User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
GGRM 1,450 2.25%
UNTR 1,300 4.89%
BBCA 600 3.45%
Last update: 26 Apr 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
IBST -510 -18.41%
RDTX -400 -5.56%
PLIN -200 -5.06%
Last update: 26 Apr 2017
Volume Terbesar
BUMI 1,503,310,976
MYRX 1,334,510,336
DEWA 309,301,792
Last update: 26 Apr 2017
Transaksi Tertinggi
BMRI 949,101,395,000
BUMI 650,695,946,200
TLKM 455,915,436,000
Last update: 26 Apr 2017
Efek Teraktif
BUMI 20,342 Freq
JPRS 7,895 Freq
KICI 6,856 Freq
Last update: 26 Apr 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,233.00 13,365.00
SGD 9,479.91 9,580.65
JPY 11,895.90 12,015.64
MYR 3,045.57 3,079.49
CNY 1,920.72 1,939.88
THB 383.68 387.73
HKD 1,700.48 1,717.78
EUR 14,443.82 14,589.23
AUD 9,891.67 9,991.67
GBP 17,009.70 17,187.39
Last update: 27 Apr 2017 11:15 WIB
Hukum
Rabu, 11 Jan 2017 06:51 WIB - http://mdn.biz.id/n/277644/ - Dibaca: 200 kali
Pembunuh Warga Helvetia di Dolok Masihul Dibekuk
MedanBisnis - Dolok Masihul. Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara (Sumut) di awal 2017 atau tepatnya Rabu (4/1) sekitar pukul 20.00 WIB, dikejutkan penemuan mayat seorang pria tua di jalan raya kawasan Desa Sarang Giting, yang ketika itu diduga korban tabrak lari.
Personel Polsek Dolok Masihul yang menerima informasi dari warga segera turun ke lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan dilanjutkan prosedur kepolisian. Sedangkan mayat pria tua itu dibawa ke RS Sultan Sulaiman untuk dilakukan visum luar dan autopsi.

Berdasarkan olah TKP diketahui pria itu bernama Herman Tarigan, berumur 71 tahun, warga Jalan Kampung Raya No 23, Kelurahan Helvetia Medan. Sesuai informasi tempat tinggal korban, kemudian dilakukan penyelidikan intensif dan dalam waktu tiga hari pasca penemuan mayat pria tua tersebut berhasil dibekuk tiga tersangka pembunuhnya.

Tersangka pertama PM alias P (36), warga Jalan Dahlia Raya, Kelurahan Helvetia Medan, ditangkap Sabtu (7/1) sekitar pukul 06.00 WIB di rumahnya. Kedua, JSH alias J (25/sopir), warga Jalan Garu VIII Medan Amplas dan tersangka ketiga seorang wanita yang merupakan pacar JSH, berinisial DLT (34), warga Jalan Melati X, Blok X, Perumnas Helvetia Medan.

Ketiga tersangka ditahan di Mapolsek Dolok Masihul untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, disita barang bukti berupa satu mobil angkutan kota (angkot) Desa Maju BK 7264 DK warna biru yang diduga tempat melakukan eksekusi, seutas tali ada bercak darah, ban di dalam mobil ada bercak darah, satu kotak kunci/bangku tempel berbahan papan ada bercak darah dan pakaian korban ada bercak darah.

Pengakuan para tersangka, motifnya pembunuhan itu sakit hati karena mobil korban yang mereka sewa mogok dan korban marah-marah serta mengancam akan melaporkan mereka ke polisi sebab tidak bertanggung jawab terhadap mobil yang disewa. Karena takut akan dilaporkan ke polisi, korban mereka bunuh saat dalam perjalanan pulang ke Medan.

Kapolres Sergai AKBP Eko Suprihanto didampingi Kapolsek Dolok Masihul AKP Sisworo dan Kasat Reskrim AKP Agustiawan SIK di Mapolsek Dolok Masihul, Senin (9/1) menjelaskan, para pelaku sebelumnya menyewa mobil angkot milik korban. "Merasa mobil angkot korban tersebut tidak dipakai maka terpikir untuk menyewanya dan digunakan mencari penumpang saat tahun baru, " kata Kapolres.

Namun, lanjutnya, karena mobil angkot itu mogok di daerah Pematangsiantar maka para tersangka menghubungi korban, lantas bersama-sama menggunakan mobil angkot Desa Maju BK 7264 DK warna biru milik tetangga korban akan menarik angkot milik korban yang mogok.

Selanjutnya, mobil yang akan ditarik malah terguling di perbatasan Pematangsiantar-Tebingtinggi sehingga akhirnya ditinggalkan. Lantas, mereka bermaksud pulang ke Medan, namun karena di perjalanan korban marah-marah dan mengancam akan melaporkan para tersangka ke polisi akhirnya dibunuh oleh PM dan JSH. Sedangkan DLT, membantu saat menaruh korban di pinggir jalan dan berperan pura-pura mengatur arus lalu lintas saat korban akan dibuang di pinggir jalan.

Dijelaskan Kapolres Sergai AKBP Eko Suprihanto, PM dan JSH memukul korban yang sudah renta menggunakan kotak kunci/bangku tempel yang telah dilapisi ban dalam agar tidak berbekas di tubuh korban. "Pukulan tersebut mengakibatkan organ bagian dalam korban hancur, namun sekilas tidak tampak bekasnya di permukaan badan korban," katanya. (jhonni sitompul)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!