User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
UNTR 825 3.75%
BRAM 800 12.9%
UNVR 800 1.94%
Last update: 24 Jan 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
PTBA -400 -3.42%
ITMG -325 -2.15%
BLTZ -200 -2.5%
Last update: 24 Jan 2017
Volume Terbesar
ENRG 5,616,708,096
MYRX 1,236,487,936
BUMI 1,192,319,872
Last update: 24 Jan 2017
Transaksi Tertinggi
BUMI 561,502,486,528
TLKM 444,253,732,864
ENRG 338,556,157,952
Last update: 24 Jan 2017
Efek Teraktif
ENRG 25,121 Freq
BUMI 13,346 Freq
LMAS 12,454 Freq
Last update: 24 Jan 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,263.00 13,397.00
SGD 9,361.90 9,457.82
JPY 11,750.69 11,877.83
MYR 2,989.86 3,022.11
CNY 1,940.99 1,960.60
THB 376.68 380.70
HKD 1,709.83 1,727.13
EUR 14,273.64 14,423.21
AUD 10,078.55 10,193.78
GBP 16,633.13 16,803.86
Last update: 24 Jan 2017 11:03 WIB
UKM
Rabu, 11 Jan 2017 08:22 WIB - http://mdn.biz.id/n/277709/ - Dibaca: 78 kali
Bisnis Manis Arumanis Rp 200 Juta Sebulan
MedanBisnis - Jakarta. Tahun 2000, Ardi Sahami, orang memanggilnya Haji Ardi, masih seorang sales camilan arumanis atau yang lebih populer dikenal dengan gulali. Saat itu, dirinya menjajakan panganan yang berbahan baku gula ini dari satu pintu ke pintu, dari satu warung ke warung, berkeliling Kota Yogyakarta.
Masih di kota yang sama, pada 2004 Ardi memutuskan keluar dari pekerjaan dan mulai menekuni bisnis arumanis yang dikelolanya sendiri.

Pengalaman selama menjadi sales, membuat Ardi lebih mudah membangun jaringan pemasaran.

Menurut Ardi, bisnis makanan seperti gulali memang tak ada habisnya. Meski tergolong makanan ringan tempo dulu, semua kalangan dari anak-anak sampai orang tua, menyukai panganan yang berbentuk rambut dengan rasa manis legit ini.

"Dulu tahun 2000 saya masih jadi sales. Baru tahun 2004 mulai bisnis sendiri, beli mesin sendiri dan mengontrak rumah untuk usaha dengan modal Rp 20 juta," kata Ardi kepada wartawan, baru-baru ini.

Lambat laun, usahanya semakin berkembang seiring pemasaran arumanis pabrikannya yang semakin meluas, bahkan hingga keluar kota Yogyakarta. Dari pengerjaannya yang awalnya dilakukan sendiri, kini Ardi memiliki 20 karyawan dan omzet sekitar Rp 200 juta setiap bulannya.

"Sekarang omzet bisa Rp 200 juta dalam sebulannya dengan karyawan 20 orang, termasuk di bagian penjualan. Penjualan selain di Yogyakarta, saat ini sudah sampai Solo, sampai daerah Banyuwangi," jelas Ardi.

Berbekal pengalamannya menjadi sales di produk makanan yang sama, Ardi menggunakan strategi penjualan langsung ke beberapa pasar tradisional, warung-warung, warnet, toko buah, apotek, toko oleh-oleh, restoran, supermarket, sampai di SPBU di 8 kota.

Dengan label dagang Sempe Arumanis, Ardi menjual panganan yang identik dengan warna merah muda terang tersebut dengan harga kisaran Rp 5.000 hingga Rp 20.000.

"Sekarang satu hari saja habis 300 kilogram gula, saya pakai gula rafinasi untuk bahan bakunya. Saya coba untuk pasarkan arumanis ini di luar Pulau Jawa," ucap Ardi.

Menurut Ardi, meski sekarang usahanya terbilang besar, bukan berarti berjalan mulus tanpa kendala. "Kadang distributor ini nggak konsisten dalam penjualannya.

Akhirnya tagihannya pun lama, kalau pembayaran macet kan paling susah. Selain itu juga faktor sales yang terkadang tidak jujur," pungkasnya. (dtf)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!