User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
UNTR 825 3.75%
BRAM 800 12.9%
UNVR 800 1.94%
Last update: 24 Jan 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
PTBA -400 -3.42%
ITMG -325 -2.15%
BLTZ -200 -2.5%
Last update: 24 Jan 2017
Volume Terbesar
ENRG 5,616,708,096
MYRX 1,236,487,936
BUMI 1,192,319,872
Last update: 24 Jan 2017
Transaksi Tertinggi
BUMI 561,502,486,528
TLKM 444,253,732,864
ENRG 338,556,157,952
Last update: 24 Jan 2017
Efek Teraktif
ENRG 25,121 Freq
BUMI 13,346 Freq
LMAS 12,454 Freq
Last update: 24 Jan 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,263.00 13,397.00
SGD 9,361.90 9,457.82
JPY 11,750.69 11,877.83
MYR 2,989.86 3,022.11
CNY 1,940.99 1,960.60
THB 376.68 380.70
HKD 1,709.83 1,727.13
EUR 14,273.64 14,423.21
AUD 10,078.55 10,193.78
GBP 16,633.13 16,803.86
Last update: 24 Jan 2017 11:03 WIB
Nasional
Selasa, 10 Jan 2017 07:18 WIB - http://mdn.biz.id/n/277445/ - Dibaca: 85 kali
Mayoritanisme Hambat Keberagaman
MedanBisnis - Jakarta. Putri sulung Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Alissa Wahid mendorong agar pemerintah pusat memiliki desain kuat untuk mewujudkan toleransi di Indonesia.
Menurut Alissa, intoleransi di daerah-daerah kerap terjadi karena ada penguasa-penguasa tertentu yang memaksakan kehendak.

"Di beberapa daerah, pemaksaan intoleransi terjadi karena ada raja-raja kecil di daerah. Kalau tidak ada grand design dari pemerintah pusat untuk mengatasi ini semua, maka akan gawat," ujar Alissa dalam diskusi 'Sarasehan Desa', di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (9/1).

Menurut Alissa, reformasi sosial harus dilakukan. Apabila hal itu dapat diwujudkan, dia yakin hak konstitusi setiap warga negara tidak akan dilanggar. "Reformasi sosial harus dilakukan. Pemerintah harus membangun fondasi kuat di berbagai daerah di Indonesia," ujarnya.

Alissa mengatakan, Indonesia dibangun atas keberagaman. Karena itu, toleransi harus diwujudkan meski saat ini kaum mayoritas masih mendominasi.

"Ada hal, yaitu mayoritanisme, itu menghambat keberagaman yang ada di Indonesia. Ini mengakibatkan banyak tindak intoleransi di sekitar kita terjadi. Kalau mayoritanisme menguat, kelompok mayoritas akan mengharapkan hak-hak lebih dan memandang kelompok lain yang minoritas mempunyai hak yang lebih rendah.

Akibatnya, hak-hak konstitusi tidak terjamin. Ini yang berbahaya," ujar Alissa dalam diskusi yang digagas oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) itu. (dcn)

Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!