User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
RDTX 1,200 11.11%
UNTR 550 2.3%
PTBA 425 3.98%
Last update: 20 Feb 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
UNVR -500 -1.17%
GGRM -300 -0.49%
NIKL -300 -10.27%
Last update: 20 Feb 2017
Volume Terbesar
MYRX 1,644,618,496
ELTY 1,231,349,760
ENRG 1,169,555,200
Last update: 20 Feb 2017
Transaksi Tertinggi
MYRX 211,300,550,200
BUMI 202,899,291,600
BMRI 202,770,420,000
Last update: 20 Feb 2017
Efek Teraktif
BMTR 17,402 Freq
SDPC 15,404 Freq
MCOR 14,037 Freq
Last update: 20 Feb 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,285.00 13,419.00
SGD 9,362.23 9,458.66
JPY 11,741.05 11,861.58
MYR 2,979.37 3,011.45
CNY 1,932.56 1,952.05
THB 379.46 383.40
HKD 1,711.68 1,728.96
EUR 14,094.06 14,241.58
AUD 10,185.61 10,301.77
GBP 16,492.00 16,662.37
Last update: 20 Feb 2017 11:04 WIB
Hukum
Kamis, 12 Jan 2017 06:59 WIB - http://mdn.biz.id/n/277797/ - Dibaca: 106 kali
Didakwa Membantu Aborsi
Bidan Budi Mulia Dituntut 18 Bulan Penjara
MedanBisnis - Medan. Ria Ayu Diah Lestari, bidan yang bekerja di Klinik Budi Mulia, Sunggal, dituntut hukuman 18 bulan penjara dalam persidangan Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (11/1), karena menurut jaksa penuntut umum (JPU) terbukti membantu melakukan aborsi.
Tuntutan yang dibacakan JPU Kadlan Sinaga di hadapan majelis hakim diketuai Sabarulina di Ruang Cakra VII Gedung PN Medan itu menyebutkan, dalam fakta persidangan terdakwa terbukti turut membantu dr Jihar Sinaga dan dr Erikson Sinaga yang telah terlebih dahulu di tuntut pada persidangan sebelumnya.
Ria Ayu Diah Lestari juga diwajibkan membayar denda Rp 1 juta dengan subsider tiga bulan kurungan.

"Ayu turut membantu kedua dokter saat melakukan aborsi terhadap Lisda Boru Harahap yang lagi hamil tiga minggu, tepatnya 9 Mei 2016 di Klinik Budi Mulia, Medan Sunggal," ujar Kadlan.

Saat itu, petugas menemukan baskom penuh gumpalan darah dan peralatan medis untuk aborsi dalam suatu ruangan di dalam salah satu kamar di dalam klinik.
Usai membacakan tuntutan, pihak terdakwa langsung mengajukan pledoi atas tuntutan jaksa.

Sebelumnya, JPU Kadlan Sinaga menuntut dr Hisar Sinaga dan Erikson Sinaga dari Klinik Budi Mulia, Medan Sunggal masing-masing hukuman penjara satu tahun enam bulan dan tiga tahun. Mereka didakwa melanggar pasal 75 ayat 2 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Pada persidangan sebelumnya, terungkap bahwa saksi korban mengakui sebelum ke Klinik Budi Mulia terlebih dahulu berobat ke Klinik Ridho di Jalan Medan-Binjai Km 12 Desa Sei Semayang.

Saat itu korban merasa sakit perut ditangani dr Nova, tapi setelah diberi obat korban malah pendarahan. Kemudian dr Nova menyarankan korban berobat ke Klinik Budi Mulia yang lokasinya tidak jauh dari Klinik Ridho.

Menurut korban, setelah ditangani dr Jihar Sinaga di Klinik Budi Mulia akhirnya praktik aborsi itu berhasil diungkap aparat kepolisian. Selain dr Jihar, turut diamankan dr Erinson Sinaga pemilik Klinik Budi Mulia berikut Ria Ayu Lestari bidan di klinik tersebut.

Di persidangan, dr Nova membantah memberi obat jenis sikotek (obat yang bisa menggugurkan janin), namun dia hanya memberi obat paracetamol dan hetamosul. "Obat itu hanya memberi pereda rasa sakit pada perut," ujarnya.

Ketika hakim menyodorkan kopi resep sikotek yang dikeluarkan dr Nova, dia membantahnya. "Saya tidak pernah memberi jenis obat itu, Pak Hakim," ujar dr Nova.

Memang korban pernah minta kandungannya digugurkan, tapi dr Nova tidak menyanggupinya. "Coba tanya di klinik lain," ujarnya ketika itu.
Polisi juga menemukan gumpalan darah di dalam baskom saat melakukan penggerebekan di Klinik Budi Mulia, Jalan Medan-Binjai Km 13, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, pada 9 Mei 2016 sekitar pukul 09.00 WIB.

"Saat tim kita melakukan penggerebekan, menemukan gumpalan darah di dalam baskom dengan posisi korban Lisda Hariani Harahap di meja persalinan," ungkap kedua polisi yang menjadi saksi pada persidangan sebelumnya.

Kedua polisi itu menjelaskan, mereka melakukan penggerebekan pada pukul 09.00 WIB, karena mendapat informasi akan ada seorang perempuan melakukan aborsi. "Sebelum melakukan penggerebekan sudah terlebih dahulu memantau. Setelah pas, langsung dilakukan penggerebekan dan menemukan Lisda Hariani Harahap sedang dalam posisi mengangkang di tempat persalinan," paparnya.

Kedua polisi yang melakukan penggerebekan itu juga mendapati dr Jihar dibantu seorang bidan melakukan aborsi di dalam Klinik Budi Mulia, sedangkan dr Erinson sedang menangani pasien tidak jauh dari tempat persalinan tersebut.
Selain menemukan gumpalan darah, polisi juga menemukan barang bukti berupa alat medis yang dipakai terdakwa melakukan aborsi. (zahendra)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!