User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
TCID 1,200 7.84%
FORZ-W 327 32700%
INKP 240 13.04%
Last update: 28 Apr 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
UNVR -1,250 -2.73%
JECC -700 -11.48%
ITMG -500 -2.55%
Last update: 28 Apr 2017
Volume Terbesar
MYRX 1,336,184,960
BUMI 482,200,512
BIPI 435,902,912
Last update: 28 Apr 2017
Transaksi Tertinggi
TLKM 547,736,630,000
ASII 261,678,960,000
INDY 248,406,638,000
Last update: 28 Apr 2017
Efek Teraktif
INDY 13,026 Freq
BUMI 8,233 Freq
DOID 6,268 Freq
Last update: 28 Apr 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,260.00 13,394.00
SGD 9,496.53 9,594.56
JPY 11,929.82 12,051.47
MYR 3,048.28 3,081.21
CNY 1,923.66 1,943.10
THB 382.90 386.89
HKD 1,704.37 1,721.82
EUR 14,410.97 14,561.96
AUD 9,902.57 10,009.34
GBP 17,114.68 17,292.99
Last update: 28 Apr 2017 11:10 WIB
Ekonomi
Selasa, 21 Mar 2017 07:39 WIB - http://mdn.biz.id/n/289492/ - Dibaca: 91 kali
1.000 Keramba Jaring Apung akan Direvitalisasi
MedanBisnis - Jakarta. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti akan mengoptimalisasi lahan laut sebagai prasarana budidaya perikanan. Kemudian juga optimalisasi melalui program revitalisasi Keramba Jaring Apung (KJA) yang dikelola masyarakat.

Dirjen Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto mengemukakannya dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Senin (20/3).

Dia mengatakan tahun 2017 KKP menargetkan revitalisasi KJA sebanyak 250 unit atau 1.000 lubang KJA, dimana diharapkan akan mampu menghasilkan produksi lebih dari 342 ton per tahun dengan nilai produksi sebesar Rp 34 miliar."Khusus untuk revitalisasi KJA, kita akan berikan bantuan kepada masyarakat. Jadi tahun ini tidak ada lagi pembuatan KJA, tapi revitalisasi yang selama ini tidak dioperasionalkan," ujarnya.

Di samping itu, program ini juga diharapkan mampu menyerap tenaga kerja hingga 500 orang per tahun, dengan kisaran pendapatan kotor yang mampu diraup kelompok pembudidaya mencapai Rp 80 juta- Rp 182 juta per tahun."Kita ingin menggerakkan kembali KJA sebagai upaya memberikan motivasi. Yang diberikan adalah kepada kelompok-kelompok pembudidaya yang sudah punya KJA yang mangkrak dan sudah pernah membudidayakan KJA itu. Yang kita berikan adalah orang-orang yang sudah berkelompok tapi kurang sarana produksinya," sambungnya.

Selain revitalisasi dari KKP, BUMN Perikanan Perum Perindo juga akan melakukan pelaksanaan revitalisasi sebanyak 1.000 lubang KJA di 6 klaster dengan target produksi minimal 200 ton/bulan, sehingga total KJA yang akan direvitalisasi tahun ini mencapai 2.000 lubang. Klaster-klaster tersebut antara lain berada di Bali, Natuna, Konawe Seiatan, Ambon, Lampung, dan Padang.

Harapannya produksi budidaya kerapu bisa meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya."Harapannya produksi budidaya kerapu meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya selain itu diharapkan akan mampu meningkatkan daya serap benih 3,6 juta yang diproduksi dari pembenih," pungkasnya.

Slamet Soebjakto mengemukakan pula bahwa potensi perikanan budidaya Indonesia dirasa masih sangat mungkin untuk berkembang, khususnya untuk budidaya perikanan di laut. Kajian terbaru, Indonesia memiliki potensi lahan perikanan budidaya laut mencapai 12 juta hektar (ha). Sementara total luas pemanfaatannya lahan budidaya laut baru mencapai 325.000 ha atau sekitar 2,69% dari total potensi yang ada, dengan capaian volume produksi budidaya laut hingga akhir 2016 mencapai 11,7 juta ton.

Hal ini mendorong Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Ditjen Perikanan Budidaya menjadikan bidang budidaya laut sebagai prioritas dalam kebijakan pembangunan perikanan budidaya nasional ke depan, mengingat besarnya potensi yang masih dapat dimanfaatkan, sehingga diharapkan akan mampu mendongkrak kontribusi sektor perikanan terhadap PDB nasional. "Dari lautnya saja, yang terbesar masih ikan kerapu, kakap, bawal bintang dan kekerangan. Ke depan ini saya kira ikan-ikan yang lain perlu digenjot terus, di samping kekerangan. Karena ini bagus sekali sebagai sumber protein dan peningkatan pendapatan masyarakat," kata Slamet Soebjakto.

Untuk itu, tahun 2017 KKP akan mulai memperkenalkan penggunaan teknologi pada pada bidang budidaya laut yaitu budidaya laut lepas pantai atau lebih dikenal dengan KJA offshore. Pelaksanaan KJA lepas pantai ini akan mengadopsi teknologi yang diterapkan di Norwegia dan disinyalir akan mampu menggenjot produksi kakap putih secara signifikan.

Rencananya menurut Slamet, KJA offshore ini akan terlebih dahulu difokuskan di tiga kawasan strategis yaitu Kepulauan Karimunjawa, Pangandaran dan Kota Sabang, dimana pembiayaannya berasal dari APBN, sedangkan pengelolaannya akan menggandeng BUMN Perikanan yaitu Perum Perindo."Mekanisme pengelolaan KJA sedang dalam tahap pembahasan bussiness plan untuk memetakan mata rantai bisnis yang akan dibangun nantinya, intinya kami berharap pembangunan KJA offshore ini akan memberikan multiplier effect khususnya bagi pemberdayaan masyarakat", jelas Slamet. (dtf)

Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!