User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
GGRM 1,875 2.97%
UNTR 850 3.45%
ITMG 525 3.14%
Last update: 24 Feb 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
LPPF -575 -3.84%
CTBN -350 -6.73%
MAPI -150 -2.64%
Last update: 24 Feb 2017
Volume Terbesar
ELTY 2,500,325,120
MYRX 2,021,569,408
BUMI 948,517,632
Last update: 24 Feb 2017
Transaksi Tertinggi
BUMI 334,104,850,000
TLKM 273,757,840,000
MYRX 255,501,213,100
Last update: 24 Feb 2017
Efek Teraktif
TRAM 23,381 Freq
BUMI 12,785 Freq
BABP 12,737 Freq
Last update: 24 Feb 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,269.00 13,403.00
SGD 9,418.65 9,519.18
JPY 11,758.09 11,882.09
MYR 2,981.80 3,015.30
CNY 1,932.71 1,952.22
THB 379.33 383.38
HKD 1,709.92 1,727.24
EUR 14,027.99 14,170.99
AUD 10,221.11 10,327.01
GBP 16,640.65 16,816.74
Last update: 24 Feb 2017 11:15 WIB
INDAG
Rabu, 11 Jan 2017 07:45 WIB - http://mdn.biz.id/n/277675/ - Dibaca: 330 kali
Hanya Dicabut Subsidinya
Kemen ESDM Tegaskan Tidak Ada Kenaikan TDL
MedanBisnis - Medan. Kementerian ESDM menegaskan tidak adanya kenaikan tarif dasar listrik (TDL), hanya ada penyesuaian tarif per 1 Januari 2017 pada pelanggan 900 VA ke 1.300 VA. Pelanggan 900 VA itu merupakan pelanggan rumah tangga mampu (RTM) yang subsidinya dicabut.
"Di sini, saya tegaskan bahwa sebenarnya tidak ada kenaikan tarif listrik itu. Seperti pada pemberitaan berbagai media massa nasional. Sebenarnya, itu penyesuaian tarif listrik pada pelanggan 900 VA RTM itu yang sudah dicabut subsidinya dinaikan menjadi golongan tarif 1.300 VA," kata Kasubdit Harga Tenaga Listrik Dirjend Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman P Hutajulu, diampingi Kepala Divisi Niaga PT PLN Pusat Benny Marbun, dalam Acara Sosialisasi Subsidi Listrik Tepat Sasaran dan Mekanisme Pengaduan oleh PT PLN Wilayah Sumut di Hotel Emerald Garden, Selasa (10/1).

Jisman mengatakan bahwa tidak ada kenaikan tarif listrik seperti yang dimaksud. Karena hanya penyesuaian tarif 900 VA RTM itu menjadi tarif 1.300 VA, yang dilakukan. "Program subsidi tepat sasaran ini juga berdasarkan UU No 30/2007 tentang Energi, UU No 30/2009 tentang Ketenagalistrikan, hasil kesimpulan Raker Menteri ESDM dengan DPR RI pada 22 September 2016 yang menyetujui pencabutan subsidi listrik 900 VA bagi golongan rumah tangga yang ekonominya mampu dengan data akurat," ujar Benny menambahkan.

Selain itu, jelas Jisman, ditambah lagi penerbitan Peraturan Menteri ESDM dalam rangka subsidi listrik tepat sasaran 900 VA dengan Permen ESDM No 28/2016 tentang tarif tenaga listrik yang disediakan oleh PLN untuk 900 VA RTM mulai 1 Januari 2017 tarifnya disesuaikan tarif keekonomian dan 900 VA Rumah Tangga miskin tetap diberikan subsidi. Lalu, Permen ESDM No 29/2016 tentang mekanisme pemberian subsidi tarif tenaga listrik untuk rumah tangga.

Dalam penyesuaian tarif tenaga listrik (TTL) 900 VA RTM itu, Jisman menjelaskan secara bertahap akan naik. Mulai pada Desember 2016 sebesar Rp 586, Januari-Februari Rp 774, Maret-April Rp 1.023 hingga Mei-Desember Rp 1.352 sesuai tarif tenaga listrik keekonomian.

"Dari hasil pemadanan data PT PLN rumah tangga miskin dan rentan miskin 900 VA sebanyak 3,9 juta pelanggan dan sekitar 196.000 pelanggan perlu validasi dari total 4,1 juta pelanggan.

196.000 pelanggan itu tergolong pada pelanggan baru miskin yang belum dialiri listrik atau orangnya tidak ada sudah pindah rumah ataupun meninggal," jelasnya.

Benny dalam penjelasannya menuturkan bahwa subsidi tepat sasaran ini hanya bagi 900 VA RTM, sedangkan pada konsumen 900 VA lainnya sosial, UMKM, bisnis kecil dan industri kecil, kantor pemerintahan masih tetap bersubsidi.

"Subsidi ini lebih kepada pemberian subsidi kepada yang berhak dan tepat sasaran sesuai program pemerintah. Itu yang perlu kita pastikan sesuai dengan kriteria rumah tangga miskin dari Kementerian Sosial melalui Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K)," jelasnya.

Benny menegaskan selama ini ada ketimpangan antara penerima subsidi dengan yang mampu dan miskin.

"Disini yang mau kita perbaiki. Maka sesuai dengan perintah Presiden juga bahwa pendataan harus dilakukan secara hati-hati. Maka kita, PLN dengan tim TNP2K melakukan pendataan dengan cermat satu per satu ke masyarakat," tegasnya. (sulaiman achmad)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!