User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
GGRM 1,875 2.97%
UNTR 850 3.45%
ITMG 525 3.14%
Last update: 24 Feb 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
LPPF -575 -3.84%
CTBN -350 -6.73%
MAPI -150 -2.64%
Last update: 24 Feb 2017
Volume Terbesar
ELTY 2,500,325,120
MYRX 2,021,569,408
BUMI 948,517,632
Last update: 24 Feb 2017
Transaksi Tertinggi
BUMI 334,104,850,000
TLKM 273,757,840,000
MYRX 255,501,213,100
Last update: 24 Feb 2017
Efek Teraktif
TRAM 23,381 Freq
BUMI 12,785 Freq
BABP 12,737 Freq
Last update: 24 Feb 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,269.00 13,403.00
SGD 9,418.65 9,519.18
JPY 11,758.09 11,882.09
MYR 2,981.80 3,015.30
CNY 1,932.71 1,952.22
THB 379.33 383.38
HKD 1,709.92 1,727.24
EUR 14,027.99 14,170.99
AUD 10,221.11 10,327.01
GBP 16,640.65 16,816.74
Last update: 24 Feb 2017 11:15 WIB
Showbiz
Rabu, 11 Jan 2017 06:58 WIB - http://mdn.biz.id/n/277655/ - Dibaca: 121 kali
Damien Chazelle Sutradara Muda yang Lagi Bersinar
Damien Chazelle
Untuk seorang pria yang membuat film mengesankan, tak ada yang mengira kalau Damien Chazelle sebenarnya seorang yang pemalu. Film La La Land yang disutradarainya memboyong tujuh penghargaan bergengsi di ajang Golden Globes 2017 yang baru saja berlangsung, Minggu (8/1) malam di AS. Tak mengherankan, ia kini menjadi sorotan dan kesayangan Hollywood.
Berusia 31 tahun, Chazelle menjadi sutradara termuda yang menerima penghargaan bergengsi dan diincar-incar oleh para pembuat film Hollywood. Kritikus film kawakan Anne Thompson mengatakan hal itu seperti dilansir dari AFP.

"Damien Chazelle adalah Quentin Tarantino atau Martin Scorsese versi muda -seorang pembuat film berbakat yang nerd, super cerdas, yang menguasai musik klasik dengan baik lalu didekonstruksi dan menempatkannya lagi dengan gaya penyampaian yang segar," ujar Thompson.

"Ia bukan seorang yang angkuh. Ia bersusah payah untuk mencapai apa yang diraihnya saat ini." Tahun ini bisa jadi tahun yang penting dan mengesankan bagi Chazelle, dan bukan tidak mungkin ia juga akan masuk dalam kancah penghargaan Oscar yang akan datang.

"Pembuatan film ini menghabiskan waktu enam tahun. Semua tampak tak nyata. Semua berasa mimpi sejak hari pertama pengambilan gambar. Dan semua ini [raihan penghargaan] menjadikannya bahkan makin tak nyata," ungkap Chazelle pada media usai Globes 2017.

Demam panggung Lahir di Rhode Island, 19 Januari 1985, Chazelle merupakan anak dari Celia Martin, seorang penulis, dan Bernard Chazelle, seorang Perancis-Amerika yang mahir komputer dan penggemar musik jazz dan blues.

Terinspirasi dari film Glory (1989) karya Edward Zwick sejak kecil, Chazelle selalu ingin menjadi sutradara.

Namun, saat beranjak remaja ia malah mengambil kelas jazz saat duduk di bangku sekolah menengah, dan bahkan terobsesi dengannya dan praktik hingga delapan jam sehari.

Kondisi itu berubah ketika ia mengambil kelas pembacaan visual di Harvard yang membuatnya sadar, bahwa sutradara adalah panggilan hidupnya.

Chazelle menulis, memproduksi, menyutradarai film perdananya, musikal jazz berjudul "Guy and Madeline on a Park Bench" (2009). Saat itu ia masih duduk menyelesaikan gelar sarjananya.

Ia terus bermain drum di Harvard, di mana ia bergabung dalam band bersama Justin Hurwitz, yang kemudian menjadi kru La La Land, dan meraih penghargaan Globes juga berkat lagu City of Stars.

Chazelle mesti mengakui bahwa dirinya pemalu dan kerap mengalami demam panggung. Inilah yang membuatnya kemudian menerima kondisi bahwa itu akan menghambatnya jika menempuh karier di musik.

"Saya tak bisa mengatasi rasa gugup yang datang saat tampil di atas panggung, atau tampil di hadapan banyak orang," ujarnya dalam diskusi roundtable sutradara yang digelar Hollywood Reporter.

Chazelle mengatakan dirinya masih gugup saat menyutradarai, atau melihat layar dan 'kagum dengan para aktor', yang tampak 'lebih baik mengatasinya daripada dirinya sendiri'.

Nostalgia
Pengalamannya sebagai drummer menjadi isnpirasi untuk membuat film ke-duanya Whiplash (2014), yang menggambarkan hubungan penuh ketegangan antara siswa dan muridnya.

Film tersebut mencuri perhatian dengan mendapat sejumlah penghargaan di berbagai festival film, dan bahkan menjadi unggulan di Oscars, antara lain meraih penghargaan untuk aktor pendukung J.K Simmons, nominasi film terbaik dan juga nomine untuk naskah skenario Chazelle.

Usai film itu, ia turut terlibat dalam proses pembuatan film lainnya. Ia turut menulis untuk film "The last Exorcism Part II," dan "Grand Piano" (keduanya 2013). Ia juga terlibat dalam penulisan thriller tahun lalu "10 Cloverfield Lane". Meski di masa-masa itu, ia masih berambisi membuat musikal.

Pada AFP, di 2014 ia mengatakan nostalgianya pada masa keemasan sinema dan komedi musikal, yang menampilkan Jacques Demy, Ginger Rogers, Fred Astaire dan Gene Kelly.

"Mereka generasi terakhir yang menari untuk musik jazz, sebelum rock. Era 1930-an hingga 1960-an adalah masa yang berarti bagi saya, tidak hanya sinematik tapi juga musikal," ujarnya.

Proyek berikutnya, Chazelle dalam tahap pembuatan film "First Man", biopik tentang Neil Armstrong, dengan pengambilan gambar dimulai awal tahun ini. Ryan Gosling, bintang La La Land, akan menjadi pemeran untuk astronaut ikonik itu. (rah/afp/cnn )
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!