User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
TPIA 1,025 4.09%
PLIN 680 16.19%
MAPB 630 25%
Last update: 22 Jun 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
ITMG -550 -3.08%
RDTX -325 -4.71%
INTP -250 -1.34%
Last update: 22 Jun 2017
Volume Terbesar
MYRX 765,811,584
IIKP 237,799,504
BUMI 234,360,992
Last update: 22 Jun 2017
Transaksi Tertinggi
BMRI 445,433,070,000
ASII 406,870,680,000
BBRI 393,311,260,000
Last update: 22 Jun 2017
Efek Teraktif
HOKI 9,692 Freq
PGAS 7,631 Freq
HOKI-W 7,008 Freq
Last update: 22 Jun 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,252.00 13,386.00
SGD 9,540.68 9,640.62
JPY 11,938.74 12,062.72
MYR 3,092.65 3,126.84
CNY 1,943.19 1,962.84
THB 390.22 394.40
HKD 1,699.04 1,716.31
EUR 14,798.51 14,950.82
AUD 9,997.31 10,105.09
GBP 16,781.01 16,954.71
Last update: 23 Jun 2017 11:05 WIB
UKM
Senin, 20 Mar 2017 09:29 WIB - http://mdn.biz.id/n/289400/ - Dibaca: 147 kali
Diedukasi untuk Tingkatkan UMKM
Suasana workshop Presiden One In Twenty Movement Pro Indonesia memaparkan tentang business plan dalam acara workshop smart business map, Minggu (19/3). (medanbisnis/ledimunthe)
MedanBisnis - Medan. Puluhan pelaku usaha mendapatkan pelatihan dan workshop untuk mengidentifikasi kesehatan bisnisnya agar bisa semakin berkembang dan naik kelas, sehingga bersaing dengan industri besar dan tidak hanya berkutat dengan UMKM saja.
Hal ini diungkapkan Presiden One In Tweenty Movement (OIM) Pro Indonesia, Taufan B Umbara di sela-sela workshop Smart Business Map (SBM), Ahad (19/3) di Jalan Dr Mansyur.

Selama ini, sebut Taufan, mayoritas pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang bertumbuh disebabkan modal nekat. Namun tidak dibarengi dengan edukasi entrepreneur. Melihat kondisi ini, Pro Indonesia melalui gerakan OIM yang bertujuan mendorong wirausaha Indonesia siap menghadapi pasar bebas, memberikan edukasi, capacity building bagi UKM agar memiliki kompetensi yang mencukupi agar bisa naik kelas.

Dalam workshop yang diikuti puluhan peserta pelaku UKMK yang digelar, OIM Pro Indonesia selama dua hari, 18-19 Maret ini, para pelaku usaha diedukasi untuk mengenali dan mendeteksi bisnisnya.

Hal ini, sangatlah penting bagi perkembangan usaha pengusaha. Sebab banyak usaha yang tumbuh tanpa adanya proses pendidikan, seperti educative entrepreneur atau orang yang belajar bisnis kemudian membangun bisnis, atau ingin yang pengen belajar bisnis, kemudian difasilitasi pemerintah supaya bisa menjadi pebisnis. Kondisi ini yang kemudian menyebabkan banyak UKM di Indonesia tidak memiliki pengetahuan formal dalam bisnis.

"Banyak yang lahir modal nekat.Bikin produk dan bisa jualan. Kemudian membangun bisnis," ujarnya seraya menambahkan hal tersebut diketahui dari sebuah riset yang dilakukan.

Taufan menambahkan, dari hasil riset tersebut diketahui banyak pelaku UMKM yang mengalami gap, yang membuat mereka tidak bisa bersaing dengan industri besar dan naik kelas. "Ada enam gap sebenarnya yang membuat pelaku usaha tidak bisa naik kelas. Masing-masing; pengetahuan, jaringan, marketing, teknologi, permodalan dan legalitas. Itu gap-nya yang membuat UMKM ini tidak bisa bersaing dengan industri besar yang menguasai pasar nasional, seperti brand yang sudah besar. Sehingga membuat UMKM hanya berputar dikalangan UMKM saja," bebernya.

Dari keenam gap tadi, sambung Taufan, yang paling besar adalah pengetahuan. "Karena ketika, pengusaha itu mempunyai pengetahuan yang mencukupi, gap yang lainnya bisa diselesaikan. Apakah itu, permodalan bisa dapat gampang, jaringan bisa didapat, distribusi bisa dapat," urainya.

Sejauh ini, sebut Taufan, di Indonesia baru ada beberapa daerah yang peduli tentang pentingnya mengedukasi bisnis bagi UMKM, seperti Jakarta dan Bandung. Baik itu tentang kemasan dan lainnya. "Namun di luar itu, hampir sama semua, mereka berbisnis, karena mereka berfikir punya produk dan mempunyai kemampuan untuk menjual," jelasnya.

Sementara kompetensi lainnya seperti laporan keuangan, membangun brand, kebanyakan belum punya. "Ini yang perlu diedukasi, karena menurut saya jika kita tidak mengubah cara berbisnis kita. Kita tidak akan bisa bersaing dengan perusahaan yang sudah established. "Akhirnya akan selamanya menjadi UMKM terus," ujarnya.

Contoh kecilnya, ujar Taufan, meski mempunyai produk teh olahan yang lebih bagus dari produk yang sudah terkenal, jika tidak mengurus legalitasnya, seperti BBPOM, hak merek, sertifikasi halal, selamanya tidak akan bisa dipasarkan di pasar modern. Paling hanya di lingkungan terbatas, lewat online misalnya satu-satunya cara jika ingin besar. "Oleh karenaya harus selalu meng-upgrade apa saja yang dibutuhkan," pungkasnya. (ledi munthe)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Automatic Gate Kualitas Eropa Automatic Gate Merek NICE
Pemasangan Sectional Door, hubungi kami sekarang juga. Sectional door kami merupakan produk buatan eropa.
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!