User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
ITMG 550 2.95%
JECC 475 7.31%
SILO 350 2.55%
Last update: 23 Mar 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
GMTD -725 -11.28%
UNVR -350 -0.82%
UNTR -200 -0.72%
Last update: 23 Mar 2017
Volume Terbesar
MYRX 2,544,047,104
SRIL 779,317,632
BUMI 297,418,816
Last update: 23 Mar 2017
Transaksi Tertinggi
BBCA 651,033,080,000
BMRI 492,012,485,000
BBNI 377,155,872,500
Last update: 23 Mar 2017
Efek Teraktif
SRIL 23,959 Freq
PKPK 17,957 Freq
BBNI 6,205 Freq
Last update: 23 Mar 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,265.00 13,399.00
SGD 9,476.35 9,573.45
JPY 11,897.93 12,021.35
MYR 2,994.36 3,026.65
CNY 1,926.48 1,945.95
THB 383.38 387.37
HKD 1,707.84 1,725.12
EUR 14,304.98 14,453.50
AUD 10,167.62 10,271.67
GBP 16,558.70 16,729.99
Last update: 23 Mar 2017 11:05 WIB
Headline News
Selasa, 10 Jan 2017 06:34 WIB - http://mdn.biz.id/n/277390/ - Dibaca: 497 kali
Petani Berharap Harga Karet Terus Naik (Bagian II)
 
MedanBisnis - Medan. Pola kerja yang ditekankan petani karet seperti Zunaim Nasution (53) kepada pekerjanya sistem "AB-AB" dan penimbangan dilakukan dua kali seminggu atau tiga kali deres dalam seminggu.
Dengan cara ini di samping pohon karet sehat produksinya juga lebih bagus. Dari 10 ha lahan yang dideresnya saat ini dapat menghasilkan 600 kg-700 kg dengan harga rata-rata Rp 8.000 per kg.

"Itulah hasil yang didapatkan dalam seminggu,"kata Zunaim di Batang Bahal, Padangsidempuan belum lama ini.

Namun dia tidak menjual karet langsung ke pabrik seperti yang dilakukan petani karet lainnya.

Hasil produksi karet dari kebunnya hanya dijual di desa terdekat karena ada toke pengumpul yang juga memberikan harga yang tidak jauh beda dari harga di pabrik.

"Saya tidak pernah menjual ke pabrik karena terlalu sulit birokrasinya dan memakan waktu. Jual di lokasi kebun lebih cepat dan tidak rumit," katanya.

Zunaim menegaskan, berkebun karet saat ini cukup menjanjikan. Hal senada juga dijelaskan CH Siregar, seorang toke yang memiliki kontrak dengan satu pabrik karet di Tapsel.

Dia mengakui harga karet notering Rp. 21.300 per kg pada saat ini. Dan harga tersebut terjadi penurunan dari harga seminggu sebelumnya di mana harga karet notering kualitas baik di pabrik sudah mencapai Rp.22.700 per kg.

"Namun turunnya harga itu tidak memengaruhi harga kita ke petani karet, tetap di kisaran Rp8.000 S/d 9.000 per kg atau sesuai dengan kadarnya juga," katanya di Rimba Soping, Kecamatan Angkola Julu, Kota Padangsidimpuan.

Dikatakan, dengan kenaikan harga karet membuat petani yang ada di daerahnya kembali menggeliat, kebun karet yang sebelumnya tidak dideres/disadap sekarang semua petani yang memiliki kebun karet kembali menjadikan ini sebagai usaha pokok.

"Dengan bergairahnya harga karet memudahkan kami memenuhi kuota kontrak yang diberikan pabrik. Dalam satu minggunya kita diberi kontrak 50 ton. Alhamdulillah target tersebut masih dapat kita penuhi," katanya.

Dia juga tidak menepis kalau bisnis pengumpul yang digelutinya saat ini memberikan keuntungan."Kita main jujur saja harga di pabrik dan harga di petani kita sesuaikan, paling kita ambil untung berkisar Rp 3.000 per kg saja. Dan selaku toke harus hati-hati karena karet rentan penyusutan. Kalau tidak pande-pande bisa toke yang rugi," tambahnya.

Dia berharap pemerintah bisa mendorong harga karet terus naik minimal tidak kembali turun seperti dulu."Kalau bisa harga karet kembali di masa tahun 2010 lalu. Harga karet di tingkat petani mencapai Rp.14.000 hingga 15.000 per kg. Kalau itu terjadi pasti ekonomi masyarakat semakin baik,"cetusnya.

Lahan Karet di Kota Tidak Luas
Berdasarkan data Dinas Pertanian daerah kota Padangsidimpuan memiliki luas lahan karet hanya 1.119 ha atau berkisar 10 % saja dari luas lahan yang tersedia.

Demikian juga dengan lahan sawit di Kota Padangsidimpuan boleh dikatakan sangat sedikit, karena kebun sawit ini umumnya berkembang di kawasan Kabupaten Tapanuli Selatan.

Plt Kadis Peridag, UKM dan Koperasi Kota P.Sidimpuan Nurman melalui Kabid Perdagangan Rospitri Nasution mengatakan, walau lahan karet sangat terbatas di Kota Padangsidimpuan tapi kenaikan harga karet dan sawit di daerah Tapsel turut dirasakan masyarakat banyak.

"Kota Padangsidimpuan sebagai interline Tabagsel menjadi tujuan warga masyarakat luar berkunjung dan bebelanja khususnya menjelang hari-hari besar seperti sekarang ini. Bukan saja karena mau natalan atau tahun baru tapi ramainya pasar saat ini menandakan ekonomi masyarakat mulai membaik,"katanya.

Sementara Sekretaris Dewan Riset Daerah (DRD) Kota Padangsidimpuan Ikhwan memandang positif kenaikan harga karet yang terjadi di tingkat petani. "Harga di tingkat petani sudah tinggi walau belum setara harga di pabrik," katanya.

Dengan keterbukaan dan mudahnya mendapatkan informasi membuat masyarakat petani juga sudah mulai cerdas sekarang.

"Kalau permintaan toke murah sementara mereka tahu harga sudah naik di tingkat pabrik, tentunya petani juga akan memilih toke pengumpul yang berani memberikan harga lebih tinggi dan itu hukum alam," kata Ikhwan. (ikhwan nasution)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!