User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
LPPF 550 3.58%
TCID 500 3.03%
INAF 490 14.33%
Last update: 22 Mei 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
GGRM -2,250 -2.94%
UNVR -1,300 -2.67%
ITMG -575 -3.65%
Last update: 22 Mei 2017
Volume Terbesar
MYRX 826,170,880
BUMI 522,063,392
RIMO 350,266,304
Last update: 22 Mei 2017
Transaksi Tertinggi
BBRI 479,685,655,000
ASII 445,684,635,000
TLKM 422,033,268,000
Last update: 22 Mei 2017
Efek Teraktif
KOBX 26,558 Freq
PGAS 13,898 Freq
BNLI 12,233 Freq
Last update: 22 Mei 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,229.00 13,361.00
SGD 9,544.04 9,640.67
JPY 11,847.57 11,971.15
MYR 3,090.89 3,125.38
CNY 1,925.67 1,944.89
THB 387.83 391.93
HKD 1,697.57 1,714.53
EUR 14,808.54 14,957.64
AUD 9,827.82 9,932.57
GBP 17,042.92 17,216.98
Last update: 26 Mei 2017 11:23 WIB
Metropolitan
Kamis, 12 Jan 2017 07:29 WIB - http://mdn.biz.id/n/277833/ - Dibaca: 171 kali
Guru Keluhkan Keterlambatan Pembayaran Gaji
MedanBisnis - Medan. Beberapa sekolah di Kota Medan mengeluhkan keterlambatan pembayaran gaji guru untuk Januari 2017. Hal itu disampaikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 1 Medan Buang Agus.
Ia menyebutkan, para guru di SMAN 1 Medan mengalami keterlambatan menerima gaji. Menurutnya, hal ini karena masa peralihan dari Kota Medan ke Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

"Ada yang baru kemarin terima gaji karena baru masuk ke rekening. Tetapi banyak yang belum menerima. Yang terlambat gajinya ini, karena masa peralihan, dan banyak yang belum menerima SK peralihan itu," ujar Buang Agus, kepada MedanBisnis di Medan, Rabu (11/1).

Disinggung soal kesalahan dalam menerima transfer gaji seperti mengalami lebih atau kurang gaji, Buang Agus menyebutkan, tidak ada guru di SMAN 1 Medan, mengeluhkan hal tersebut. "Setahu saya sampai saat ini tidak ada kasus itu, hanya mengeluhkan soal keterlambatan menerima gaji saja," jelasnya.

Hal senada juga dikatakan, Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 7 Medan Mahmud Rangkuti. Ia menuturkan, rata-rata guru-guru di SMPN 7 Medan mengalami keterlambatan menerima gaji. Seharusnya setiap tanggal 3, sudah bisa terima gaji, tetapi pada bulan ini, rata-rata guru menerimanya tanggal 5.

Sementara, Wakil Kepala Sekolah SMKN 10 Medan Christina mengungkapkan, ada guru di SMKN 10 Medan yang mengalami kelebihan menerima transfer dana sertifikasi guru TA 2016. Tetapi dana itu, lanjut Christina, sudah dikembalikan dan bukti transfer sudah dikirim ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan. "Itu saja sih, kalau masalah mengalami kelebihan atau kekurangan menerima gaji, tidak ada," katanya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Disdik Sumut) Arsyad Lubis, mengatakan, keterlambatan gaji para guru disebabkan masa peralihan dari kabupaten/kota ke provinsi.

"Yang diusulkan perpindahannya dari kabupaten/kota ke Provinsi Sumut itukan sebanyak 18.805 orang. Yang sudah keluar SK-nya sebanyak 18.333 orang. Dan sisanya 472 orang lagi belum keluar SK-nya, termasuk guru-guru di SMAN 1 Medan. Ini baru menyusul lagi keluar SK perpindahannya, yakni sebanyak 118 orang," jelas Arsyad.

Sertifikasi Belum Cair
Sementara itu, guru di SMK Swasta Harapan Mekar Medan Marelan Mulyadin Harahap mengaku belum menerima dana tunjangan sertifikasi guru periode Januari-Desember 2016.

"Kami ada beberapa orang di SMK Harapan Mekar ini yang belum menerima tunjangan sertifikasi guru. Saya sampai mendatangi Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) di Jakarta. Dan datanya juga sudah saya usulkan. Saya juga bertanya apa masalahnya.

Namun, pengakuan Kemendikbud RI masalahnya bukan di pusat, tetapi di daerah masing-masing. Berarti dari sini kita menyimpulkan, terkait oknumnya yang diduga di Dinas Pendidikan (Disdik) Medan," ungkap Mulyadin yang juga sebagai Ketua Ikatan Guru se-Sumut ini.

Terkait hal ini, Kepala Disdik Sumut Arsyad Lubis, menegaskan, akan menindak oknum yang tidak mengeluarkan dana sertifikasi guru. "Kita akan membentuk tim, di bawah kabid terkait sertifikasi guru, dan sudah ada orangnya. Nanti ia akan koordinasi dengan yang melapor dan turun ke lapangan. Kemudian didata dan dicari apa permasalahannya," ungkapnya.

Terkejut
Terpisah, Gubernur Sumut HT Erry Nuradi kaget mendengar informasi masih ada ASN di Kabupaten Kota yang hingga saat ini ada yang belum gajian. "Ah, mana ada. Siapa bilang itu. Daerah mana," ujar Erry dengan wajah sedikit bingung, saat dijumpai MedanBisnis, di Kantor Gubsu Rabu (11/1).

Begitupun, lanjut Erry, jika benar ada sebahagian ASN belum mendapatkan gaji atau nilainya gajinya berkurang perlu diketahui apa penyebabnya. "Ya kalaupun ada itu pasti persoalan administrasi. Kalau ASN ini kan urusan BKN. Kita mintalah pemerintah kabupaten/kota proaktif dan segera melengkapi administrasinya jika memang itu penyebabnya," tegas Erry. (dewi syahruni lubis/irvan sugito)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!