User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
ITMG 550 2.95%
JECC 475 7.31%
SILO 350 2.55%
Last update: 23 Mar 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
GMTD -725 -11.28%
UNVR -350 -0.82%
UNTR -200 -0.72%
Last update: 23 Mar 2017
Volume Terbesar
MYRX 2,544,047,104
SRIL 779,317,632
BUMI 297,418,816
Last update: 23 Mar 2017
Transaksi Tertinggi
BBCA 651,033,080,000
BMRI 492,012,485,000
BBNI 377,155,872,500
Last update: 23 Mar 2017
Efek Teraktif
SRIL 23,959 Freq
PKPK 17,957 Freq
BBNI 6,205 Freq
Last update: 23 Mar 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,265.00 13,399.00
SGD 9,476.35 9,573.45
JPY 11,897.93 12,021.35
MYR 2,994.36 3,026.65
CNY 1,926.48 1,945.95
THB 383.38 387.37
HKD 1,707.84 1,725.12
EUR 14,304.98 14,453.50
AUD 10,167.62 10,271.67
GBP 16,558.70 16,729.99
Last update: 23 Mar 2017 11:05 WIB
Headline News
Sabtu, 18 Mar 2017 08:29 WIB - http://mdn.biz.id/n/289109/ - Dibaca: 203 kali
Kolom
Sumut Butuh Studio Film
Bersihar Lubis
Saya gembira mendengar geliat film di daerah ini. Sebuah film berjudul "Ilu Namaraburan" diluncurkan di sebuah kafe di Medan, Sabtu (11/3) lalu. Inilah, film perdana produksi PT Pelita Utama yang dipimpin Friendky Pasaribu dan disutradarai Pontyanus Gea dan skenario ditulis Bonardo Sinaga.

Sebetulnya, sudah ada 4 karya film berbahasa Batak karya Pontyanus Gea. Bahkan juga telah menghasilkan film berbahasa Nias, seperti Ono Sitefuyu dan Lua-Lua Bowo Sebua. Selain Ponti Gea masih ada sutradara Shaut Hutabarat.

Tanah Karo pun tak ketinggalan dalam produksi film daerah. Di antaranya Jinaka, Dalan Robah, Melumang La Kepaten, Erpudun La Erpadan, Rondong Durhaka, dan Nggara karya sutradara muda Ori Semloko.

Masih ada pekerja film seperti Onny Kresnawan, Diana Saragih, Baharudin Saputra, Yan Amarni Lubis dan sejumlah nama lainnya di Medan.

Di Kabupaten Mandailing Natal ada Djeges Art yang dikomandani Askolani Nasution sejak 2010 sudah memproduksi 11 judul film. Di antaranya Biola na Mabugang, dan Willem Iskandar.

Juga Sanggar Pelangi Nusantara Tapanuli Tengah yang memproduksi film berjudul: Rubiahku Tapian Nauli pada 2016 lalu. "Film ini berkisah tentang penyiaran agama Islam di Tapanuli Tengah," kata Hasridawati Tambunan, pimpinan produksi Pelangi Nusantara.

Sesungguhnya, Sumut pernah berjaya di kancah perfiman nasional. Film Turang (Rentjong Film) pernah meraih citra dalam FFI ke-2 pada 1960 disutradarai oleh Bachtiar Siagian. Saat itu, film Kunanti Di Djogdja (Radial Film) meraih Piala Citra untuk Skenario Terbaik. Radial Film didirikan pada 1953 oleh Mohammad Said, Amir Jusuf, dan Edisaputra.

Masih ada film Kuala Deli (1954), Sungai Ular (1961), A Sing Sing So (1963), Butet (1974), Buaya Deli (1978), Sorta (1982), Musang Berjanggut (1983),dan Secangkir Kopi Pahit (1985) dan puluhan karya lainnya.

Maraknya karya film inilah yang mendorong Gubernur Marah Halim Harahap membangun Studio Film Sunggal pada 1981. Sayang, studio ini tersia-sia. Bangunannya rusak dan aset-asetnya hilang.

Semoga dengan maraknya produksi film di Sumut akan mendorong pemerintah kembali membangun studio film. Tentu saja akan menggelorakan industri kreatif, karena produk film itu dijual berupa CVD dan DVD yang beredar di pasar: (Bersihar Lubis)

Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!