User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
GGRM 1,450 2.25%
UNTR 1,300 4.89%
BBCA 600 3.45%
Last update: 26 Apr 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
IBST -510 -18.41%
RDTX -400 -5.56%
PLIN -200 -5.06%
Last update: 26 Apr 2017
Volume Terbesar
BUMI 1,503,310,976
MYRX 1,334,510,336
DEWA 309,301,792
Last update: 26 Apr 2017
Transaksi Tertinggi
BMRI 949,101,395,000
BUMI 650,695,946,200
TLKM 455,915,436,000
Last update: 26 Apr 2017
Efek Teraktif
BUMI 20,342 Freq
JPRS 7,895 Freq
KICI 6,856 Freq
Last update: 26 Apr 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,260.00 13,394.00
SGD 9,496.53 9,594.56
JPY 11,929.82 12,051.47
MYR 3,048.28 3,081.21
CNY 1,923.66 1,943.10
THB 382.90 386.89
HKD 1,704.37 1,721.82
EUR 14,410.97 14,561.96
AUD 9,902.57 10,009.34
GBP 17,114.68 17,292.99
Last update: 28 Apr 2017 11:10 WIB
Tapanuli Bisnis
Selasa, 21 Mar 2017 08:13 WIB - http://mdn.biz.id/n/289577/ - Dibaca: 140 kali
Tapteng Potensial Kembangkan Singkong
Dikembangkan Salah seorang petani sedang memanen singkong hasik kebunnya. Struktur tanah di Tapteng sebenarnya sangat potensial untuk mengembangkan pertanian singkong. Namun akibat rendahnya nilai jual dan sulitnya pangsa pasar, menyebabkan minat petani untuk bertani singkong menjadi minim. (medanbisnis/putra hutagalung)
MedanBisnis - Pandan. Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) yang kebanyakan memiliki struktur tanah yang sedikit berpasir, amat memungkinkan untuk mengembangkan pertanian ubi kayu atau singkong. Apalagi, saat ini banyak sekali lahan-lahan kosong, baik di dataran maupun kawasan perbukitan yang potensial dijadikan lokasi pertanian singkong.

Bila pemerintah mau mengembangkannya, tidak mustahil Tapteng bisa menyaingi Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) sebagai salah satu kabupaten penghasil singkong terbesar di Sumatera Utara.

"Struktur tanah di Tapteng sebenarnya amat cocok untuk pengembangan pertanian singkong atau ubi kayu. Terbukti, sejak jaman dahulu hingga akhir tahun 90 an lalu, terdapat beberapa pabrik pengolahan tepung tapioka yang berbahan baku singkong di Tapteng. Namun sayang, akibat kurangnya minat warga bertani singkong, sehingga bahan baku menjadi langka, pabrik-pabrik tapioka ini pun akhirnya satu persatu terpaksa menutup operasionalnya," terang Ketua Karang Taruna Tapteng Winsya Eko Syahputra kepada MedanBisnis, Senin (20/3) di Pandan.

Dikatakan pria yang akrab dipanggil Koko ini, ratusan hektare lahan-lahan perbukitan yang gundul maupun dataran kosong di Tapteng, sebenarnya akan dapat memberikan manfaat bila dijadikan sebagai lahan pertanian singkong. Apalagi, pertanian singkong tidak membutuhkan modal yang besar dan pengelolaan yang rumit. Jika Pemkab Tapteng mau menggugah masyarakat untuk mengembangkannya, bukan tidak mungkin singkong akan mampu meningkatkan kehidupan masyarakat di Tapteng.

"Bayangkan jika Tapteng memiliki sekitar 1.000 hektare saja lahan pertanian singkong, berapa banyak produksi singkong yang mampu dihasilkan per bulan dan berapa banyak tenaga kerja yang dapat ditampung. Belum lagi nantinya pabrik-pabrik pengolahan singkong seperti pabrik tapioka, pabrik kerupuk, pengusaha kue berbahan baku singkong dan lain sebagainya yang akan tumbuh dengan adanya pengembangan pertanian singkong ini," tuturnya.

Dikatakan, seharusnya Pemkab Tapteng dapat sedikit mengikuti program pertanian di Kabupaten Sergai yang menjadikan pertanian singkong sebagai salah satu komoditas unggulan. Yang mana, singkong merupakan salah satu komoditas yang telah mampu memberikan penghasilan bagi ribuan warganya. Karang Taruna berharap, Pemkab Tapteng mau mensosialisasikan pengembangan kembali pertanian singkong ini, disamping pengembangan berbagai komoditas pertanian lainnya.

"Kalaupun bibit awalnya dibantu oleh Pemkab Tapteng, modalnya tidak begitu besar. Pemkab Tapteng hanya perlu memberikan sosialisasi, bimbingan dan terutama mencarikan pangsa pasar atau membantu mengembangkan industri hilir dari produksi singkong asal Tapteng ini nantinya. Saya optimis, jika dilakukan, pertanian singkong ini dapat menjadi mata pencaharian yang menjanjikan bagi masyarakat Tapteng," katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Tapteng, Dompak Simanjuntak yang ditemui terpisah juga mengakui bahwa struktur tanah di Tapteng amat memungkinkan untuk dijadikan lokasi pengembangan pertanian singkong. Namun menurutnya, nilai jual yang rendah ditambah sulitnya pangsa pasar, menjadi penghalang minat masyarakat untuk menanami lahannya dengan skala besar.

"Struktur tanahnya memang sangat baik untuk pertumbuhan singkong. Dan sebenarnyapun banyak warga Tapteng yang bertani singkong, tapi skalanya cukup kecil. Walau modal bertani singkong ini sangat murah, perawatannya mudah tapi murahnya harga jual dan sulitnya memperoleh pangsa pasar menjadi kendala bagi petani untuk mengembangkan pertanian singkong di sini. Kebanyakan petani di Tapteng bertani singkong hanya untuk dikonsumsi sendiri, hanya sedikit sekali yang dijual ke pasaran," jelasnya.

Distannak Tapteng pun, lanjut Dompak, sudah sering mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong miliknya untuk bertani komoditas-komoditas pangan alternatif seperti singkong. (putra hutagalung)

Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!