User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
LPPF 550 3.58%
TCID 500 3.03%
INAF 490 14.33%
Last update: 22 Mei 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
GGRM -2,250 -2.94%
UNVR -1,300 -2.67%
ITMG -575 -3.65%
Last update: 22 Mei 2017
Volume Terbesar
MYRX 826,170,880
BUMI 522,063,392
RIMO 350,266,304
Last update: 22 Mei 2017
Transaksi Tertinggi
BBRI 479,685,655,000
ASII 445,684,635,000
TLKM 422,033,268,000
Last update: 22 Mei 2017
Efek Teraktif
KOBX 26,558 Freq
PGAS 13,898 Freq
BNLI 12,233 Freq
Last update: 22 Mei 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,249.00 13,383.00
SGD 9,530.97 9,628.75
JPY 11,849.57 11,972.62
MYR 3,077.58 3,110.88
CNY 1,926.90 1,946.39
THB 384.59 388.70
HKD 1,701.21 1,718.48
EUR 14,824.31 14,975.58
AUD 9,886.40 9,993.09
GBP 17,187.93 17,363.10
Last update: 24 Mei 2017 11:10 WIB
Headline News
Senin, 20 Mar 2017 07:40 WIB - http://mdn.biz.id/n/289303/ - Dibaca: 184 kali
Kolom
Bak Kubangan Kerbau
Bersihar Lubis
Ah, 32 tahun tak kunjung berubah. Demikianlah, kesan saya ketika membaca berita "Jalan Sinunukan Menuju Batahan Hancur" di Harian MedanBisnis edisi Sabtu (18/3) silam. Aduh, dilukiskan betapa sebagian jalan menuju desa di Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) hancur dan berlumpur seperti kubangan kerbau.

Kendaraan yang melintasi jalan tersebut harus rela melewati lumpur yang kedalamannya mencapai lutut orang dewasa. Tak jarang, para sopir harus mengelus dada karena mobil yang dibawanya tidak bisa keluar dari lumpur yang menimbun badan jalan.

Saya pernah meliput ke Sinunukan ketika masih berstatus sebagai daerah transmigran pada 1985. Lho, mengapa kondisi jalannya tidak berubah hingga sekarang? Apalagi di musim hujan, kendaraan roda dua acap tergelincir di jalan tanah merah yang mendominasi kawasan tersebut.

Memang pada 2016 silam, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah membangun jalan beraspal dari Sinunukan menuju Batahan. Tapi masih separo. Belum tuntas hingga ke Batahan, di pantai barat Mandailing Natal.

Padahal, Kecamatan Sinunukan terkenal sebagai penghasil kelapa sawit, karet dan kakao. Syahdan, sebuah perusahaan swasta sudah membuka lahan sawit seluas 20.000 hektare lebih yang berpengaruh kepada kehidupan rakyat. Ratusan ribu warga bekerja sebagai karyawan perusahaan maupun menjadi buruh.

Namun para petani sawit yang memiliki lahan sendiri sangat terpukul jika hujan turun. Jalanan semakin rusak sehingga angkos angkutan tandan buah segar kelapa sawit semakin tinggi, dan mengurangi pendapatan petani.

Agaknya, tidak salah jika Pemerintah Kabupaten Madina mengimbau perusahaan sawit di Sinunukan mau mengeluarkan dana CSR (Corporate Social Responsibility) untuk membangun jalan beraspal di desa-desa Kecamatan Sinunukan. Perusahaan itu telah menikmati keuntungan dari pembukaan lahan sawit, dan tibalah masanya untuk peduli kepada kepentingan publik. (Bersihar Lubis)

Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!