User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
TCID 1,200 7.84%
FORZ-W 327 32700%
INKP 240 13.04%
Last update: 28 Apr 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
UNVR -1,250 -2.73%
JECC -700 -11.48%
ITMG -500 -2.55%
Last update: 28 Apr 2017
Volume Terbesar
MYRX 1,336,184,960
BUMI 482,200,512
BIPI 435,902,912
Last update: 28 Apr 2017
Transaksi Tertinggi
TLKM 547,736,630,000
ASII 261,678,960,000
INDY 248,406,638,000
Last update: 28 Apr 2017
Efek Teraktif
INDY 13,026 Freq
BUMI 8,233 Freq
DOID 6,268 Freq
Last update: 28 Apr 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,260.00 13,394.00
SGD 9,496.53 9,594.56
JPY 11,929.82 12,051.47
MYR 3,048.28 3,081.21
CNY 1,923.66 1,943.10
THB 382.90 386.89
HKD 1,704.37 1,721.82
EUR 14,410.97 14,561.96
AUD 9,902.57 10,009.34
GBP 17,114.68 17,292.99
Last update: 28 Apr 2017 11:10 WIB
Berita Terkini
Kamis, 20 Apr 2017 22:29 WIB - http://mdn.biz.id/n/294629/ - Dibaca: 154 kali
Mahkamah Agung Pakistan perintahkan pemeriksaan PM terkait korupsi
MedanBisnis - Islamabad. Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif mendapat penagguhan hukuman pada Kamis, setelah Mahkamah Agung memerintahkan penyelidikan dugaan korupsi, tetapi menyatakan bahwa tidak ada cukup bukti untuk menggulingkannya.

"Diperlukan penyelidikan menyeluruh," kata hakim Asif Saeed Khosa, mengumumkan keputusan yang sangat dinanti menyusul proses sidang berbulan-bulan yang muncul setelah bocoran "Panama Papers" tahun lalu, yang mengaitkan keluarga Nawaz Sharif dengan bisnis di luar negeri menurut warta kantor berita AFP.

Mahkamah Agung mengeluarkan putusan itu pada Kamis petang setelah berbulan-bulan sidang perkara berdasarkan bocoran "Panama Papers" yang membuat para pemimpin oposisi mendesak pelengseran Sharif.

Al Jazeera mewartakan hakim memutuskan sumber dana dan aset yang dipertanyakan belum ditetapkan pasti milik Sharif.

Hakim memerintahkan Sharif dan anaknya Hassan, Hussain dan Maryam menjalani pemeriksaan tim investigasi gabungan yang terdiri atas anggota lembaga intelijen Federal Investigative Agency, bank sentral dan lembaga lainnya.

Badan itu akan dibentuk dalam tujuh hari dan akan menyampaikan laporan dua pekan sekali ke Mahkamah Agung menurut putusannya, yang juga menyebutkan bahwa badan itu akan menyelesaikan penyelidikan dalam 60 hari.

Dalam catatan perbedaan pendapat pada keputusan itu, yang tidak mengikat, dua hakim dalam majelis menyatakan bahwa Sharif harus didiskualifikasi karena berbohong mengenai sumber pendapatannya. (ant)

Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!