User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
TCID 1,200 7.84%
FORZ-W 327 32700%
INKP 240 13.04%
Last update: 28 Apr 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
UNVR -1,250 -2.73%
JECC -700 -11.48%
ITMG -500 -2.55%
Last update: 28 Apr 2017
Volume Terbesar
MYRX 1,336,184,960
BUMI 482,200,512
BIPI 435,902,912
Last update: 28 Apr 2017
Transaksi Tertinggi
TLKM 547,736,630,000
ASII 261,678,960,000
INDY 248,406,638,000
Last update: 28 Apr 2017
Efek Teraktif
INDY 13,026 Freq
BUMI 8,233 Freq
DOID 6,268 Freq
Last update: 28 Apr 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,260.00 13,394.00
SGD 9,496.53 9,594.56
JPY 11,929.82 12,051.47
MYR 3,048.28 3,081.21
CNY 1,923.66 1,943.10
THB 382.90 386.89
HKD 1,704.37 1,721.82
EUR 14,410.97 14,561.96
AUD 9,902.57 10,009.34
GBP 17,114.68 17,292.99
Last update: 28 Apr 2017 11:10 WIB
Agribisnis
Rabu, 11 Jan 2017 08:13 WIB - http://mdn.biz.id/n/277703/ - Dibaca: 257 kali
Harga Bagus, Sumut Perlu Genjot Produksi Kopi
MedanBisnis - Medan. Peningkatan konsumsi kopi dunia yang tidak diimbangi dengan pasokan bahan baku, membuat peluang pasarnya semakin tinggi. Permintaan tinggi ini juga mulai diikuti dengan tren harga yang bagus. Tentunya, Sumatera Utara (Sumut) yang memiliki potensi besar di pertanaman kopi, harus membidik kesempatan ini.
Karena itu, penambahan areal pertanaman harus menjadi "PR" besar terutama di daerah-daerah yang sangat potensial.

"Tentu harus dilakukan perluasan areal tanam untuk menghasilkan produksi yang lebih banyak. Terlebih tren harga kopi akhir-akhir ini sangat bagus," kata pengamat ekonomi Sumut Gunawan Benjamin, Selasa (10/1) di Medan.

Setelah mengalami penurunan sejak November 2016, harga kopi dalam beberapa hari terakhir terlihat menguat. Saat ini, kopi untuk jenis arabika dijual di kisaran harga US$ 140 per ton. Membaik dibandingkan harga sepekan lalu di kisaran US$ 133 per ton.

Sementara untuk kopi jenis robusta, harganya masih bertahan mahal sejak Agustus 2016 silam. Kopi robusta saat ini diperdagangkan di harga US$ 2.154 per ton.

Namun, dalam kurun waktu lebih dari sembilan tahun terakhir, harga kopi arabika masih belum mampu menguat ke harga US$ 294 per ton yang pernah di capai pada Maret 2011. Berbeda dengan kopi robusta yang meskipun relatif polanya tidak jauh berbeda dalam lima tahun terakhir.

Namun kopi jenis ini mampu berbalik arah dengan mengalami penguatan yang cepat dan saat ini bertengger di kisaran harga yang tak jauh berbeda dibandingkan dengan perolehan harga tertinggi di tahun 2012 silam.

Menurut Gunawan, tren harga yang mulai bagus ini juga bisa menjadi pertimbangan dalam pengembangan atau perluasan areal pertanaman kopi.

Terlebih permintaan dari luar negeri (ekspor) diperkirakan terus meningkat sebagai dampak konsumsi kopi telah menyasar semua kalangan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perkebunan Sumut Herawati mengatakan, Sumut memang memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan areal pertanaman kopi. Bahkan, perkiraannya mencapai 850.000 hektare.

Namun, pengembangan kopi di Sumut memiliki berbagai permasalahan, seperti produktivitas dan mutu biji yang dihasilkan masih rendah. Itu dipengaruhi oleh penggunaan varietas benih, serangan hama PBKo, rendahnya penguasaan teknologi budidaya, serta perlakuan saat panen dan pasca panen.

Juga niche market atau speciality coffee belum dikelola secara optimal.

"Masalah lainnya karena sebagian besar produk yang dihasilkan diekspor berupa kopi biji (green bean). Hal ini membuat nilai keekonomiannya lebih rendah dan akhirnya berpengaruh pada harga yang sampai ke petani," sebut Herawati.

Begitupun, kata dia, melihat peluang yang semakin tinggi, tentunya penambahan areal tanam kopi terus dilakukan. Karena itu bukan hanya memberikan keuntungan pada petani. Tapi akan ikut berkontribusi terhadap perekonomian Sumut.

Data Dinas Perkebunan Sumut, luas areal pertanaman kopi arabika di Sumut tercatat 61.231,44 hektare dengan produksi sebanyak 49.176,51 ton. Sentra kopi arabika ada di Mandailing Natal, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Samosir, Simalungun, Tapanuli Selatan dan Kabupaten Pakpak Bharat.

Produtivitasnya mencapai 1.137 kg per hektare per tahun.

Sementara luas areal kopi robusta yakni 20.853,81 hektare dengan produksi 8.887,52 ton. Daerah penghasil kopi robusta di Sumut adalah Dairi, Tapanuli Selatan, Deliserdang dan Pakpak Bharat dengan produktivitas mencapai 693,28 kg per hektare per tahun. (elvidaris simamora)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!