User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Efek Pencetak Laba (RPH)
ITMG 675 3.52%
UNVR 650 1.53%
PLIN 610 17.48%
Last update: 24 Mar 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
JECC -975 -13.98%
GGRM -525 -0.8%
LPPF -350 -2.46%
Last update: 24 Mar 2017
Volume Terbesar
MYRX 1,728,513,408
SRIL 983,205,888
MAMI 803,876,800
Last update: 24 Mar 2017
Transaksi Tertinggi
SRIL 322,001,207,296
BMRI 301,579,650,000
TLKM 293,422,333,952
Last update: 24 Mar 2017
Efek Teraktif
SRIL 21,783 Freq
MAMI 20,137 Freq
STAR 9,553 Freq
Last update: 24 Mar 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,262.00 13,396.00
SGD 9,460.02 9,561.06
JPY 11,909.12 12,034.86
MYR 2,991.65 3,025.29
CNY 1,926.36 1,945.82
THB 382.41 386.39
HKD 1,707.24 1,724.56
EUR 14,271.24 14,420.79
AUD 10,097.69 10,205.07
GBP 16,564.24 16,732.94
Last update: 24 Mar 2017 11:06 WIB
Interaktif Bisnis
Jumat, 17 Mar 2017 09:01 WIB - http://mdn.biz.id/n/288997/ - Dibaca: 163 kali
Jokowi Bagikan 30 Juta Ha Lahan, Dipunglikah?
Presiden Jokowi akan membagi-bagikan lahan sekitar 30 juta hektare kepada masyarakat. Lahan tersebut akan didistribusikan melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Kementerian ATR/BPN.
Hal itu disampaikan Jokowi dalam pertemuan dengan para pimpinan lembaga negara di Istana Negara, Jakarta, Selasa (14/3), membahas rencana kebijakan pemerintah untuk mengurangi kesenjangan sosial.

"Kami berbicara masalah yang berkaitan dengan kebijakan pemerataan ekonomi, yang berkaitan dengan kesenjangan sosial ekonomi yang ada, dan ini akan kita tindak lanjuti dengan redistribusi aset dan reforma agraria," ujar Jokowi.

Para pimpinan lembaga negara dari MPR, DPR, DPD, Mahkamah Agung, BPK, dan Komisi Yudisial pun ikut dalam jumpa pers, namun tak memberikan pernyataan.
30 juta hektar tanah itu akan dibagikan kepada rakyat, tanah adat, koperasi-koperasi, pondok pesantren, dan mempercepat pembagian sertifikat kepada masyarakat yang belum memiliki.

Jika tanah bersertifikat, maka lahan masyarakat punya nilai ekonomis dan bisa diagunkan jika ingin mengakses permodalan ke perbankan.

Wah, bagus juga tuh program Presiden Jokowi. Pertanyaannya, bagaimana jika pembagian 30 juta hektar lahan itu dipungli dan dicalokan oleh birokrat atau kelompok tertentu? Terimakasih.

Komentar Facebook:

Dibuat aturan yang tegas dan jelas. Jika ada yang menyalahgunakan perdata dan pidanakan.
Rahim Bin Rahman

Lahan daerah mana?

Nur Rasyid M

Semoga aku kebagian.

Ijar Thorn

Semoga nyampe ke daerah saya, aamiin.

Sri Kratoningsih

Bagus itu, kawal juga pembagiannya jangan sampai terjadi pungli

Sayyedi Ray Ar-Rimbiyyu

Ya namanya program pemerintah biasanya jauh dari kata tepat sasaran, biasanya lhooo..

Raden Eko

BPS akan kebingungan mengolah data. karena akan tiba tiba bertambah orang yang mengaku miskin..

Hotmar Manik

Sekedar tanya sudah adakah yang menerima? lagian tanah yang mana mau dibagikan tanah perhutani? mustahil.

Kang Mas Sudah Insyaf

Hmmm...bagi kami pak Presiden!! Lahan kami digusur. berita nya pun gk ada.coba tiap hari di siarin di TV.politik terussss beritanya, bagaimana ini pak?

