User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
BRAM 1,750 19.89%
EPMT 560 24.89%
UNTR 550 2.02%
Last update: 22 Mar 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
UNVR -1,075 -2.45%
SILO -525 -3.69%
POOL-W -425 -31.95%
Last update: 22 Mar 2017
Volume Terbesar
MYRX 2,696,517,376
SRIL 1,134,397,696
RIMO 795,292,672
Last update: 22 Mar 2017
Transaksi Tertinggi
BBRI 620,132,872,500
BBCA 582,950,652,500
TLKM 450,257,831,000
Last update: 22 Mar 2017
Efek Teraktif
SRIL 39,868 Freq
MYRX 9,916 Freq
BUMI 6,499 Freq
Last update: 22 Mar 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,268.00 13,402.00
SGD 9,466.32 9,565.34
JPY 11,897.42 12,018.65
MYR 2,992.33 3,024.60
CNY 1,926.00 1,945.45
THB 381.70 385.67
HKD 1,708.47 1,725.75
EUR 14,320.15 14,467.46
AUD 10,152.67 10,256.55
GBP 16,547.85 16,717.65
Last update: 22 Mar 2017 11:37 WIB
UKM
Selasa, 21 Mar 2017 08:17 WIB - http://mdn.biz.id/n/289590/ - Dibaca: 59 kali
Emping Andalan Warga Lubuk Besar
Menggoreng Sukiyem warga Dusun IV, Desa Lubuk Besar, Kecamatan Lima Puluh, dibantu oleh seorang pekerja, menggoreng kerupuk emping buatannya menggunakan pasir. (medanbisnis/ck 08)
MedanBisnis - Batubara. Emping melinjo kini menjadi produk andalan dan sumber pendapatan warga Desa Lubuk Besar, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batubara.

Saat ini ada sekitar 150 tempat pengolahan emping melinjo walaupun masih skala produksi rumahan. Paling tidak, setiap tempat pengolahan ada sedikitnya tiga orang pekerja. Dengan begitu, banyak tenaga kerja dari warga dapat diserap.

"Emping melinjo kini menjadi andalan pendapatan warga, dengan mulai berkembangnya jumlah tempat pengolahan kerupuk emping, membuka peluang kerja, sehingga perekonomian warga turut meningkat," ungkap Kepala Desa Lubuk Besar Sutiono, kepada Medan Bisnis, Senin (20/3).

Ia mengatakan, potensi buah melinjo di Desa Lubuk Besar sangat melimpah. Pohon melinjo banyak tumbuh diperladangan maupun di pekarangan rumah warga. Melihat potensi tersebut, warga memanfaatkan buah melinjo untuk dijadikan kerupuk emping dari pada harus menjual buah melinjo secara langsung.

Dari segi harga jelas jauh perbandingannya, kerupuk emping saat ini dijual dengan harga Rp. 25.000 per kilogram, Sedangkan buah melinjo dijual dengan harga Rp. 10.000 per kilogram.

Melihat potensi yang begitu besar, di tahun ini Desa akan membuat Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang nantinya Bumdes ini dapat menampung hasil produksi kerupuk emping dari warga. Bumdes akan dibuat bidang khusus untuk menangani hasil kerupuk emping warga. Dengan adanya Bumdes, diharapkan harga kerupuk emping dapat stabil.

"Tahun ini kita akan buat Bumdes untuk menampung hasil kerupuk emping warga, nanti ada bidang khusus ngurusi itu, diharapkan Bumdes dapat menampung seluruh hasil dari warga dan dapat menstabilkan harga," ujarnya.

Seorang pembuat kerupuk emping melinjo Sukiyem, warga dusun IV, Desa Lubuk Besar mengaku sudah puluhan tahun membuat emping melinjo. Dibantu dengan seorang karyawan, dalam sehari ia mampu membuat 4 Kg kerupuk emping melinjo.

Biasanya ada pengepul/agen yang datang untuk mengambil hasil produksinya. Harga jual kerupuk emping melinjo ditingkat pengepul tidak stabil. Rata-rata kerupuk emping melinjo dihargar Rp. 15.000 - Rp. 20.000 per kilogramnya. "Warga sangat mendukung dibentuknya Bumdes, dengan adanya Bumdes, warga tidak ketergantungan harga dengan pengepul, mudah-mudahan Bumdes nantinya dalat membuat perekonomian warga dapat meningkat," katanya. (ck 08)

Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!