User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
ITMG 675 3.52%
UNVR 650 1.53%
PLIN 610 17.48%
Last update: 24 Mar 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
JECC -975 -13.98%
GGRM -525 -0.8%
LPPF -350 -2.46%
Last update: 24 Mar 2017
Volume Terbesar
MYRX 1,728,513,408
SRIL 983,205,888
MAMI 803,876,800
Last update: 24 Mar 2017
Transaksi Tertinggi
SRIL 322,001,207,296
BMRI 301,579,650,000
TLKM 293,422,333,952
Last update: 24 Mar 2017
Efek Teraktif
SRIL 21,783 Freq
MAMI 20,137 Freq
STAR 9,553 Freq
Last update: 24 Mar 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,247.00 13,381.00
SGD 9,490.61 9,588.68
JPY 12,000.18 12,124.86
MYR 3,001.81 3,036.31
CNY 1,928.21 1,947.72
THB 384.08 388.19
HKD 1,705.53 1,722.80
EUR 14,365.05 14,515.71
AUD 10,096.86 10,201.67
GBP 16,583.92 16,753.01
Last update: 27 Mar 2017 11:06 WIB
Wacana
Senin, 09 Jan 2017 07:06 WIB - http://mdn.biz.id/n/277237/ - Dibaca: 105 kali
"Om Telolet Om" dan Reformasi Transportasi Indonesia
"Om telolet om!", membuat heboh banyak orang. Bukalah media sosial (medsos), sapaan beriring harap itu mudah ditemui berikut berbagai guyonan lucu yang menyertainya.
"Om telolet om!" mendadak fenomenal di Indonesia bahkan dunia, tak terkecuali dilontarkan oleh mereka yang entah tahu entah tidak artinya dan masyarakat heboh membicarakannya terlebih di medsos.

Bahkan, lima hari lalu BBC Indonesia merilis berita, "Om telolet om" tercatat sudah disebut 445.000 kali di Twitter dan juga disinggung lebih dari 80.000 kali di Facebook. Tokoh-tokoh dunia sekelas Cristian Ronaldo, Marquez hingga Obama pun membicarakannya dansalah satu DJ internasional ikut memperkenalkannya. Luar biasa bukan? Bagaimana bisa se-viral itu?

Fenomena ini berawal dari bunyi klakson yang dipopulerkan oleh Perusahaan Otobus (PO) Efesiensi. Klakson "telolet" otobus ini sebenarnya sudah ada sejak satu dekade lalu dan pemiliknya terinspirasi dari salah satu bus di Arab hingga akhirnya beliau beli dan dimodifikasi untuk dipasang di otobus milik perusahaannya sebagai klakson cadangan.

Otobus itu pun sempat terkena razia dinas perhubungan (dishub) karena suaranya terlalu besar sehingga pemilik PO melarang klakson tersebut dibunyikan di tempat-tempat tertentu. Namun anehnya, di beberapa daerah justru meminta agar klakson tersebut dibunyikan.

Anak kecil hingga dewasa bahkan sampai membuat spanduk di sepanjang jalan Pantura. Bus tersebut akhirnya menjadi favorit karena klakson "teloletnya". Bus ini menjadi begitu dicintai sehingga kemudian diikuti oleh pemilik PO lainya karena suaranya unik dan menarik.

Banyak operator bus yang juga termotifasi untuk mendandani bus luar kotanya dengan klakson "telolet", bahkan ada sopir bus yang secara pribadi mengeluarkan uang tidak sedikit untuk memasang klakson "telolet" pada bus yang disopirinya agar lebih menarik walaupun tidak di-support oleh perusahaan tempatnya bekerja.

Jangan sekedar Euforia
Efek domino yang ditimbulkan fenomena ini ternyata memberikan pengaruh positif pada dunia transportasi umum. Masyarakat lebih mencintai transportasi umum, pihak pengelola atau operator bus dan sopir pun berusaha berbenah dengan fenomena "om telolet om".

Sedanngkan pemerintah, seharusnya menyikapi fenomena ini sebagai momentum untuk memaksimalkan infrastruktur lalu lintas yang mendukung perbaikan tranposrtasi umum itu sendiri.

Euforia masyarakat terhadap fenomena "om telolet om" adalah bukti umumnya masyarakat sangat mencintai transportasi umum dan ini harus menjadi "pekerjaan rumah" semua pihak yang terlibat dengan sistem pelayanan umum masyarakat.

Masyarakat Indonesia dikenal latah terhadap berbagai fenomena. Namun, fenomena "om telolet om" yang mendunia ini diharapkan tidak sekadar menjadi euforia, tetapi dimanfaatkan sebagai momentum.

Sudah saatnya Indonesia serius melakukan reformasi di dunia transportasi agar kemacetan bukan lagi sebagai masalah yang selalu dihadapi di kota-kota besar di Indonesia seperti Kota Medan dan transportasi umum seharusnya menjadi bagian penting sebagai solusi.

Sebagai gambaran, ketika penulis menjadi juri untuk project citizen mahasiswa beberapa waktu lalu, tim mahasiswa yang menangkat tema transportasi Kota Medan dalam project citizen-nya mengatakan, berdasarkan observasi yang mereka lakukan angkutan kota (angkot) adalah salah satu penyebab kemacetan di Kota Medan.

Angkot yang seharusnnya menjadi sumber solusi justru merupakan salah satu sumber masalah kemacetan di Kota Medan akibat jumlahnya yang banyak dan sopir yang kerap ugal-ugalan, ditambah lagi jalan yang tidak memadai dan segala ketidaknyaman di dalamnya.

Transportasi umum yang ada di Kota Medan memang jauh dari memadai, sehingga wajar jika jumlah penggunanya setiap tahun semakin berkurang.

Selain itu, tak sedikit di antara masyarakat masih lebih menyukai menggunakan transportasi pribadi karena menurut sebagian mereka lebih nyaman, aman dan murah. Alasan inilah yang semakin memperkuat masyarakat untuk lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi miliknya ketimbang alat transportasi umum.

Keadaan ini jangan di anggap remeh, sebab jumlah infrastuktur yang lebih lambat perkembangannya dibandingkan pertumbuhan kendaraan pribadi yang lebih cepat akan menimbulkan masalah besar di kemudian hari. Bahkan, kini kepadatan volume kendaraan pribadi sangat bisa dilihat secara kasat mata. Bisa jadi lima tahun ke depan lalu lintas Kota Medan terjadi crowded di mana-mana dan impian untuk menjadikan kota ini sebagai kota yang indah di Asia Tenggara pada 2020 hanya khayalan penghias tidur.

(Oleh: Dewi Nurita Piliang) Penulis alumnus Universitas Negeri Medan dan seorang pendidik di Kota Medan
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!