User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
BRAM 1,750 19.89%
EPMT 560 24.89%
UNTR 550 2.02%
Last update: 22 Mar 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
UNVR -1,075 -2.45%
SILO -525 -3.69%
POOL-W -425 -31.95%
Last update: 22 Mar 2017
Volume Terbesar
MYRX 2,696,517,376
SRIL 1,134,397,696
RIMO 795,292,672
Last update: 22 Mar 2017
Transaksi Tertinggi
BBRI 620,132,872,500
BBCA 582,950,652,500
TLKM 450,257,831,000
Last update: 22 Mar 2017
Efek Teraktif
SRIL 39,868 Freq
MYRX 9,916 Freq
BUMI 6,499 Freq
Last update: 22 Mar 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,268.00 13,402.00
SGD 9,466.32 9,565.34
JPY 11,897.42 12,018.65
MYR 2,992.33 3,024.60
CNY 1,926.00 1,945.45
THB 381.70 385.67
HKD 1,708.47 1,725.75
EUR 14,320.15 14,467.46
AUD 10,152.67 10,256.55
GBP 16,547.85 16,717.65
Last update: 22 Mar 2017 11:37 WIB
Hukum
Senin, 20 Mar 2017 07:53 WIB - http://mdn.biz.id/n/289317/ - Dibaca: 68 kali
Kader Kosgoro Sumut Tersangka Pencurian Frekuensi
Kapoldasu dan Kajatisu Didesak Evaluasi Kinerja Bawahan
MedanBisnis - Medan. Ketua Kosgoro Sumut Riza Fakhrumi Tahir mendesak Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera (Kajatisu) mengevaluasi kinerja bawahannya, terkait adanya dugaan kriminalisasi terhadap seorang kader Kosgoro, Alexander Lawrentius Dacosta, yang ditetapkan tersangka oleh Penyidik Poldasu atas dugaan pencurian frekuensi.

Selain terkesan dipaksakan, menurut Riza, Kosgoro menilai aparat penegak hukum mengangkangi putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap hingga tingkat kasasi yang menetapkan frekuensi 99,5 MHz milik PT Radio Pelangi Lintas Nusa (PLN) dan bahkan telah terbit surat penetapan eksekusi No 86/G/20/2010/PTUN Medan, tanggal 2013.

"Jangankan dieksekusi, malah Saudara Alexander ditetapkan sebagai tersangka pencurian frekuensi, bahkan katanya sudah P-21. Ini kan namanya penzaliman dan kriminalisasi. Makanya kita meminta Kapoldasu dan Kajatisu mengevaluasi kinerja bawahannya, karena kami menduga penetapan tersangka Saudara Alex sarat kepentingan dan permainan," papar Riza, Minggu (19/3).

Ditambahkannya, Alexander sebagai Direktur Utama PT Radio PLN telah melakukan upaya hukum berupa gugatan upaya perbuatan melawan hukum (PMH) ke Pengadilan Negeri (PN) Medan pada 2014, karena pihak Radio Kardopa tidak mengindahkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Terhadap gugatan Alexander itu, lanjutnya, PN Medan dan Pengadilan Tinggi (PT) Medan juga mengabulkannya. "Memang terkait PMH ini masih ada upaya hukum di tingkat MA. Tapi yang jadi pertanyaan, apa dasar penyidik melanjutkan kasus ini dan menetapkan Saudara Alexander sebagai tersangka kasus pencurian frekuensi? Apa penegak hukum tidak lagi menghormati putusan hukum? Kalau gitu bubarkan saja MA-nya, karena produk hukumnya saja tidak dihargai penegak hukum," kata Riza.

Menurut dia, selain akan mengawal jalannya perkara yang menimpa kader Kosgoro itu, pihaknya akan melaporkan perkara tersebut ke DPRD Sumut. "Segera kita laporkan ke DPRD Sumut agar digelar rapat dengar pendapat. Kita minta dewan menghadirkan Kapoldasu dan Kajatisu agar kasus ini terang benderang, biar Kapoldasu dan Kajatisu tahu bagaimana kinerja bawahan mereka yang kita nilai melakukan penzaliman," tandas Riza Fakhrumi Tahir. (irvan sugito)

Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!