User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
TPIA 1,025 4.09%
PLIN 680 16.19%
MAPB 630 25%
Last update: 22 Jun 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
ITMG -550 -3.08%
RDTX -325 -4.71%
INTP -250 -1.34%
Last update: 22 Jun 2017
Volume Terbesar
MYRX 765,811,584
IIKP 237,799,504
BUMI 234,360,992
Last update: 22 Jun 2017
Transaksi Tertinggi
BMRI 445,433,070,000
ASII 406,870,680,000
BBRI 393,311,260,000
Last update: 22 Jun 2017
Efek Teraktif
HOKI 9,692 Freq
PGAS 7,631 Freq
HOKI-W 7,008 Freq
Last update: 22 Jun 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,252.00 13,386.00
SGD 9,540.68 9,640.62
JPY 11,938.74 12,062.72
MYR 3,092.65 3,126.84
CNY 1,943.19 1,962.84
THB 390.22 394.40
HKD 1,699.04 1,716.31
EUR 14,798.51 14,950.82
AUD 9,997.31 10,105.09
GBP 16,781.01 16,954.71
Last update: 23 Jun 2017 11:05 WIB
Keuangan & Bursa
Senin, 20 Mar 2017 09:16 WIB - http://mdn.biz.id/n/289386/ - Dibaca: 101 kali
Kolom Gunawan
Tidak Perlu Merespon dengan Naikkan Bunga Acuan
Bank sentral Amerika atau The Fed telah menaikkan suku bunga acuannya menjadi 0,75%-1%. Kebijakan yang sebelumnya sempat dikhawatirkan akan memberikan tekanan pada pasar keuangan global. Faktanya memang ada tren penguatan dolar AS. Namun bagi pasar keuangan domestik, kebijakan The Fed tersebut tidak sepenuhnya direspon dengan pelemahan di pasar keuangan domestik.
Satu hari setelah The Fed menaikkan suku bunga. IHSG dan mata uang rupiah sama-sama mengalami penguatan. Bahkan penguatannya cukup signifikan. Hal inilah yang menepis kekhawatiran bahwa kemungkinan dampak negatif dari rencana kenaikan suku bunga acuan akan berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Meski demikian, tren penguatan rupiah tidak bertahan lama. Karena pada perdagangan akhir pekan kemarin rupiah kembali melemah.

Pada dasarnya ada sejumlah faktor yang memicu terjadinya penguatan pasar keuangan sehari setelah suku bunga acuan The Fed dinaikkan. Beberapa di antaranya adalah pernyataan yang tidak begitu baik terkait dengan ekspektasi kinerja perekonomian AS ke depan, ditambah dengan sejumlah berita positif dari Tanah Air.

Sinyalemen yang kurang baik dilontarkan oleh Gubernur The Fed dalam pernyataan dovish. Hal ini memberikan indikasi bahwa perekonomian AS ke depan tidak akan sebaik seperti yang diharapkan. Sehingga lagi-lagi memunculkan sikap pelaku pasar untuk menarik investasi dari dolar AS. Meskipun pada dasarnya kebijakan seperti ini akan menjadi sentimen positif bagi dolar AS secara lebih menyeluruh.

Selanjutnya ada ekspektasi di mana lembaga pemeringkat internasional S&P akan menaikkan peringkat utang kita menjadi layak investasi. Hal ini dipicu oleh kemungkinan membaiknya kinerja perekonomian nasional serta pengelolaan APBN yang cukup hati-hati.

Ekspektasi ini berpengaruh kepada pelaku pasar sehingga mereka pun tidak begitu khawatir dengan kondisi perekonomian nasional ke depan.

Memang masih ada gangguan, namun didominasi oleh gangguan eksternal. Sementara fundamental perekonomian nasional saya pikir masih dalam keadaan yang sehat. Bahkan di tahun ini akselerasi pada pertumbuhan ekonomi nasional akan lebih baik dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan di tahun kemarin.

Walau demikian kita tidak sepantasnya meremehkan gangguan eksternal yang bisa saja lebih buruk dan memberikan implikasi jelek bagi pasar keuangan kita. Sejauh ini, pelaku pasar masih terus mencermati perkembangan kebijakan yang akan di ambil oleh presiden baru AS Donald Trump. Dan saya pikir semuanya ini akan bermuara pada keputusan investasi masing-masing pelaku pasar.

Dan saya melihat sekalipun sisi eksternal termasuk juga kemungkinan kenaikan suku bunga acuan The Fed lanjutan bisa memperburuk keadaan pasar keuangan domestik. Akan tetapi sejumlah negara di luar tersebut tidak akan mampu menahan sejumlah sentimen yang bakal mengganggu akibat kebijakan saat ini.

Ambil contoh kebijakan menaikkan suku bunga acuan akan memperburuk daya saing AS. Sementara itu, Indonesia setidaknya membutuhkan perbaikan harga komoditas untuk mempertahankan defisit neraca perdagangan di level tertentu. Dan jika bisa stabil dalam rentang tertentu, saya pikir akan membatasi ruang pelemahan bagi mata uang rupiah. Ha-hal seperti ini yang akan tetap menjadi fokus perhatian pasar.

Nah, respon moneter juga tidak perlu dilakukan secara berlebihan menanggapi kenaikan suku bunga acuan The Fed tersebut. Artinya BI jangan tergesa-gesa mengambil kebijakan untuk menaikkan suku bunga acuan. Karena saya melihat sejauh ini kebijakan menaikkan suku bunga acuan bank sentral AS belum memberikan dampak serius bagi pekonomian nasional.

Yang penting adalah kebijakan makroprudensial masih tetap terjaga. Tekanan terhadap mata uang rupiah memang berpeluang terjadi. Namun tidak harus direspon saat ini. Kita lihat perkembangan selanjutnya khususnya setelah kenaikan suku bunga acuan tersebut. Secara keseluruhan saya melihat BI tidak akan menaikkan suku bunga acuan hingga akhir tahun 2017 ini sekalipun The Fed menaikkan suku bunga acuan 2 kali lagi.

Gunawan Benjamin, pengamat ekonomi, alumnus UGM Yogyakarta, bekerja sebagai dosen dan analis di salah satu perusahaan sekuritas di Kota Medan.

Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Automatic Gate Kualitas Eropa Automatic Gate Merek NICE
Pemasangan Sectional Door, hubungi kami sekarang juga. Sectional door kami merupakan produk buatan eropa.
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!