulit , kalau pembayarannya sesuai dgn daftar itu , rakyat tdk keberatan tapi kenyataannya selama ini tdk ada pajak kenderaan itu dibawa dr 100000 .
Ibrahim

Mw di naikan jdi 1000% klu sluruh rakyat gk mw byr mmg ny pemerintah bisa apa? penunggak pajak bkn plaku kriminal yg bisa di jerat dgn uu pidana.pnunggak pajak paling di jerat dgn uu perpajakan.tpi shrus ny para mafia pngusaha yg mnunggak pajak miliaran rupiah itu yg hrus di jerat dluan.
Roni Inoki

Ga masalah laaah, nabung aja mulai sekarang. Kalau niat, pasti sanggup bayar kok.
Firman Tannady

Setiap tahun pajak kendaraan naik tarif ny,ini nma ny membunuh rakyat secara perlahan,sementara pendapatan rakyat hanya pas buat makan
Fery Andika


Black Berry Messenger

Perlakukan atau kebijakan pemerintah atas inisiatif yang akan menaikkan tarif STNK-BPKB hingga 300%, persis "drakula" yang memulai aksinya untuk mengisap sesamanya. Sehingga akan terasa hisapan itu mengakibatkan penyakit kangker alias (kantong kering). Penyakit ini dapat merusak sendi kehidupan. Sasarannya jutaan rakyat pemilik kenderaan. Kebijakan ini sepertinya disengaja dalam meningkatkan penghasilan negara atas kutipan dari jerih payah rakyat. Sehingga jauh lagi mimpi untuk sejahtera, melainkan rakyat harus berusaha bersama dalam mensejahterakan negara ? Itulah..! Kenyataan yang tidak bisa dipungkiri sampai saat ini.
Bang AM

Boleh dan sah-sah saja klu biaya itu di naik kan, tetapi hrs di barengi dong dgn kinerja Polisi Lalulintas nya, di Medan ini klu Listrik PLN padam Polantas yg bertugas di persimpangan jalan msh bnyk yg menghilang sehingga lalu lintas jd tambah macet
Yudi PTB

Seharusnya masyarakat pemilik roda dua yang ekonomi rendah mendapat keringanan tarif dan jangan sama dengan yang mampu...
Ari an

Knapa gk sekalian aja pak naik 99,99% tanggung banget mnaikkannya.
Saya bulan 6 nanti berniat mau ngurus pajak motor dn ganti plat.krn udh habis masanya.tpi spertinya tidak jadi krn semakin mlonjak naik. Sperti harga bahan pokok aja. Selamat menindas rakyat ya pak. Salam NKRI
Ishak Badri AF

Diliat angkanya seh.gak masala....masih kurung2 200rb.....sekarang orang makan di cafe aja...udah 300rb lebih....haha hahahahahaha
Gie

Menurut saya, kenaikan harga tersebut sangat "mencekik" hingga 300 %
Saya menilai masyarakat ekonomi di atas dan masyarakat ekonomi bawah sudah pasti menambah beban pengeluaran. Menurut saya, lebih baik tidak ada kenaikan tarif
Bukit

Awalnya saya ngak setuju dengan penerbitan tarif baru untuk STNK dan BPKB ini. Apalagi kenaikannya sampai 300%, rasanya kayak pemerasan yang dilegalkan. Namun ternyata setelah saya analisa baik baik, dan setelah membaca habis. Saya menemukan alasan yang tersembunyi, kenapa pemerintah menaikkan tarif STNK dan BPKB ini. Alasan yang paling utama adalah menekan populasi sepeda motor dan mobil yang sudah melewati ambang batas. Saat ini dikota kota besar, dimana mana terjadi kemacetan yang panjang. Begitu banyak infrastruktur yang dibangun ngk pernah bisa menampung kebutuhan masyarakat akan kelancaran transportasi. Bahkan dijalan jalan tertentu, akan terjadi kemacetan yang parah, "merambat dan merayap" (kata kata yang sering digunakan saat macet). Oleh sebab itu, saya mendukung penuh kenaikan tarif ini. Walaupun dalam pembayaran tarifnya memang terkesan memberatkan. Apalagi masyarakat yang masih terkategori ekonomi kelas bawah. Sepertinya Pemerintah perlu memberikan sedikit kebebasan bebas tarif pada ekonomi kelas bawah.
Dody Lukas

Asalkan jgn di korupsi , bila korupsi sudah siap untuk di tembk mati ,
Rizky kurniawan

Kenaikan tarif untuk penerbitan dan Pengesahan BPKP dan STNK menambah beban bagi Ekonomi yang tidak mampu berpolitik, sedangkan politik berdifusi dengan administrasi untuk biaya administrasi ;semakin besar biaya administrasi maka semakin cantik.
Erylasmanta

Pemungutan pajak harus diusahakan sedemikian rupa agar tidak mengganggu kondisi perekonomian, baik kegiatan produksi, perdagangan, maupun jasa. Pemungutan pajak jangan sampai merugikan kepentingan masyarakat dan menghambat lajunya usaha masyarakat pemasok pajak, terutama masyarakat kecil dan menengah.
AMAT YOU

Kenaikan PNPB sebesar 100%-300% untuk pengurusan STNK serta kenaikan biaya SIM dan BPKB, harus ada justifikasi atau alasan kenaikan biaya, bagi masyarakat poinnya adalah kalau ada kenaikan tarif harus ada peningkatan pelayanan bagi masyarakat. terkait hal itu, pihak pemerintah atau kepolisian yang harus menjawabnya, apa saja yang yang menjadi manfaat dari kenaikan tarif.
Padian Adi Salamat Siregar

Kalau harga naik, memang pasti banyak keluhan. Apalagi yang penghasilannya pas2an. Tetapi, kalau dikatakan pengguna sepeda motor roda 2 yang memang umumnya ekonomi menengah ke bawah, saya kira penambahan beban ekonomi juga tidak akan signifikan. Kenapa?Bisa dipastikan sebagian besar pengguna sepeda motor itu merokok, kalau sanggup menghabiskan uang rata2 Rp.7500rb per hari untuk rokok (kalkulasikan saja setahun) kenapa berat untuk STNK/BPKB? Inikan masalah prioritas saja. Jadi bila mengaku penghasilan pas2an tapi sanggup cicil sepeda motor 500-600rb per bulan (plus oli,dll), artinya kenaikan ini juga tidak signifikan.
Herman

Kenapa harus semahal itu karena seharusnya sebelum menaikkan sesuatu harus dipikirkan kondisi masyarakat kita dan kalau segitu banyak naiknya, apa yang akan dilakukan ?
Wisnu Bless

Menyusahkan masyarakat aja!!!masyarakat itu jangan selalu ditekanlah dengan kebijakan-kebijakan untuk menaikkan tarip.yang semulanya gratis,eh makah dipungut biaya.
Rudi_Wanranto

Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!