User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
ITMG 550 2.95%
JECC 475 7.31%
SILO 350 2.55%
Last update: 23 Mar 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
GMTD -725 -11.28%
UNVR -350 -0.82%
UNTR -200 -0.72%
Last update: 23 Mar 2017
Volume Terbesar
MYRX 2,544,047,104
SRIL 779,317,632
BUMI 297,418,816
Last update: 23 Mar 2017
Transaksi Tertinggi
BBCA 651,033,080,000
BMRI 492,012,485,000
BBNI 377,155,872,500
Last update: 23 Mar 2017
Efek Teraktif
SRIL 23,959 Freq
PKPK 17,957 Freq
BBNI 6,205 Freq
Last update: 23 Mar 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,265.00 13,399.00
SGD 9,476.35 9,573.45
JPY 11,897.93 12,021.35
MYR 2,994.36 3,026.65
CNY 1,926.48 1,945.95
THB 383.38 387.37
HKD 1,707.84 1,725.12
EUR 14,304.98 14,453.50
AUD 10,167.62 10,271.67
GBP 16,558.70 16,729.99
Last update: 23 Mar 2017 11:05 WIB
Wacana
Selasa, 21 Mar 2017 08:32 WIB - http://mdn.biz.id/n/289621/ - Dibaca: 70 kali
Penyaluran KUR Jangan Hanya di Pulau Jawa
DALAM rapat kerja Komisi XI DPR RI dan pemerintah, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution memberikan laporan mengejutkan. Penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) yang mencapai Rp 94,4 triliun hingga akhir 2016 sekitar 54,6% tersebar hanya di Pulau Jawa. Dia mengatakan, hal tersebut terjadi karena 54% orang miskin berada di Pulau Jawa.

KUR idealnya disalurkan merata, bukan menumpuk di wilayah tertentu, karena KUR untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Ke depan pemerintah harus lebih intensif melakukan pengawasan terhadap penyaluran KUR, sehingga bisa dinikmati merata oleh masyarakat Indonesia yang memang membutuhkan.

Berdasarkan data Kementerian Perekonomian, total realisasi KUR Rp 94,4 triliun pada 2016, meliputi Jawa Tengah Rp 16,9 triliun (17,9%), Jawa Timur Rp 14,6 triliun (15,5%) dan Jawa Barat Rp 11,9 triliun (12,6%). Kemudian, Sulawesi Selatan Rp 5,1 triliun (5,4%), Sumatera Selatan Rp 4,3 triliun (4,6%), Bali sekitar 7,4%, Kalimantan 6,1%, Papua 1,6% dan Maluku 0,7%.

Data tersebut jelas memperlihatkan ketidakmerataan penyaluran KUR, padahal pemerintah mengatakan akan mendukung munculnya penggerak-penggerak usaha baru. Bagaimana bisa muncul, jika penyaluran dana bantuan tidak merata? Dalam hal ini pemerintah melalui Kementerian Perekonomian harus membuat strategi-strategi, sehingga KUR disalurkan merata dan tepat sasaran.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Kompas, 13/1/2017), penyaluran KUR masih didominasi sektor perdagangan yang mencapai 66%. Sedangkan sektor pertanian hanya 17%, industri jasa 10%, industri pengolahan 4% dan perikanan 1,5%.

Idealnya semua sektor mendapatkan bagian yang sama. Jika ditelusuri, bisa saja karena ada ketidaktahuan terkait program KUR. Apabila hal tersebut yang menjadi masalah, maka salah satu strategi yang bisa dilakukan sosialisasi.

Sosialisasi bisa dilakukan langsung ke lapangan atau melalui berbagai media. Dengan demikian, semakin banyak pihak yang menyetahui program KUR dan segera bisa mengajukan penambahan modal untuk lebih meningkatkan usahanya.

Pemerintah harus mendorong penyaluran KUR pada sektor-sektor yang masih minim dibiayai, atpi juga harus memperhatikan faktor risiko. Ibarat menanam padi, jangan di padang pasir, karena padi tersebut tidak akan tumbuh dan biaya yang dipergunakan juga tidak akan kembali.

Memang ada beberapa sektor usaha yang potensial memiliki risiko, seperti sektor pertanian, perkebunan dan perikanan. Sektor-sektor ini potensial risiko karena tergantung ragam kondisi seperti musim, alam, cuaca, iklim dan beberapa faktor lainnya. Terhadap ini pemerintah juga harus memiliki strategi, sehingga potensi risiko dapat diminimalkan. Misalnya, memberikan pinjaman sesuai dengan produksi atau memberikan suntikan dana, sekaligus memberikan penyuluhan terkait dengan strategi-strategi untuk meminimalkan risiko.

Harus Fleksibel

Mulai 2017, KUR harus fleksibel, dengan menjangkau segala jenis usaha. Memang hal ini cukup berat dilakukan, namun diyakini pemerintah mampu menjadikan hal tersebut kenyataan. Semisal mendorong agar para petani tergabung ke dalam satu kelompok dan bisa menggunakan alat-alat pertanian bersama di dalam kelompok. Dengan demikian risiko potensial terkait pengembalian pinjaman dapat diatasi.

Selain itu, pemerintah dapat mendorong koperasi unit desa (KUD) yang sehat untuk bisa terlibat langsung dalam penyaluran KUR. Dengan demikian para petani yang menjadi anggota KUD bisa mendapatkan pinjaman dengan mudah.

Ada banyak lagi strategi yang dapat menjadikan hakikat KUR fleksibel dan dapat memfasilitasi semua sektor yang digerakkan masyarakat. Jika sudah fleksibel dan dapat menyasar seluruh sektor, diyakini usaha-usaha baru akan semakin banyak muncul. Keterkaitannya, lapangan pekerjaan diharapkan semakin banyak terbuka.

Hasil utamanya, kesejahteraan masyarakat akan terjamin dan masyarakat semakin makmur. Karenanya, pemerintah harus serius agar sektor produktif terutama di luar Pulau Jawa yang selama ini belum secara maksimal tersentuh pembiayaan oleh perbankan ke depan bisa merasakan KUR.

Banyak juga pihak yang ingin mengajukan KUR, namun urung melakukannya, karena beberapa persyaratan dirasa berat untuk dipenuhi. Dengan demikian ke depan harus ada kemudahan pengurusan. Jangan lagi ada syarat-syarat yang memberatkan, tapi bukan pula terlalu dimudahkan sehingga rawan disalahgunakan.

Rencana pemerintah meluncurkan kartu yang merekam secara lengkap identitas dan penyaluran kredit sesuai kebutuhan debitur patut diapresiasi. Kartu ini akan memudahkan penyalur mengetahui lebih jelas kebutuhan debitur, misalnya debitur bisa mengajukan pinjaman dengan batas waktu sesuai kebutuhan. Ini merupakan salah satu solusi yang memberikan kemudahan.

Diharapkan ke depan penyaluran KUR akan semakin merata, juga tak hanya bisa disalurkan melalui perbankan, namun ada badan lain yang diberikan wewenang mengucurkannya, sehingga cakupan penyalurannya juga akan semakin luas dan menyasar semakin banyak sektor. Masyarakat harus mendukung KUR, dengan menjadi peminjam yang baik. KUR yang sudah disalurkan jangan dimanipulasi dan disalahgunakan. Semuanya untuk kesejahteraan dan kemakmuran yang semakin baik ke depan. Untuk menjadikan Indonesia lebih maju.

(Ramen Antonov Purba)


Penulis staf UPT Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Unggul LP3M Medan

Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!