User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
TPIA 1,025 4.09%
PLIN 680 16.19%
MAPB 630 25%
Last update: 22 Jun 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
ITMG -550 -3.08%
RDTX -325 -4.71%
INTP -250 -1.34%
Last update: 22 Jun 2017
Volume Terbesar
MYRX 765,811,584
IIKP 237,799,504
BUMI 234,360,992
Last update: 22 Jun 2017
Transaksi Tertinggi
BMRI 445,433,070,000
ASII 406,870,680,000
BBRI 393,311,260,000
Last update: 22 Jun 2017
Efek Teraktif
HOKI 9,692 Freq
PGAS 7,631 Freq
HOKI-W 7,008 Freq
Last update: 22 Jun 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,252.00 13,386.00
SGD 9,540.68 9,640.62
JPY 11,938.74 12,062.72
MYR 3,092.65 3,126.84
CNY 1,943.19 1,962.84
THB 390.22 394.40
HKD 1,699.04 1,716.31
EUR 14,798.51 14,950.82
AUD 9,997.31 10,105.09
GBP 16,781.01 16,954.71
Last update: 23 Jun 2017 11:05 WIB
Headline News
Sabtu, 18 Mar 2017 08:29 WIB - http://mdn.biz.id/n/289109/ - Dibaca: 257 kali
Kolom
Sumut Butuh Studio Film
Bersihar Lubis
Saya gembira mendengar geliat film di daerah ini. Sebuah film berjudul "Ilu Namaraburan" diluncurkan di sebuah kafe di Medan, Sabtu (11/3) lalu. Inilah, film perdana produksi PT Pelita Utama yang dipimpin Friendky Pasaribu dan disutradarai Pontyanus Gea dan skenario ditulis Bonardo Sinaga.

Sebetulnya, sudah ada 4 karya film berbahasa Batak karya Pontyanus Gea. Bahkan juga telah menghasilkan film berbahasa Nias, seperti Ono Sitefuyu dan Lua-Lua Bowo Sebua. Selain Ponti Gea masih ada sutradara Shaut Hutabarat.

Tanah Karo pun tak ketinggalan dalam produksi film daerah. Di antaranya Jinaka, Dalan Robah, Melumang La Kepaten, Erpudun La Erpadan, Rondong Durhaka, dan Nggara karya sutradara muda Ori Semloko.

Masih ada pekerja film seperti Onny Kresnawan, Diana Saragih, Baharudin Saputra, Yan Amarni Lubis dan sejumlah nama lainnya di Medan.

Di Kabupaten Mandailing Natal ada Djeges Art yang dikomandani Askolani Nasution sejak 2010 sudah memproduksi 11 judul film. Di antaranya Biola na Mabugang, dan Willem Iskandar.

Juga Sanggar Pelangi Nusantara Tapanuli Tengah yang memproduksi film berjudul: Rubiahku Tapian Nauli pada 2016 lalu. "Film ini berkisah tentang penyiaran agama Islam di Tapanuli Tengah," kata Hasridawati Tambunan, pimpinan produksi Pelangi Nusantara.

Sesungguhnya, Sumut pernah berjaya di kancah perfiman nasional. Film Turang (Rentjong Film) pernah meraih citra dalam FFI ke-2 pada 1960 disutradarai oleh Bachtiar Siagian. Saat itu, film Kunanti Di Djogdja (Radial Film) meraih Piala Citra untuk Skenario Terbaik. Radial Film didirikan pada 1953 oleh Mohammad Said, Amir Jusuf, dan Edisaputra.

Masih ada film Kuala Deli (1954), Sungai Ular (1961), A Sing Sing So (1963), Butet (1974), Buaya Deli (1978), Sorta (1982), Musang Berjanggut (1983),dan Secangkir Kopi Pahit (1985) dan puluhan karya lainnya.

Maraknya karya film inilah yang mendorong Gubernur Marah Halim Harahap membangun Studio Film Sunggal pada 1981. Sayang, studio ini tersia-sia. Bangunannya rusak dan aset-asetnya hilang.

Semoga dengan maraknya produksi film di Sumut akan mendorong pemerintah kembali membangun studio film. Tentu saja akan menggelorakan industri kreatif, karena produk film itu dijual berupa CVD dan DVD yang beredar di pasar: (Bersihar Lubis)

Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Automatic Gate Kualitas Eropa Automatic Gate Merek NICE
Pemasangan Sectional Door, hubungi kami sekarang juga. Sectional door kami merupakan produk buatan eropa.
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!