User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
UNTR 1,450 5.9%
UNIC 1,235 24.75%
PLIN 410 10.02%
Last update: 29 Mei 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
NIKL -925 -15.1%
GGRM -875 -1.18%
UNVR -375 -0.79%
Last update: 29 Mei 2017
Volume Terbesar
MYRX 930,247,680
RIMO 798,920,832
BUMI 416,646,208
Last update: 29 Mei 2017
Transaksi Tertinggi
BBCA 366,951,882,500
TLKM 305,574,139,000
BJBR 186,320,654,000
Last update: 29 Mei 2017
Efek Teraktif
BAPA 18,105 Freq
INPC 13,181 Freq
PKPK 9,242 Freq
Last update: 29 Mei 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,245.00 13,379.00
SGD 9,572.16 9,672.50
JPY 11,895.99 12,018.51
MYR 3,100.42 3,133.99
CNY 1,928.00 1,947.51
THB 388.64 392.81
HKD 1,699.45 1,716.69
EUR 14,789.37 14,943.01
AUD 9,864.88 9,966.02
GBP 16,976.12 17,149.20
Last update: 29 Mei 2017 11:10 WIB
Keuangan & Bursa
Sabtu, 11 Mar 2017 07:59 WIB - http://mdn.biz.id/n/287956/ - Dibaca: 224 kali
IPO Anak Usaha BUMN Raup Rp 20 Triliun
MedanBisnis - Kuta. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah mendorong anak usaha dari BUMN untuk melantai di pasar modal.
Setidaknya ada sembilan anak BUMN yang dinyatakan siap untuk melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO).

Menurut Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius Kiik Ro, total dana segar yang yang bisa dihimpun kesembilan anak usaha BUMN dari hasil IPO bisa mencapai Rp 20 triliun.

"Kurang lebih Rp 20 triliun kita bisa raise dari situ," tuturnya di Kuta, Bali, Jumat (10/3).

Aloysius memastikan bahwa kesembilan anak usaha BUMN tersebut bisa melakukan IPO tahun ini. Mereka juga tengah mempersiapkan audit laporan keuangan sebagai syarat untuk IPO. Setelah proses audit rampung baru akan dilakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

"Mulai dari kuartal II tahun ini paling cepat. Bisa juga sampai kuartal IV yang 9 ini masuk semua," imbuhnya.

Sayangnya Aloysius belum bisa merinci nama-nama anak usaha BUMN tersebut. Sebab sebagian besar merupakan anak usaha dari BUMN yang sudah menjadi emiten di pasar modal.

"Yang bisa saya sebutkan non Tbk induknya, misalnya Pertamina punya anak usaha PT Tugu Pratama Indonesia. Nah itu rencana masuk bursa itu dalam priority lebih awal. Memang ada induknya Tbk, jadi biarkan saat tepat ada announce. Secara formal tak bisa saya sebutkan," pungkasnya.

Broker Swasta Boleh Ikut
Aloysius menambahkan, pemerintah memperbolehkan perusahaan sekuritas swasta untuk menjadi penjamin emisi dari IPO sembilan anak usaha BUMN itu.

"Silakan saya tidak pernah melarang underwriter non BUMN, silakan ikutan. Saya sangat appreciate. Kita justru tidak ingin manjakan sekuritas negara juga. Justru itu bisa menjadi benchmark saya untuk menilai sekuritas negara," tuturnya.

Menurut Aloysius, tidak ada persyaratan khusus bagi sekuritas swasta yang ingin garap IPO anak usaha BUMN tersebut. Namun dirinya ingin agar sekuritas tersebut benar-benar kompeten dan serius menggarapnya.

"Tidak ada syarat khusus, tapi pertama MKBD (modal kerja bersih disesuaikan)nya harus cukup, itu saya diajarin Pak Tito (Direktur Utama PT BEI). Kemudian komitmen sampai selesai, jangan lari di tengah jalan, stay with us. Sudah simple begitu aja," terangnya.

Kesembilan anak usaha BUMN tersebut diperkirakan akan melakukan IPO pada periode kuartal II-IV tahun ini. Mereka tengah mempersiapkan audit laporan keuangan sebagai syarat untuk IPO.

Setelah proses audit rampung baru akan dilakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). (dtf)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!