User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
ITMG 675 3.52%
UNVR 650 1.53%
PLIN 610 17.48%
Last update: 24 Mar 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
JECC -975 -13.98%
GGRM -525 -0.8%
LPPF -350 -2.46%
Last update: 24 Mar 2017
Volume Terbesar
MYRX 1,728,513,408
SRIL 983,205,888
MAMI 803,876,800
Last update: 24 Mar 2017
Transaksi Tertinggi
SRIL 322,001,207,296
BMRI 301,579,650,000
TLKM 293,422,333,952
Last update: 24 Mar 2017
Efek Teraktif
SRIL 21,783 Freq
MAMI 20,137 Freq
STAR 9,553 Freq
Last update: 24 Mar 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,247.00 13,381.00
SGD 9,490.61 9,588.68
JPY 12,000.18 12,124.86
MYR 3,001.81 3,036.31
CNY 1,928.21 1,947.72
THB 384.08 388.19
HKD 1,705.53 1,722.80
EUR 14,365.05 14,515.71
AUD 10,096.86 10,201.67
GBP 16,583.92 16,753.01
Last update: 27 Mar 2017 11:06 WIB
Internasional
Kamis, 12 Jan 2017 07:09 WIB - http://mdn.biz.id/n/277812/ - Dibaca: 89 kali
Prakiraan Bank Dunia
Pertumbuhan Ekonomi Global Naik pada 2017
MedanBisnis - Washington. Bank Dunia mengatakan dalam laporan terbarunya pada Selasa,ekonomi global diperkirakan akan melihat pemulihan moderat di tahun-tahun mendatang, dengan tingkat pertumbuhan pada 2017 dan 2018 masing-masing 2,7% dan 2,9%.
Tingkat pertumbuhan pada 2017 itu lebih cepat daripada perkiraan pertumbuhan 2,3% pada 2016, namun 0,1 persentase poin lebih rendah dari proyeksi yang dibuat pada 2016, kata Bank Dunia dalam Prospek Ekonomi Global terbarunya.

Pemberi pinjaman yang berbasis di Washington itu mengaitkan sedikit percepatan dalam pertumbuhan dengan perbaikan di negara-negara emerging market dan negara-negara berkembang, karena mereka diharapkan melihat berkurangnya "headwinds" (situasi yang membuat pertumbuhan lebih sulit), terutama menguatnya harga-harga komoditas.

Bank memperkirakan negara-negara emerging market dan negara-negara berkembang tumbuh 4,2% pada 2017 dan 4,6% pada 2018, meningkat dari 3,4% pada 2016.

Ekonomi negara-negara tersebut diperkirakan akan memberikan kontribusi 1,6% terhadap pertumbuhan global pada 2017, atau sekitar 60% dari pertumbuhan global untuk pertama kalinya sejak 2013.

Bank Dunia mempertahankan proyeksinya untuk pertumbuhan ekonomi China tidak berubah, dengan pertumbuhan 2017 sebesar 6,5% dan untuk 2018 sebesar 6,3%. Ekonomi Tiongkok akan melanjutkan pertumbuhan yang berkelanjutan karena negara tersebut sedang melakukan "rebalancing" (penyeimbangan kembali) dari manufaktur ke jasa-jasa, meskipun muncul kembali kekhawatiran untuk pasar properti, kata bank.

Berbeda dengan pertumbuhan relatif ringan yang terlihat di negara-negara emerging market, negara-negara maju akan terus tumbuh tidak terlalu bagus di tahun-tahun mendatang.

"Negara-negara maju terus menderita oleh lemahnya pertumbuhan yang mendasari dan inflasi rendah, sementara ketidakpastian tentang arah kebijakan ke depan meningkat," kata Bank Dunia. Bank meramalkan negara maju tumbuh 1,8% baik pada 2017 maupun pada 2018, sedikit naik dari 1,6% pada 2016.

Ekonomi AS diperkirakan tumbuh 2,2% pada 2017 dan 2,1% pada 2018. Tapi bank menambahkan bahwa kebijakan AS kemungkinan akan mengalami perubahan di bawah pemerintahan AS yang baru, yang bisa memiliki implikasi signifikan bagi AS dan ekonomi global.

Menurut estimasi Bank Dunia, jika proposal pemotongan pajak pemerintahan baru sepenuhnya dilaksanakan, langkah-langkah ini bisa meningkatkan proyeksi pertumbuhan PDB AS menjadi 2,2-2,5% pada 2017 dan 2,5-2,9% pada 2018, tanpa mempertimbangkan perubahan kebijakan tambahan oleh pemerintahan .

Namun, juga memperingatkan bahwa ketidakpastian tinggi tentang inisiatif kebijakan potensial bisa memundurkan investasi global yang sudah lemah.
"Ada ketidakpastian yang cukup besar sekitar proyeksi-proyeksi 'baseline' untuk pertumbuhan global, di mana risiko-risiko penurunan masih mendominasi," kata Bank Dunia. Ketidakpastian kebijakan telah meningkat menyusul hasil pemilu di AS dan Inggris, katanya.

Ketidakpastian kebijakan, bersama-sama dengan gangguan pasar keuangan di tengah kondisi pembiayaan global yang lebih ketat, dapat menguat dalam jangka menengah akibat meningkatnya kecenderungan proteksionis, potensi pertumbuhan lebih lambat dan bertahannya kerentanan di beberapa negara emerging market, kata bank.

Bank Dunia menyerukan negara-negara maju untuk memperkenalkan kebijakan-kebijakan fiskal yang lebih mendukung, dan menyarankan negara-negara emerging market untuk menemukan keseimbangan yang tepat antara penyesuaian fiskal, langkah-langkah untuk mengurangi kerentanan, dan reformasi berorientasi pada pertumbuhan. (ant/xinhua)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!