User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
GGRM 1,450 2.25%
UNTR 1,300 4.89%
BBCA 600 3.45%
Last update: 26 Apr 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
IBST -510 -18.41%
RDTX -400 -5.56%
PLIN -200 -5.06%
Last update: 26 Apr 2017
Volume Terbesar
BUMI 1,503,310,976
MYRX 1,334,510,336
DEWA 309,301,792
Last update: 26 Apr 2017
Transaksi Tertinggi
BMRI 949,101,395,000
BUMI 650,695,946,200
TLKM 455,915,436,000
Last update: 26 Apr 2017
Efek Teraktif
BUMI 20,342 Freq
JPRS 7,895 Freq
KICI 6,856 Freq
Last update: 26 Apr 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,233.00 13,365.00
SGD 9,479.91 9,580.65
JPY 11,895.90 12,015.64
MYR 3,045.57 3,079.49
CNY 1,920.72 1,939.88
THB 383.68 387.73
HKD 1,700.48 1,717.78
EUR 14,443.82 14,589.23
AUD 9,891.67 9,991.67
GBP 17,009.70 17,187.39
Last update: 27 Apr 2017 11:15 WIB
Internasional
Kamis, 12 Jan 2017 07:13 WIB - http://mdn.biz.id/n/277813/ - Dibaca: 191 kali
Pidato Perpisahan Obama:
Selamatkan Demokrasi dari Ancaman Kebencian Rasial
Pidato Perpisahan Presiden Barack Obama didampingi oleh ibu negara Michelle Obama dan putri Malia, Wapres Joe Biden dan istrinya Jill Biden, setelah pidato perpisahannya di Chicago, Illinois, Selasa,10 Januari 2017. (reuters/jonathan ernst)
MedanBisnis - Chicago. Presiden Obama mengingatkan dalam pidato perpisahannya Selasa malam waktu setempat (Rabu WIB) bahwa hanya komitmen masyarakat yang diperbaharui yang dapat menyelamatkan demokrasi Amerika dari ancaman dislokasi ekonomi, kebencian rasial dan memburuknya kondisi keberpihakan yang terjadi.
"Itu yang diperlukan demokrasi kita: demokrasi membutuhkan kalian semua. Bukan hanya pada saat pemilu, bukan hanya ketika kepentingan sempit kalian sedang berada di atas angin, namun sepanjang zaman," kata Obama di hadapan massa yang berjumlah sekitar 18.000 orang di kampung halamannya Chicago.

"Jika kamu lelah berdebat dengan orang-orang asing di internet, cobalah berbicara dengan salah satu dari mereka dalam kehidupan nyata. Jika sesuatu perlu memperbaiki, maka ikatlah tali sepatumu dan lakukan sesuatu.

Jika Anda kecewa dengan para pejabat, ambillah clipboard, carilah beberapa tanda tangan dan jalankan kantormu sendiri. Muncul. Tenggelam . Kadang-kadang kamu menang. Kadang-kadang kamu kalah, " kata Presiden.

Presiden Obama menyampaikan pidato perpisahan di Chicago, merefleksikan masa jabatannya selama dua periode.

"Dari semua sisi, Amerika merupakan yang terbaik, menjadi tempat yang lebih kuat," dibandingkan delapan tahun lalu, kata Obama.

Tetapi dia memperingatkan "demokrasi terancam ketika kita tidak menghargainya".

Dia meminta warga Amerika dari segala latar belakang untuk mempertimbangkan sesuatu dari pandangan masing-masing, dan mengatakan "Kita harus memberikan perhatian dan mendengar".

Presiden kulit hitam pertama di AS ini, yang sekarang berusia 55 tahun, terpilih pada 2008 dengan pesan untuk memberikan harapan dan perubahan.

Penggantinya, Presiden terpilih Donald Trump, telah berjanji untuk mencabut beberapa kebijakan Obama.

Trump akan dilantik pada 20 Januari mendatang. Dengan nada suara yang lebih tinggi, Obama mengatakan peralihan kekuasaan yang damai antar presiden merupakan sebuah "tanda" dari demokrasi Amerika.

Tetapi dia mengatakan, "Demokrasi kita tidak akan bekerja tanpa sebuah kesadaran bahwa setiap orang memiliki kesempatan ekonomis".

Kembali ke Chicago, ketika dia pertama kali mendeklarasikan kemenangannya pada 2008, Obama menyampaikan pesan terakhir kepada warga Amerika setelah masa kampanye yang memecah belah warga selama pemilu yang memenangkan Donald Trump dari Hillary Clinton.

Dia mengatakan dia ingin kembali "di mana semua di mulai" bagi dia dan ibu negara Michelle Obama, dibandingkan menyampaikan pidato dari Gedung Putih. Pidato yang ditujukan bagi semua warga Amerika, termasuk pendukung Trump, seperti disampaikan oleh Gedung Putih.

Perjalanan Obama ke Chicago merupakan yang terakhir sebagai presiden, dan yang ke 445 kali dengan menggunakan pesawat kepresidenan Air Force One.
Dia mengatakan pernah tinggal di kota itu sebagai anak muda, "masih berupaya untuk mencari siapa saya, mencari tujuan hidup saya," bahwa dia "menyaksikan kekuatan keyakinan dan harga diri orang-orang dalam menghadapi kesulitan dan kehilangan".

Lebih dari 20.000 orang diperkirakan hadir dalam acara yang berlangsung di McCormick Place, yang merupakan pusat konferensi yang terbesar di Amerika Utara dan merupakan lokasi pidato Obama ketika mengalahkan Mitt Romney dalam pemilu 2012 lalu.

Tiket diberikan secara gratis, tetapi dijual secara online lebih dari $1.000 atau sekitar Rp13 juta beberapa jam sebelum pidato. Ibu negara Michelle Obama, Wakil Presiden Joe Biden dan istrinya Jill Biden hadir dalam acara tersebut. (ds/ap/bbc)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!