Suprimangsang

Semoga program itu ditujukan kepada orang-orang yang berhak menerimanya. karena selama ini setiap ada program yang menerima itu orang-orang yang tak layak yang mendapatkanya.

Yogi Putra Asahan

Belum belum sudah banyak yang berprasangka, contoh di subang kemarin, sebelumnya lahan garapan warga milik kementerian Kehutanan, sekarang sudah dihibahkan kepada penggarapnya

Wahyu Mehar

Lapor ke mana? Wong tempat melapor aja mo kebagian, selagi ada kesempatan. Pokoke, menterinya turun langsung deh...Gak pake perwakilan-perwakilan. Paling enggak bakalan sampai ke wong cilik

Andi Herlina Kh

Kalau memang program jokowi itu ada saya hanya berharap ditujukan pada yang berhak, diteliti dan diawasi penggunaannya. jangan seperti contoh, bensin subsidi, toh penggunaannya bukan pada jalurnya.

Seriyati Harahap

Semoga aja adil dan merata, dan tepat sasaran, jangan sampai ibarat kata menggarami air laut, para birokrat tidak mengambil keuntungan dari program tersebut, dan semoga bukan ajang politik #penuh harap

Neos Protos Evolustion

Seremonialnya mungkin begini, kirim beberapa ratus Kepala keluarga ke luar jawa, memang bukan transimigrasi lagi namanya. pasti bikin istilah sedikit ndeso...hhhhhaa...itu-itu saja kok,dari jaman ke jaman.

Mohammad Darwin Siregar

Black Berry Messenger:


Tanah yang diberikan kepada masyarakat harus diawasi dengan benar agar tidak dipunglikan

Wisnu Depha

Bgua sich apa yang dicanangkan oleh presiden, cuman butuh kajian yang mendalam, pembagian harus benar-bener masyarakat yang belum memiliki tanah, jangan dibagikan kepada pengusaha ataupun yang sudah memiliki tanah.

Rizky Kurniawan

Pemerintah berhati-hati dalam penyaluran lahan-lahan ini agar tak salah sasaran malah menjadi "alat" baru penyusupan bagi pengusaha buat menguasai lahan. Kebijakan pemerintah sudah seharusnya memihak pada rakyat dan untuk kemakmuran rakyat, dalam hal ini kebijakan pembagian tanah gratis.

Amat You

Keterlaluan itu birokrasi yang masih mencalokan program nasional pemerintah, kalau pihak tertentu juga yang akan membagikan pasti seperti kata pepatah"ada udang di balik peyek", lebih baik lembaga resmi negara aja deh yang bagi-bagi 30juta hektar tanah itu....kalau tidak,bakal gelap itu semua tanah!!?

H Jekson Siahaan

Kala memang pemerintah peduli coba berikan subsidi fungisida dan pestisida atau obat-obatan petani mahal kali di daerah sulteng biasa kita petani enggak kembali biaya perawatanx sedangkan hasil kami diawasi penjualanx seperi beras

Wir Anong

Di bangka ada pembagian lahan sawah baru, cuma yg punya modal yg sanggup mengolahnya.. sebab biaya awal pengolahan cuma dapat peralatan, bibit dan pupuk yg standard lahan jadi... kalau petani yg nekat paling cuma di sebar bibitnya...Sekarang yg mengolah lahan ya yg punya modal... jadi dikuasai pemodal besar.

Eko Agus Susilo

Mungkin juga muncul kecemburuan sosial,siapa yg dapat siapa yg tidak, tapi programnya bagus, karena selaku negara agraris tentu agraria khususnya lapangan kerja pertanian jadi prioritas, agar orang tidak berlomba ke kota yang hanya meningkatkan persaingan hidup yang keras dengan watak yang keras pula memicu kriminalitas.

Cristian Sinaga

Moga Aja itu lahan bener di berikan tepat sasaran ya kita sebagai masyarakat bertugas untuk mengawasinya, segera laporkan jika memang terjadi penyimpangan, Lapor ke penegak hukum Aja,
Ya pokoknya masyarakat harus bener-bener ikut ngawasi. Kalo bisa jangan cuma menterinya bu presidennya juga harus pantau ke lapangan.

Adi Thia
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!