User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
GGRM 2,050 3.41%
JECC 1,000 20.2%
BBYB-W 328 190.7%
Last update: 22 Feb 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
FISH -500 -13.16%
AALI -400 -2.64%
SILO -300 -2.26%
Last update: 22 Feb 2017
Volume Terbesar
ELTY 5,234,085,376
BUMI 2,738,941,952
DEWA 2,578,934,016
Last update: 22 Feb 2017
Transaksi Tertinggi
BUMI 848,062,371,800
BMRI 298,431,532,500
TLKM 287,639,398,000
Last update: 22 Feb 2017
Efek Teraktif
BUMI 32,954 Freq
ELTY 27,343 Freq
DEWA 12,125 Freq
Last update: 22 Feb 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,289.00 13,423.00
SGD 9,363.73 9,464.81
JPY 11,721.80 11,842.08
MYR 2,980.26 3,012.34
CNY 1,930.70 1,950.17
THB 379.47 383.51
HKD 1,712.21 1,729.50
EUR 14,022.55 14,165.29
AUD 10,224.56 10,329.00
GBP 16,612.58 16,788.15
Last update: 22 Feb 2017 11:26 WIB
INDAG
Kamis, 12 Jan 2017 08:33 WIB - http://mdn.biz.id/n/277921/ - Dibaca: 103 kali
Subsidi 900 VA Banyak Dinikmati Warga Mampu
MedanBisnis - Medan. Selama ini, telah terjadi ketimpangan antara penerima subsidi listrik 900 VA yang miskin dan warga mampu. Subsidi ini ternyata lebih banyak dinikmati warga mampu ketimbang warga miskin.
Warga mampu cenderung memiliki alat elektronik lebih banyak dan intensitas pemakaian listrik lebih besar daripada warga miskin. Melalui pencabutan subsidi ini, diyakini lebih tepat sasaran karena warga miskin lebih membutuhkan.

"Selama ini, memang seperti itu. Diestimasikan lebih banyak warga mampu yang menikmati subsidi listrik ini daripada warga miskin. Harusnya warga miskin yang menerima, namun kenyataan di lapangan warga mampu lah yang menikmati," kata Deputi Hukum dan Humas PT PLN Wilayah Sumut Mustafrizal, Rabu (11/1) di Medan.

Mustaf mengatakan, dengan program subsidi tepat sasaran pemerintah yang digagas Kementerian ESDM dengan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) merupakan pencabutan subsidi pada warga mampu pelanggan 900 VA.

Pelanggan 900 VA sendiri nantinya akan dipisah menjadi dua, yakni 900 VA dan 900 VA Rumah Tangga Mampu (RTM).

"Dalam penyesuaian tarif dengan pencabutan subsidi ini, maka pelanggan 900 VA RTM itu akan menggunakan tarif golongan 1.300 VA. Sesuai program pemerintah, bahwa subsidi harus tepat sasaran," ujarnya.

Kasubdit Harga Tenaga Listrik Dirjend Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman P Hutajulu dan Kepala Divisi Niaga PT PLN Pusat Benny Marbun, dalam acara "Sosialisasi Subsidi Listrik Tepat Sasaran dan Mekanisme Pengaduan" memaparkan, adanya ketimpangan itu.

Jisman dan Benny memberikan contoh pelanggan mampu dan miskin yang menikmati subsidi. "Pada pelanggan 900 VA Rumah Tangga tidak mampu dengan rata-rata pemakaian 70 kWh per bulan total rekening listriknya Rp 42.350 dengan subsidi Rp 52.290. Berbanding dengan pelanggan 900 VA Rumah Tangga Mampu (RTM) rata-rata pemakaian sebulan 140 kWh per bulan dengan rekening listrik Rp 84.700 dan disubsidi sebesar Rp 104.580. Dari sini kita lihat terdapat kesenjangan yang besar," kata Jisman.

Dalam acara itu, diisi dengan interaktif melalui tanya jawab antara media dengan pemateri. Wartawan yang hadir sempat mempertanyakan sistem pengaduan yang sedikit repot.

Dalam proses pengaduannya, jika masih terdapat warga miskin yang tidak masuk program penerima subsidi listrik tersebut, maka warga diminta melapor ke perangkat desa atau kelurahan, selanjutnya laporan akan diteruskan ke kecamatan.

Lalu, kecamatan yang akan melaporkannya secara online ke Tim TNP2K Pusat. Dari proses itu, TNP2K akan melakukan berbagai verifikasi data apakah memang benar warga tersebut layak atau tidak lalu diteruskan ke instansi terkait hingga PLN.

"Dalam prosesnya nanti jika memang warga itu ternyata layak dan berada dalam data sistem kita, maka pada bulan berjalan nanti tagihan rekening listriknya akan dikonversi ke tagihan selanjutnya berdasarkan kWh. Termasuk juga pada pelanggan listrik prabayar dan pascabayar," jawab Jisman.

Spesialis Senior Komunikasi dan Pelaksana Program Sekretariat TNP2K Rajeshanagara Sutedja menegaskan, sistem pengaduan ini memang harus peran aktif kecamatan. Nantinya, pada tahun 2019, pihaknya akan meluncurkan sistem pelaporan mandiri.

Rajeshanagara Sutedja menambahkan, untuk konsumen tarif R1/450 VA sebanyak 23 juta pelanggan dan konsumen tarif R1/900 VA sebanyak 23 juta pelanggan sehingga seluruhnya berjumlah 46 juta pelanggan dari total 63.552.396 pelanggan nasional PT PLN.

Kepala Divisi Niaga PT PLN Pusat Benny Marbun menambahkan, dari 23 juta pelanggan 900 VA itu sesuai data TNP2K hanya 4,05 juta yang berhak. Artinya ada sekitar 19 juta pelanggan rumah tangga 900 VA yang tidak berhak.

"Pemerintah pada tahun 2017 ini menambah pagu jumlah rumah tangga yang menerima subsidi dari semula 24,7 juta rumah tangga, menjadi 25,7 juta rumah tangga," ujarnya.

Dikatakannya, dari 10 besar penerima subsidi listrik tahun 2015 berdasarkan audit BPK RI, pelanggan R1/900 VA menerima Rp 26,6 triliun untuk 22,7 juta pelanggan, dan pelanggan R1/450 VA menerima Rp 22,7 triliun untuk 23,1 juta pelanggan. Dengan total Rp 49,3 triliun (87%) untuk 45,8 juta pelanggan rumah tangga. (sulaiman achmad)

Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!