User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
TPIA 1,025 4.09%
PLIN 680 16.19%
MAPB 630 25%
Last update: 22 Jun 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
ITMG -550 -3.08%
RDTX -325 -4.71%
INTP -250 -1.34%
Last update: 22 Jun 2017
Volume Terbesar
MYRX 765,811,584
IIKP 237,799,504
BUMI 234,360,992
Last update: 22 Jun 2017
Transaksi Tertinggi
BMRI 445,433,070,000
ASII 406,870,680,000
BBRI 393,311,260,000
Last update: 22 Jun 2017
Efek Teraktif
HOKI 9,692 Freq
PGAS 7,631 Freq
HOKI-W 7,008 Freq
Last update: 22 Jun 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,252.00 13,386.00
SGD 9,540.68 9,640.62
JPY 11,938.74 12,062.72
MYR 3,092.65 3,126.84
CNY 1,943.19 1,962.84
THB 390.22 394.40
HKD 1,699.04 1,716.31
EUR 14,798.51 14,950.82
AUD 9,997.31 10,105.09
GBP 16,781.01 16,954.71
Last update: 23 Jun 2017 11:05 WIB
Berita Terkini
Kamis, 12 Jan 2017 10:03 WIB - http://mdn.biz.id/n/277931/ - Dibaca: 193 kali
Menhub Instruksikan Teliti SOP Penerbangan
MedanBisnis - Semarang. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menginstruksikan kepada semua aparat dikementeriannya untuk meneliti semua prosedur operasi standar (SOP) penerbangan agar dilakukan dengan konsisten dan tegas terkait ditemukannya kembali pilot pengguna zat terlarang.
"Saya melihat ada yang ingin menyepelekan regulasi dan kalau memang tidak mau bekerja dengan baik maka kita libas saja," kata Menhub Budi kepada pers di Semarang, Jawa Tengah, Kamis.

Menhub berada di Semarang untuk meninjau pembangunan proyek Bandara Internasional Ahmad Yani dan meresmikan Gedung Serbaguna Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang.

Menhub mengakui aviasi di Indonesia saat ini dalam suasana prihatin dan ada kejadian yang tidak patut, terkait ditemukannya sejumlah pilot yang diindikasikan menyalahgunakan zat terlarang.

Padahal, katanya, dunia aviasi sangat ketat dan membutuhkan disiplin yang harus diikuti disamping sudah ada regulasi yang mengatur.

Budi mengatakan jika dilihat dari regulasi yang sudah ada, maka setiap tindakan dan kegiatan penerbangan sudah ada regulasi yang melekat.

"Tapi tampaknya ada pihak yang menyepelekan regulasi dan pihak seperti ini yang harus dilibas," katanya.

Kemenhub, katanya, akan terus melakukan penegakan hukum terhadap semua pihak yang ketahuan melakukan pelanggaran agar tidak membahayakan keselamatan penumpang dan masyarakat.

Dikatakan, Kemenhub bukan berarti reaktif tapi akan terus tegas dan lugas dalam menegakan peraturan agar penerbangan di Indonesia bisa selalu mengedepankan keselamatan.

Dua pilot perusahaan penerbangan Susi Air berinisial BH dan DE saat ini menjalani pemeriksaan di Laboratorium Badan Narkotika Nasional (BNN), Cawang, Jakarta Timur.

Dua pilot Susi Air tersebut adalah berkewarganegaraan asing yang dibawa dari Cilacap, Jawa Tengah ke BNN oleh Kepala BNN Kabupaten Cilacap Edy Santosa dan Manajemen Susi Air.

BH dan DE, diterbangkan dari Bandara Tunggul Wulung, Cilacap, menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu sore dengan menggunakan penerbangan khusus Susi Air.

Sebanyak 44 orang yang terdiri atas pilot, kopilot, pramugari, siswa sekolah penerbangan, dan pekerja lainnya menjalani pemeriksaan urine yang digelar BNN Kabupaten Cilacap di Bandara Tunggul Wulung, Cilacap, Rabu pagi.

Dari hasil pemeriksaan urine tersebut, dua pilot Susi Air, yakni BH dan DE diketahui positif morfin. Akan tetapi, saat ditanya petugas, BH mengaku tidak mengonsumsi obat apapun dalam satu pekan terakhir. (ant)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Automatic Gate Kualitas Eropa Automatic Gate Merek NICE
Pemasangan Sectional Door, hubungi kami sekarang juga. Sectional door kami merupakan produk buatan eropa.
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!