User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
UNTR 1,450 5.9%
UNIC 1,235 24.75%
PLIN 410 10.02%
Last update: 29 Mei 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
NIKL -925 -15.1%
GGRM -875 -1.18%
UNVR -375 -0.79%
Last update: 29 Mei 2017
Volume Terbesar
MYRX 930,247,680
RIMO 798,920,832
BUMI 416,646,208
Last update: 29 Mei 2017
Transaksi Tertinggi
BBCA 366,951,882,500
TLKM 305,574,139,000
BJBR 186,320,654,000
Last update: 29 Mei 2017
Efek Teraktif
BAPA 18,105 Freq
INPC 13,181 Freq
PKPK 9,242 Freq
Last update: 29 Mei 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,245.00 13,379.00
SGD 9,572.16 9,672.50
JPY 11,895.99 12,018.51
MYR 3,100.42 3,133.99
CNY 1,928.00 1,947.51
THB 388.64 392.81
HKD 1,699.45 1,716.69
EUR 14,789.37 14,943.01
AUD 9,864.88 9,966.02
GBP 16,976.12 17,149.20
Last update: 29 Mei 2017 11:10 WIB
Ekonomi
Kamis, 12 Jan 2017 06:51 WIB - http://mdn.biz.id/n/277790/ - Dibaca: 116 kali
Rusia 4 Kali Tolak Ikan RI
MedanBisnis - Jakarta. Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) mengungkapkan bahwa sepanjang tahun lalu, ikan dari Indonesia yang diekspor ke Rusia ditolak masuk hingga 4 kali.
Rusia adalah negara yang paling banyak menolak ikan dari Indonesia pada tahun 2016. Ikan Indonesia ditolak masuk karena dianggap tidak memenuhi standar keamanan pangan di Rusia.

Badan Karantina setempat menemukan kandungan logam berat dalam ikan asal Indonesia. "Ada 4 kasus di Rusia tahun lalu.

Persoalannya minyak ikan dan merkuri di dalamnya," kata Kepala BKIPM Rina dalam konferensi pers di KKP, Jakarta, Rabu (11/1).

Meski demikian, menurut Rina, angka penolakan ekspor hasil perikanan per negara mitra pada 2016 tergolong rendah. Rata-rata jauh di bawah 10 kasus per negara. "Yang terbesar 4 kasus di Rusia, ada beberapa kasus juga di Eropa," ungkapnya.

Tapi angka penolakan terhadap ikan dari Indonesia masih lebih rendah dibanding negara-negara tetangga seperti Vietnam, India, dan Thailand.

Misalnya di Uni Eropa, Indonesia total hanya mengalami 7 penolakan pada 2016 lalu.

Dari 7 kasus itu, 1 kasus di Jerman, 1 kasus di Spanyol, 1 kasus di Italia, 2 kasus di Belanda, dan 2 kasus di Perancis.

Sedangkan Vietnam total mengalami penolakan hingga 32 kali di Uni Eropa, India 31 kali, dan Thailand 19 kali."Vietnam 32 kasus, India 31 kasus, Thailand 19 kasus. Total kasus untuk Indonesia 7 kasus," paparnya.

Angka penolakan juga amat rendah bila dibandingkan dengan jumlah pengiriman. Total ada sekitar 86.000 kali pengiriman ikan ke luar negeri.

"Jadi hanya nol koma nol sekian persen yang terkena kasus," tutur Rina. (dtf)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!