User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
LPPF 550 3.58%
TCID 500 3.03%
INAF 490 14.33%
Last update: 22 Mei 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
GGRM -2,250 -2.94%
UNVR -1,300 -2.67%
ITMG -575 -3.65%
Last update: 22 Mei 2017
Volume Terbesar
MYRX 826,170,880
BUMI 522,063,392
RIMO 350,266,304
Last update: 22 Mei 2017
Transaksi Tertinggi
BBRI 479,685,655,000
ASII 445,684,635,000
TLKM 422,033,268,000
Last update: 22 Mei 2017
Efek Teraktif
KOBX 26,558 Freq
PGAS 13,898 Freq
BNLI 12,233 Freq
Last update: 22 Mei 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,249.00 13,383.00
SGD 9,530.97 9,628.75
JPY 11,849.57 11,972.62
MYR 3,077.58 3,110.88
CNY 1,926.90 1,946.39
THB 384.59 388.70
HKD 1,701.21 1,718.48
EUR 14,824.31 14,975.58
AUD 9,886.40 9,993.09
GBP 17,187.93 17,363.10
Last update: 24 Mei 2017 11:10 WIB
Tapanuli Bisnis
Senin, 09 Jan 2017 08:13 WIB - http://mdn.biz.id/n/277300/ - Dibaca: 152 kali
Ribuan Hektare Padi di Siabu Gagal Panen
Gagal Panen Areal persawahan masyarakat yang berubah menjadi lautan akibat meluapnya air sungai Batang Angkola. (medanbisnis/zamharir rangkuti)
MedanBisnis - Panyabungan. Ribuan hektare areal persawahan masyarakat yang berada di sekitar sungai Batang Angkola tepatnya di wilayah Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), berubah menjadi lautan dalam beberapa hari terakhir ini. Ribuan hektare tanaman padi terancam gagal panen.
Debit air sungai Batang Angkola meningkat akibat intensitas hujan yang sangat tinggi di wilayah itu ditambah lagi daerah aliran sungai (DAS) sudah menyempit. Sehingga air sungai masuk ke areal persawahan masyarakat dan merendam ribuan hektare areal persawahan masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Siabu Madina dan Kecamatan Tantom Tapanuli Selatan (Tapsel).

Berdasarkan pantauan MedanBisnis, Minggu (8/1) di beberapa wilayah di seputaran Kecamatan Siabu Madina dan Kecamatan Tantom Tapsel banjir kali ini lebih besar dari banjir yang terjadi beberapa waktu lalu.

Akibat banjir tersebut banyak petani yang resah karena masyarakat tidak dapat melakukan penen tanaman padi mereka padahal sudah waktunya untuk dipanen, sehingga masyarakat mengalami gagal panen.

"Padi saya yang sudah selesai disabit tidak bisa dirontok, karena areal persawahan saya berubah seperti lautan, sehingga akibat genangan air tersebut kita mengalami kerugian yang sangat besar," ujar Abdurrahman salah seorang petani di Desa Huta Puli, Kecamatan Siabu Madina, Minggu (8/1).

Lebih lanjut disampaikan Abdurrahman bahwa dia khawatir akibat padinya yang sudah selesai disabit tersebut akan tumbuh karena telah direndam air sungai Batang Angkola yang meluap hingga ke areal persawahannya.

"Saya khawatir bulir padi saya yang berada di onggokannya akan tumbuh dan membusuk karena sudah direndam oleh air, sudah beberapa hari ini," keluhnya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh petani lainnya. Di mana dia mengatakan akibat genangan air yang masuk ke areal persawahan mereka mengakibatkan padi yang sudah selesai dirontok tidak bisa diangkut, karena jalan menuju tumpukan padinya sudah digenangi air.

"Air sungai Batang Angkola ini cukup cepat naiknya ke areal persawahan kami, dan ketinggian air mencapai 1-2 meter, sehingga kita dari masyarakat petani mengalami kerugian yang cukup besar. Untuk itu kita meminta kepada pemerintah untuk dapat melakukan pengerukan aliran sungai sehingga apabila tejadi musim penghujan air sungai tidak meluap separah sekarang ini," harap masyarakat petani.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan bahwa banjir yang terjadi kali ini lebih besar dari banjir-banjir yang terjadi selama ini. Karena banjir kali ini sudah menjalar ke wilayah melanda Morang, Parmonangan, Kecamatan Tano Tombangan Tapsel.

"Selama ini memang sering tejadi banjir namun tidak separah kali ini, memang banjir kali ini sudah lain dari yang biasanya tejadi," ujar warga.

Diris (50) salah seorang penangkap ikan di wilayah Kecamatan Siabu mengatakan bahwa banjir kali ini memang cukup besar lain dari yang biasanya. Karena selama ini apabila terjadi banjir hanya sebentar saja, namun kali ini sudah melebihi.

"Banjir kali ini sudah hampir sampai ke pemukiman warga di Desa Hutapuli, Kecamatan Siabu, Madina, sekarang ini hanya berkisar 300 meter lagi air sudah sampai ke permukiman warga, ini sangat jarang terjadi, bahkan saya belum pernah melihat air sungai Batang Angkola sebesar ini," jelasnya. (zamharir rangkuti)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!