User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
GGRM 975 1.56%
UNVR 700 1.73%
UNIC 460 20.63%
Last update: 23 Jan 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
INAF -850 -25%
SUPR -500 -7.14%
BBCA -200 -1.31%
Last update: 23 Jan 2017
Volume Terbesar
ENRG 3,872,536,576
BRMS 1,937,717,248
MYRX 1,772,009,472
Last update: 23 Jan 2017
Transaksi Tertinggi
BUMI 415,044,038,800
TLKM 297,894,514,000
MYRX 275,715,942,800
Last update: 23 Jan 2017
Efek Teraktif
ENRG 15,535 Freq
BRMS 14,359 Freq
BUMI 12,053 Freq
Last update: 23 Jan 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,305.00 13,439.00
SGD 9,378.97 9,477.43
JPY 11,713.18 11,832.19
MYR 2,992.58 3,025.44
CNY 1,940.30 1,959.84
THB 376.59 380.92
HKD 1,715.00 1,732.34
EUR 14,294.89 14,440.21
AUD 10,073.22 10,177.35
GBP 16,528.80 16,697.96
Last update: 23 Jan 2017 11:05 WIB
Headline News
Rabu, 11 Jan 2017 06:34 WIB - http://mdn.biz.id/n/277604/ - Dibaca: 132 kali
Dana Sawit 2017 Menyusut
MedanBisnis - Jakarta. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit menargetkan pengumpulan dana pungutan ekspor crude palm oil (CPO) sebesar Rp 10,3 triliun pada pada tahun ini. Target itu menyusut dibanding realisasi tahun lalu Rp 11,7 triliun.
"Total penerimaan dana sawit 2017 diproyeksikan moderat mencapai Rp 10,3 triliun, dengan saldo kewajiban dan cadangan dana 2016 mencapai Rp 5,7 triliun," ungkap Direktur Utama BPDP Kelapa Sawit, Bayu Krisnamurthi, di kantornya, Jakarta, Selasa (10/1).

Bayu mengatakan, lebih rendahnya target tahun ini dibanding tahun lalu, karena pihaknya memprediksi harga CPO bakal turun tahun ini. Sebab, produksi minyak kelapa sawit kembali normal pasca turun tahun lalu akibat el nino.

Dari proyeksi sebesar Rp 10,3 triliun tadi, BPDP juga masih memiliki saldo kewajiban dan cadangan dana yang tersisa dari 2016 sebesar Rp 5,7 triliun.

Sehingga, di akhir 2017, BPDP dapat memiliki total pendapatan dan tambahan dana cadangan Rp 16 triliun.

Walau demikian, Bayu optimistis, pihaknya bakal mendapatkan perolehan CPO Fund bakal melebihi target yang ditentukan.

"Kalau angka target optimisnya itu ya setidaknya sama dengan perolehan tahun lalu, atau bahkan bisa lebih," kata dia.

Lebih lanjut Bayu juga mengatakan, pihaknya telah menyiapkan dana untuk mendukung program B20 di 2017 sebesar Rp 9,6 triliun.

Dana tersebut berdasarkan asumsi harga minyak dunia US$ 50-US$ 60/barel, CPO US$ 650-US$ 750/ton, sehingga subsidi per liter lebih kecil dari 2016 yang mencapai Rp 4.500-Rp 5.500/liter.

"Tahun 2017, dana sawit diproyeksikan mampu dan akan terus mendukung program B20 dan target penggunaan biodiesel berbahan baku sawit dalam negeri," tutur Bayu.

B20 adalah program pengembangan biodiesel. Jadi setiap liter solar yang dijual di dalam negeri, 20% harus mengandung biodiesel dari sawit.

Direktur Utama BPDP Kelapa Sawit Bayu Krisnamurthi mengungkapkan dukungan dana untuk peremajaan kebun rakyat sama dengan 2016, yaitu sekitar Rp 400 miliar, ditambah dengan dukungan untuk sarana dan prasarana petani Rp 160 miliar."Sehingga total dukungan dana yang langsung akan diterima petani mencapai lebih dari Rp 560 miliar," terang Bayu.

Selain itu, dana sawit tahun ini juga akan digunakan untuk riset dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mencapai Rp 160 miliar. Dana tersebut digunakan untuk mendanai riset yang telah dimulai di 2016 maupun riset baru.

Kemudian, sebanyak Rp 65 miliar akan digunakan untuk promosi dan diplomasi dengan fokus pada pasar India, Pakistan, Belanda, dan China, ditambah perhatian khusus pada pasar dalam negeri, Italia, Spayol, dan Amerika Serikat. "Total penerimaan dana sawit 2017 diproyeksikan moderat mencapai Rp 10,3 triliun," tegasnya.

Ekspor Sawit Naik
Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit juga mencatat kinerja industri sawit Indonesia pada tahun 2016 membaik.

Dari sisi volume ekspor crude palm oil (cpo), palm kernel oil (PKO), dan turunannya mencapai 25,7 juta ton. Angka itu turun sekitar 2% dibandingkan 2015 yang mencapai 26,2 juta ton.

"Namun demikian, nilai ekspor sawit 2016 mencapai US$ 17,8 miliar atau sekitar Rp 240 triliun, naik 8% dibandingkan 2015 yang mencapai US$ 16,5 miliar atau sekitar Rp 220 triliun," ungkap Bayu Krisnamurthi.

Bayu mengatakan, kenaikan nilai ekspor tersebut disebabkan kenaikan harga CPO global 41,4% selama tahun 2016. Selain itu, terjadinya hilirisasi produk ekspor sawit Indonesia yang bernilai tambah lebih tinggi.

"Misalnya produk minyak goreng (RBD palm oil) dalam kemasan dan merek Indonesia, RBD palm kernel olein, dan RBD palm kernel stearin volume ekspornya naik 22%" kata dia.

Dia mengemukakan, selama 2016 ekspor produk hilir sawit telah mencapai 75,6% dari total ekspor sawit Indonesia," tuturnya. (dtf)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!