User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
LPPF 550 3.58%
TCID 500 3.03%
INAF 490 14.33%
Last update: 22 Mei 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
GGRM -2,250 -2.94%
UNVR -1,300 -2.67%
ITMG -575 -3.65%
Last update: 22 Mei 2017
Volume Terbesar
MYRX 826,170,880
BUMI 522,063,392
RIMO 350,266,304
Last update: 22 Mei 2017
Transaksi Tertinggi
BBRI 479,685,655,000
ASII 445,684,635,000
TLKM 422,033,268,000
Last update: 22 Mei 2017
Efek Teraktif
KOBX 26,558 Freq
PGAS 13,898 Freq
BNLI 12,233 Freq
Last update: 22 Mei 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,249.00 13,383.00
SGD 9,530.97 9,628.75
JPY 11,849.57 11,972.62
MYR 3,077.58 3,110.88
CNY 1,926.90 1,946.39
THB 384.59 388.70
HKD 1,701.21 1,718.48
EUR 14,824.31 14,975.58
AUD 9,886.40 9,993.09
GBP 17,187.93 17,363.10
Last update: 24 Mei 2017 11:10 WIB
Headline News
Sabtu, 18 Mar 2017 08:28 WIB - http://mdn.biz.id/n/289108/ - Dibaca: 107 kali
Bunga The Fed Naik, Likuiditas Perbankan Aman
MedanBisnis - Jakarta. Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) baru saja menaikkan suku bunga acuannya (Fed Fund Rate/FFR) sebesar 25 basis poin (bps) atau 0,25%. Pascakenaikan itu, saat ini suku bunga acuan AS berada di level 0,75%-1%.

Meski terjadi kenaikan suku bunga acuan AS, kondisi likuiditas bank masih dalam kondisi aman. Hal ini disebabkan karena pelaku pasar sudah memprediksi kenaikan suku bunga acuan AS lebih awal.

"Dampaknya sampai sekarang belum ada dan likuiditas di perbankan masih aman dan solid," kata Direktur Utama BTN Maryono dalam jumpa pers di Kantor Pusat BTN, Jakarta Pusat, Jumat (17/3).

Risiko kenaikan suku bunga acuan AS diprediksi akan dirasakan dalam beberapa waktu ke depan. Namun dampak yang dirasakan di pasar keuangan tentu tidak terlalu signifikan.

"The Fed itu pengaruhnya kepada kredit itu kan ini ya, itu akan memberikan dampak secara tidak langsung terhadap masalah perekonomian yang ada di Indonesia," kata Maryono.

Dampak kenaikan suku bunga acuan AS tentu memberikan dampak langsung terhadap kenaikan suku bunga Surat Berharga Bank Indonesia (SBI).

"Ini otomatis berikan dampak suku bunga SBI kemungkinan bisa naik karena faktor daripada SBI itu tidak hanya dipengaruhi oleh Fed, juga faktor lain," tutup Maryono.

Sekadar diketahui, untuk kedua kalinya dalam tiga bulan terakhir, The Federal Reserve menaikkan suku bunga acuannya yaitu Fed Fund Rates. Kenaikannya sebesar 25 basis poin. Langkah itu dilakukan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) untuk mendorong perekonomian negeri Paman Sam.

Pada The Fed Meeting yang berakhir Rabu 15 Maret 2017 waktu setempat ditolak perwakilan The Fed Minneapolis, Neel Kashkari, yang satu-satunya menolak untuk menaikkan bunga. The Fed masih berencana menaikkan kembali suku bunga acuannya, sesuai pernyataan Gubernur The Fed Janet Yellen pada pertemuan awal tahun ini. Pelaku pasar memprediksi bunga ini akan naik kembali di bulan Juni dan Desember mendatang.

"Penting sekali diketahui publik bahwa kami sudah mulai mendekati target," kata Yellen saat jumpa pers seperti dikutip dari CNBC, Kamis (16/3).

"Pelaku pasar sudah mengantisipasi langkah The Fed. Reaksinya tidak berlebihan, yang terburuk sudah diantisipasi," kata Michael Arone, Kepala Strategi Investasi dari State Street Global Advisors. (dtc)

Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!