User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Efek Pencetak Laba (RPH)
GGRM 1,450 2.25%
UNTR 1,300 4.89%
BBCA 600 3.45%
Last update: 26 Apr 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
IBST -510 -18.41%
RDTX -400 -5.56%
PLIN -200 -5.06%
Last update: 26 Apr 2017
Volume Terbesar
BUMI 1,503,310,976
MYRX 1,334,510,336
DEWA 309,301,792
Last update: 26 Apr 2017
Transaksi Tertinggi
BMRI 949,101,395,000
BUMI 650,695,946,200
TLKM 455,915,436,000
Last update: 26 Apr 2017
Efek Teraktif
BUMI 20,342 Freq
JPRS 7,895 Freq
KICI 6,856 Freq
Last update: 26 Apr 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,260.00 13,394.00
SGD 9,496.53 9,594.56
JPY 11,929.82 12,051.47
MYR 3,048.28 3,081.21
CNY 1,923.66 1,943.10
THB 382.90 386.89
HKD 1,704.37 1,721.82
EUR 14,410.97 14,561.96
AUD 9,902.57 10,009.34
GBP 17,114.68 17,292.99
Last update: 28 Apr 2017 11:10 WIB
Interaktif Bisnis
Rabu, 15 Mar 2017 09:23 WIB - http://mdn.biz.id/n/288609/ - Dibaca: 157 kali
Sudah Saatnya KPU Terapkan Sistem E-Voting
Pemilu Warga memasukkan surat suara ke dalam kotak suara saat pemungutan suara ulang Pilkada DKI Jakarta di TPS 029, Kelurahan Kalibata, Jakarta. Berbagai negara beberapa tahun terakhir sudah menggunakan sistem elektronik atau E-Voting dalam melaksanakan pemilu atau pilpres yang lebih cepat, transparan, bebas intervensi, serta ternyata bisa lebih menghemat anggaran negara. (antara foto/muhammad adimaja)
Herman bilang teknologi adalah bagus, penerapan E voting memang baik dalam banyak sisi. Tetapi tetap saja pemilih adalah manusia yang bisa dipengaruhi oleh kampanye dan gerilya para calon. Dari sisi ini kekuatiran KPU (Komisi Pemilihan Umum) beralasan. Namun tidak bisa jadi alasan untuk berlama-lama menunda sistem e voting.
"E voting mungkin tidak bisa sekaligus, tetapi tetap dapat dilaksanakan bertahap dan ada target hingga sekian tahun hal itu sudah bisa dilaksanakan. Kalau memang niat, akan dilakukan bertahap, dievaluasi, dilakukan perbaikan dan penerapan diperluas," ucap Herman.

Isna Ini melihat masalah dalam e-voting adalah sumber daya manusianya. Kalau disebut sistem ini cepat, maka itu mungkin benar. Tapi untuk masalah transparan dan bebas intervensi, ini masih diragukan.

Di Indonesia ini banyak kasus penggunaan teknologi yang salah guna. Sistem elektronik, apalagi yang menggunakan sistem internet, sangat rawan intervensi.

Termasuk dari para hacker yang sekedar iseng maupun hacker yang sengaja dibayar untuk mengacaukan sistem e-voting.

Contoh sederhana di pilkada serentak yang baru selesai, ada beberapa data yang katanya salah input sampai portal KPUD yang sempat kacau karena diserang hack. Nah, semua kasus itu terbantu dengan adanya pertinggal laporan dalam bentuk manual.

"Jadi, e-voting memang menggiurkan, tapi apakah kelemahannya bisa diantisipasi dari manipulasi dan niat jahat para peserta pemilukada?" tanya Isna Ini.

Khairul Anas SEak menilai sistim E-voting adalah sistim tercepat dan terhemat dan minimal intervensi,tapi sayangnya KPU tidak menerapkan ke bijakan ini. Padahal kebijakan ini sangat mudah dan aman, apalagi hemat uang rakyat. Pertanyaannya, kenapa KPU tidak mau menerapkan sistem E-Voting? Indikasinya ada dua, yaitu adanya "kepentingan atau kebodohan".

Kalau tidak bodoh berarti KPU punya kepentingan di pemilu Indonesia, dan ini jelas melanggar undang-undang serta membuka peluang KPK mengusut semua aliran dana masuk dan keluar ke KPU. Kalau tidak ada kepentingan berarti orang-orang KPU itu bodoh. Kalau bodoh, lebih baik mundur karena pemilu adalah tonggak awal kesejahteraan rakyat Indonesia dan demokrasi.

"Sepertinya negara ini sengaja dibuat kacau oleh mereka-mereka yang punya agenda merampok dan menghancurkan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) ini. Rakyat harus sadar! Rakyat harus dibangunkan! Karena gaji mereka bersumber dari uang rakyat. Rakyat adalah The Real Big Boss di NKRI, bukan presiden, bukan DPR-RI, bukan pula Ketua KPU.

Syurbainy Muhamad mengingatkan perkembangan zaman takkan mungkin dihindari, termasuk pesatnya ilmu teknologi (TI) yang sudah banyak membantu tatarja dan mekanisme sistem di era global ini. Mudah, murah, praktis itulah beberapa manfaat yang diberikan oleh dunia IT kepada manusia kini, termasuk kehidupan komunikasi dan informasi sekarang ini.

Sebenarnya masyarakat Indonesia sudah berada dalam pusaran keunggulan IT. Mulai dari sistem kerja di perusahaan-perusahaan sampai dengan budaya ngerumpi yang digandrungi oleh remaja dan ibu-ibu dari rumah ke rumah. Maka sangat logis jika sistem IT diadopsi ke dalam sistem demokrasi via Pemilu/pemilukada.

Lewat E -Vote diyakini perolehan suara dan transparansi sangat pasti dapat meminimalisir kemacetan prosedural dn mekanisme pemungutan suara. Pun tentunya dapat meminimalisir perulaku moral hazard alias kecurangan-kecurangan politik. Sangat sependapat jika E-Voting diterapkan ke dalam pemilu/kada. Ini jauh lebih murah dibanding teknis konvensional.

Juga E-Voting lebih mencerminkan azas transparansi dan teknis pemungutan suara. E-Voting bukan mengubah substansi demokrasi dan bukan pula membuat pemilu/kada dikuasi oleh pihak IT. Bukan, tak akan ada yang diubahnya, justru memudahkan teknisnya, memurahkan biayanya, dan ini trend global sebagai icon negara maju di era global di masa mendatang. "Jadi, tunggu apalagi?" tanya Syurbainy Muhamad.
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!