User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
UNIC 530 24.2%
LPIN 500 9.09%
EMTK 425 5.14%
Last update: 19 Jan 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
PLIN -1,210 -24.95%
UNVR -500 -1.22%
BLTZ -300 -3.57%
Last update: 19 Jan 2017
Volume Terbesar
MYRX 1,226,525,824
BUMI 666,299,712
BIPI 636,601,728
Last update: 19 Jan 2017
Transaksi Tertinggi
BUMI 283,225,732,200
TLKM 211,356,583,000
BMRI 201,033,695,000
Last update: 19 Jan 2017
Efek Teraktif
GZCO 12,708 Freq
ISSP 8,141 Freq
BIPI 7,973 Freq
Last update: 19 Jan 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,315.00 13,449.00
SGD 9,345.17 9,444.52
JPY 11,606.52 11,724.35
MYR 2,992.81 3,025.65
CNY 1,938.33 1,957.84
THB 376.56 380.45
HKD 1,716.29 1,733.61
EUR 14,215.09 14,362.19
AUD 10,082.12 10,190.31
GBP 16,446.69 16,613.55
Last update: 20 Jan 2017 11:05 WIB
Metropolitan
Rabu, 11 Jan 2017 06:36 WIB - http://mdn.biz.id/n/277609/ - Dibaca: 92 kali
Jadi Perhatian Serius
Pohon Tumbang Bukti Kelalaian Pemko
MedanBisnis - Medan. Tumbangnya pohon berusia lebih seabad di Lapangan Merdeka menjadi perhatian serius dari berbagai kalangan. Pemerintah dinilai hanya melakukan peremajaan batang dan dahan tanpa memperhatikan kondisi pohon.
Pengamat lingkungan Jaya Arjuna, mengatakan, yang terjadi adalah pohon trembesi di Merdeka Walk 'dicekik' dengan cara menutup semua permukaan akar kemudian akar yang tidak berkembang kemungkinan diracun dan setelah mati lalu ditutup dengan bebatuan. "Pohon ditutup sekelilingnya dengan batu atau yang lainnya, sehingga tidak mudah masuk air, itu akan seperti itu, tumbang begitu saja," katanya, Selasa (10/1).

Menurutnya, yang paling bertanggung jawab dalam hal ini adalah Dinas Pertamanan karena tidak mengontrol dan memeriksa kondisi pohon dan justru menutupnya. Kesalahan kedua adalah pada Merdeka Walk. Dengan tertutupinya akar-akar pohon dan kemudian dipangkas lalu ditutupi permukaannya, sehingga membuat pohon keropos di dalam.

Seharusnya, kata dia, Dinas Pertamanan memiliki ilmu itu, misalnya bagaimana mengetahui pohon itu sehat atau tidak, bagaimana merawat pohon, kalau sudah keropos di dalamnya apa yang harus dilakukan, bagaimana memperbaikinya. Dan bila perlu, sebutnya, pohon itu ditopang, sehingga ada penyangganya dengan besi-besi.

"Jadi yang harus dilakukan adalah, bongkar semua batu-batuan atau apapun yang menutup pohon. Dan juga harus diingat adalah bahwa nilai ekonomi yang diberikan Merdeka Walk jauh lebih rendah dibandingkan nilai lingkungan dan history pohon itu. Dan Lapangan Merdeka harus dikembalikan pada fungsi utamanya dan sebagai situs sejarah," paparnya.

Direktur Wahana Lingkungan Hidup Sumatera Utara Dana Tarigan menyayangkan karena Dinas Pertamanan selama ini menurutnya hanya melakukan peremajaan dengan memangkas batang dan dahan. Seharusnya, kata dia, yang harus dilakukan adalah dengan memperhatikan bagian pohon lainnya seperti akarnya. Apalagi, lanjutnya, pohon tersebut tumbang bukan pada saat kondisi hujan deras, melainkan pada saat cuaca panas terik.

"Apalagi di atasnya sudah ada beton dan aspal. Itu yang harus dipantau. Menurut saya, ini tidak lepas dari perubahan fungsi dari Lapangan Merdeka itu sendiri, yakni menjadi pusat aktivitas ekonomi. Fungsi Lapangan Merdeka bukan untuk itu. Tetapi sebagai jantung kota, penyedia oksigen, dan ruang terbuka hijau. Jadi, saya lebih menyarankan agar dikembalikan sesuai fungsinya," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution, mengatakan, akan mengevaluasi kondisi pohon. Pemko Medan, sebutnya, akan menyelematkan keberlangsungan hidup pohon-pohon yang ada di Lapangan Merdeka.

"Jadi prinsipnya adalah, kita ingin menyelamatkan pohon-pohon yang sudah menjadi ikon Kota Medan," jelas Akhyar, saat meninjau lokasi pohon tumbang di Lapangan Merdeka. Namun, sebutnya, untuk pohon yang tak bisa diselamatkan, akan berusaha diganti dengan bibit pohon trembesi yang baru. "Kalau mana yang bisa dipangkas, kita pangkas dulu. Supaya bisa mengurangi beban dan kembali me-recovery," ujar Akhyar.

Di hadapan Direktur PT Orange Indonesia Mandiri Yogi Asmin, selaku pengelola Merdeka Walk, Wakil Walikota Medan menyebutkan pihaknya tetap membuat saluran air untuk pohon di sana. "Kedepannya kita akan bikin conblock untuk lantai Merdeka Walk ini. Biar pengairannya lebih baik. Jadi enggak kering sampai kayak gini," jelas Akhyar.

Dalam kesempatan itu, Yogi mengungkapkan pihaknya siap menanggung ganti rugi bagi korban peristiwa itu. "Kami bersama-sama dengan pemko siap menanggungjawabinya," ujarnya. (dewantoro/ramita)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!