User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Efek Pencetak Laba (RPH)
GGRM 1,200 1.83%
RDTX 1,100 14.86%
PLIN 760 18.91%
Last update: 30 Mar 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
AMFG -350 -5%
BBNI -225 -3.41%
SMGR -225 -2.48%
Last update: 30 Mar 2017
Volume Terbesar
SRIL 3,450,991,872
MYRX 2,166,923,520
BKSL 418,262,400
Last update: 30 Mar 2017
Transaksi Tertinggi
SRIL 1,205,523,931,000
BBCA 324,086,035,000
ASII 324,029,582,500
Last update: 30 Mar 2017
Efek Teraktif
SRIL 53,180 Freq
TRAM 10,505 Freq
KBLI 9,623 Freq
Last update: 30 Mar 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,249.00 13,383.00
SGD 9,486.61 9,588.05
JPY 11,896.38 12,022.10
MYR 2,995.48 3,029.20
CNY 1,923.24 1,942.69
THB 383.92 388.03
HKD 1,704.97 1,722.24
EUR 14,237.38 14,386.73
AUD 10,150.06 10,254.05
GBP 16,481.76 16,649.79
Last update: 30 Mar 2017 11:20 WIB
Interaktif Bisnis
Selasa, 10 Jan 2017 08:25 WIB - http://mdn.biz.id/n/277531/ - Dibaca: 210 kali
Kota Medan Kok Semakin Semrawut Ya?
Kota Medan Terkesan Berantakan Kendaraan melintas tepat di samping proyek perbaikan saluran drainase yang melintang di Jalan Mayang, Medan, beberapa waktu lalu. Di awal 2017, Kota Medan belum ada perubahan baik dalam pembangunan atau perbaikan drainase yang dilaksanakan secara acak sejak bulan Oktober 2016 belum selesai dan terkesan berantakan. (medanbisnis/ariandi)
Amat S.Kom melihat setiap tahun kepadatan penduduk terus meningkat. Hal ini mengakibatkan beberapa perkotaan yang ada di Indonesia tidak teratur dan semerawut. Permasalahan perkotaan yang tidak tertata mengakibatkan masalah-masalah seperti sanitasi yang buruk, drainase yang tidak tertata, polusi udara yang mempengaruhi kualitas udara di perkotaan.
"Kemudian masalah ketersedian air bersih dan minum, serta berbagai gangguan kesehatan lainnya," ujar Amat S.Kom.

Ken Agung Handoyo menyarankan agar dibangun lagi budaya gotong-royong dengan semua lembaga negara. Seperti dulu ada program ABRI Masuk Desa (AMD) namanya. Tetapi ini Polri serta wakil rakyat dan Pemko Medan ikut dengan perwakilannya setiap camat dan lurah-lurahnya.

Hal itu untuk melihat bersama tentang mana yang telah melakukan pelanggaran hukum.

"Termasuk yang dilakukan oleh pihak individu atau golongan, hingga yang merusak lingkungan hidup akan diproses hukum yang berlaku. Dan hal itu akan terlihat wujud paripurna jalanan demi meraih wujud sila ke 4 dan 5 Pancasila," papar Ken Agung Handoyo.

Marchal Sinaga menilai dibutuhkan manajemen yang baik dalam menata kota besar seperti Kota Medan ini.

Jika planning atau perencanaannya saja sudah salah, sudah pasti hasilnya tidak akan maksimal serta jauh dari harapan.

Maka dari itu sangat diharapkan sekali agar semua SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) di bawah naungan Pemko Medan mampu mengevaluasi.

"Khususnya mengevaluasi kinerjanya di tahun nan baru ini, agar kelak segala problema perlahan-lahan dapat terselesaikan. Dengan begini kiranya program-program ditahun mendatang tidak akan lagi tersendat. Masa kita kalah sih sama daerah lain?" sindir Marchal Sinaga.

Sultan Ibrahim Irzy merasa sebagai masyarakat kota Medan sudah apatis dengan perubahan buruk di ibukota Provinsi Sumatera Utara ini. Situasi ini tidak terlepas dari tudak becusnya Walikota Medan Dzulmi Eldin dalam menjalankan roda pemerintahan di kota Medan. Bukan hanya buruknya tata kelola pemerintahan namun juga sumber daya manusia (SDM) yang ada sama buruknya.

SKPD di Pemko Mewdan yang menangani hal drainase ini juga tidak punya program yang jelas menangani persoalan ini. Maklum proyek-proyek yang ada sudah ada jagoannya meski dilakukan tender dan ini diperjualbelikan dengan potongan persen ke beberapa orang-orang besar berhati kerdil. Bayangkan nilai proyek kalau udah 3 x sub, berapa lagi nilai proyek yang dikerjakan?
Semua ada jatahnya, kita yang mungkin pemula jadi penonton saja.

Lasak kita digas pihak tertentu sebagai pengamanan proyek.

Jadi yang mengerjakan proyek ini lebih banyak preman daripada orang-orang yang beriman. Wah, ini bahaya bagi kelangsungan bagi Medan sebagai kota metropolitan.

Sampaikan ke Walikota Dzulmi Eldin agar lebih baik mundur daripada menjadi bahan hujatan masyarakat Medan. Kemudian Wakilnya pun hendaknya tidak lagi mengeluarkan bahasa-bahasa yang tidak-tidak ke masyarakat, termasuk terkait pedagang yang terkena musibah kebakaran di Pasar Aksara Medan.

"Ibarat kelakuan walikota dan wakilnya satu sekolah lain bangku. Acit nai lae ku (sakit sekali, iparku -red)," sindir Sultan Ibrahim Irzy.
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!