User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
ITMG 550 2.95%
JECC 475 7.31%
SILO 350 2.55%
Last update: 23 Mar 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
GMTD -725 -11.28%
UNVR -350 -0.82%
UNTR -200 -0.72%
Last update: 23 Mar 2017
Volume Terbesar
MYRX 2,544,047,104
SRIL 779,317,632
BUMI 297,418,816
Last update: 23 Mar 2017
Transaksi Tertinggi
BBCA 651,033,080,000
BMRI 492,012,485,000
BBNI 377,155,872,500
Last update: 23 Mar 2017
Efek Teraktif
SRIL 23,959 Freq
PKPK 17,957 Freq
BBNI 6,205 Freq
Last update: 23 Mar 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,265.00 13,399.00
SGD 9,476.35 9,573.45
JPY 11,897.93 12,021.35
MYR 2,994.36 3,026.65
CNY 1,926.48 1,945.95
THB 383.38 387.37
HKD 1,707.84 1,725.12
EUR 14,304.98 14,453.50
AUD 10,167.62 10,271.67
GBP 16,558.70 16,729.99
Last update: 23 Mar 2017 11:05 WIB
Wacana
Jumat, 17 Mar 2017 07:59 WIB - http://mdn.biz.id/n/288883/ - Dibaca: 71 kali
Memaksimalkan Kemitraan dengan Ekonomi Arab Saudi
Hubungan bilateral Indonesia-Arab Saudi sudah lama dijalin. Bahkan di masa kolonial Belanda, masyarakat Indonesia sudah mengenal Kerajaan Saudi Arabia (KSA), terutama bagi jamaah haji dan pelajar yang menuntut ilmu di Mekkah dan Madinah.
Di era modern, hubungan itu terlihat tanda-tanda meningkat signifikan, diawali kunjungan Raja Salman ke Indonesia pada 1-9 Maret 2017.

Hal itu dimotivasi oleh faktor poros ekonomi KSA yang selama ini berorientasi Amerika dan Eropa berubah haluan ke timur, salah satunya Indonesia.

Arab Saudi yang selama ini jor-joran berinvestasi ke Amerika dan Eropa mulai menimbang ulang arah investasinya.

Pasalnya, Eropa belakangan mengalami perlambatan ekonomi, sementara Amerika Serikat di bawah pimpinan Trump kian menunjukkan gelagat kurang bersahabat dengan dunia Arab.

Selain itu, situasi geopolitik dan keamanan cenderung mengkotak-kotakkan negara-negara kawasan Timur Tengah ke dalam aliansi tertentu berbasis sekte/paham (Sunni Vs Syi'ah), pro Amerika dan sekutunya Vs Rusia & Cina, serta tidak kalah penting terkait isu ISIS yang mengobarkan api peperangan membara di kawasan Timur Tengah seperti Suriah, Irak dan Iran.

KSA memandang Indonesia negara besar dan netral yang harus dirangkul untuk ikut aktif berkontribusi menjadi penengah meredam konflik yang terjadi di kawasan tersebut.

Untuk memperkuat ekonomi dan politik, Arab Saudi butuh mitra baru yang prospektif. Indonesia dinilai potensial dan strategis karena dipandang sebagai negara dengan jumlah umat Islam terbesar dunia, ekonomi stabil, anggota G-20, netral dan peluang target investasi menjanjikan.

Di bidang keagamaan dan pendidikan, Indonesia-KSA sudah menjalin kerja sama mesra lewat ibadah haji dan umrah serta berbagai fasilitas beasiswa yang ditawarkan Pemerintah Arab Saudi kepada pelajar/mahasiswa Indonesia.

Kunjungan Raja Salman ke Indonesia menjadi tonggak penting memperkuat kerja sama ekonomi, di mana selama ini hanya fokus pada bidang keagamaan dan pendidikan.

Nilai transaksi perdagangan kedua negara pada 2014 mencapai US$ 8,6 miliar. Sayangnya nilai investasi KSA di Indonesia hanya US$ 900 ribu atau setara Rp 11 miliar.

Berita gembira, kunjungan Raja Salman beserta 10 menteri dan rombongan membuahkan kesepakatan kerja sama yang ditandangani meliputi kerja sama bidang keislaman dan dakwah, pendidikan, kelautan dan perikanan, penanganan kejahatan lintas batas, layanan udara, UMKM, budaya dan tidak kalah penting meningkatkan kerja sama perdagangan.

Kesepakatan yang sudah ditandatangani tersebut diharapkan terus di-follow up dan direalisasi dengan baik sehingga menguntungkan kedua negara. Posisi kedua negara baik KSA maupun Indonesia sama-sama sangat strategis.

KSA menjadi pemain penting geopolitik di kawasan Timur Tengah, kiblat umat Islam, penghasil minyak bumi terbesar dunia dan pemimpin kawasan negara-negara teluk.

Sementara Indonesia adalah negara terbesar wilayah, penduduk dan ekonominya di ASEAN, posisi geografis strategis, role model demokrasi sukses dan potensi ekonomi di masa depan yang diprediksi sangat potensial di dunia.

Maka, bila sebagaimana menurut kabar KSA akan berinvestasi sebesar US$ 25 miliar atau Rp334 triliun, maka hal itu akan menjadi sebuah mega investasi dan dampak positifnya akan menciptakan citra KSA adalah negara besar dan memiliki ikatan ekonomi yang sangat erat dan seimbang dengan Indonesia.

Tidak melulu Indonesia yang berkontribusi menyumbang ekonomi kepada KSA berupa jemaah haji, umrah dan TKI.

Selain itu, mega investasi US$ 25 miliar menjadi daya tawar (bargaining position) bagi Indonesia di mata dunia, bahwa Indonesia punya alternatif investor, mampu menarik investor dari negara mana pun, tidak tergantung pada negara tertentu saja seperti Amerika, Cina atau Jepang.

Hal tersebut juga menumbuhkan reputasi Indonesia sebagai negara tujuan investasi yang aman dan menjanjikan.

Kemitraan ekonomi dan bidang-bidang lainnya yang sudah terjalin dengan baik diharapkan semakin meningkat pesat di tahun-tahun mendatang pasca kunjungan Raja Salman.

Kemitraan tersebut juga diharapkan menyasar kalangan rakyat bawah khususnya nasib 1,01 juta TKI yang sebagian ada yang terganjal berbagai masalah di KSA seperti izin tinggal overstayed, dihadapkan ancaman hukuman mati, ditipu agen, gaji tidak dibayar majikan, menjadi korban kekerasan majikan dan lain-lain.

Kemitraan ekonomi secara makro jangan sampai mengabaikan hal-hal yang selama ini sepi perhatian seperti kasus-kasus TKI tersebut.

Dengan komitmen kemitraan dua negara di berbagai bidang, diharapkan KSA memberikan perhatian penuh terhadap segala hal yang menyangkut kepentingan Indonesia tanpa terkecuali.

Jangan sampai terjadi lagi TKI dihukum mati di KSA tanpa pemberitahuan resmi ke Pemerintah Indonesia. Jika komitmen kerja sama di berbagai bidang dibangun, maka harus setara, sama-sama untung, sama-sama berkepentingan dan jangan berat sebelah.

(Oleh: Suadi )Penulis alumnus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!