User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
LPPF 550 3.58%
TCID 500 3.03%
INAF 490 14.33%
Last update: 22 Mei 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
GGRM -2,250 -2.94%
UNVR -1,300 -2.67%
ITMG -575 -3.65%
Last update: 22 Mei 2017
Volume Terbesar
MYRX 826,170,880
BUMI 522,063,392
RIMO 350,266,304
Last update: 22 Mei 2017
Transaksi Tertinggi
BBRI 479,685,655,000
ASII 445,684,635,000
TLKM 422,033,268,000
Last update: 22 Mei 2017
Efek Teraktif
KOBX 26,558 Freq
PGAS 13,898 Freq
BNLI 12,233 Freq
Last update: 22 Mei 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,249.00 13,383.00
SGD 9,530.97 9,628.75
JPY 11,849.57 11,972.62
MYR 3,077.58 3,110.88
CNY 1,926.90 1,946.39
THB 384.59 388.70
HKD 1,701.21 1,718.48
EUR 14,824.31 14,975.58
AUD 9,886.40 9,993.09
GBP 17,187.93 17,363.10
Last update: 24 Mei 2017 11:10 WIB
Internasional
Rabu, 11 Jan 2017 06:47 WIB - http://mdn.biz.id/n/277635/ - Dibaca: 190 kali
Parlemen Turki Lanjutkan Pembahasan Reformasi Konstitusional
Perubahan Konstitusional Polisi anti-huru hara bersitegang dengan para pemrotes yang berusaha bergerak menuju Parlemen Turki saat para anggota dewan bersidang memperdebatkan perubahan konstitusional yang diusulkan di Ankara,Turki, Senin, 9 Januari 2017. (reuters/umit bektas)
MedanBisnis - Ankara. Parlemen Turki, Selasa, memutuskan untuk melanjutkan pembahasan terkait paket reformasi konstitusional yang akan memperluas wewenang Presiden Tayyip Erdogan, suatu langkah menuju sistem kepresidenan eksekutif.
Erdogan beserta para pendukungnya berpendapat bahwa Turki membutuhkan kepemimpinan yang kuat dari sebuah kepresidenan eksekutif untuk mencegah kembalinya koalisi pemerintah yang rentan, namun para lawan politiknya mengkhawatirkan reformasi itu akan memicu terjadinya otoritarianisme.

Pemungutan suara awal, yang merupakan indikator awal dukungan terhadap rancangan itu, disetujui oleh 338 orang anggota, yang menunjukkan bahwa sejumlah perwakilan dari Partai AK yang berkuasa dan pihak oposisi nasionalis MHP, yang mendukung reformasi, tidak menyetujui rancangan itu.

Rancangan kebijakan itu memerlukan dukungan dari setidaknya 330 wakil dari 550 anggota majelis untuk lolos menuju referendum, yang diperkirakan akan dilaksanakan pada musim semi mendatang.

Pihak Partai AK memiliki 316 orang wakil yang memiliki hak pilih, sedangkan MHP sebanyak 39 orang. Di bawah ketentuan reformasi itu, Erdogan akan dapat menunjuk dan menyingkirkan para menteri dalam pemerintahan, merebut kembali kepemimpinan partai berkuasa, dan memerintah hingga 2029.

Pada pembahasan Senin terhadap 18 pasal itu, Perdana Menteri Binali Yildirim mengatakan reformasi itu akan menyelesaikan permasalahan Turki yang memiliki dua kekuasaan eksekutif.

"Perlu satu kekuasaan dalam eksekutif," dia mengatakan kepada majelis. "Dua orang kapten akan menenggelamkan kapal, perlu satu kapten saja". Dari 550 anggota majelis, 480 di antaranya memilih semalam, dengan 134 orang menolak rancangan itu. Suara lainnya abstain atau tidak sah.

Pembahasan terhadap masing-masing pasal dijadwalkan dilakukan pada Selasa dan Partai AK berencana untuk menyelesaikan pembahasan keseluruhan rancangan itu pada 24 Januari.

Rencana itu memberikan prospek pemilu legislatif dan presiden 2019 mendatang hanya dengan batasan kekuasaan maksimal dua kali masa jabatan lima tahun. (ant/reuters)

Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!