User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
TCID 1,200 7.84%
FORZ-W 327 32700%
INKP 240 13.04%
Last update: 28 Apr 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
UNVR -1,250 -2.73%
JECC -700 -11.48%
ITMG -500 -2.55%
Last update: 28 Apr 2017
Volume Terbesar
MYRX 1,336,184,960
BUMI 482,200,512
BIPI 435,902,912
Last update: 28 Apr 2017
Transaksi Tertinggi
TLKM 547,736,630,000
ASII 261,678,960,000
INDY 248,406,638,000
Last update: 28 Apr 2017
Efek Teraktif
INDY 13,026 Freq
BUMI 8,233 Freq
DOID 6,268 Freq
Last update: 28 Apr 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,260.00 13,394.00
SGD 9,496.53 9,594.56
JPY 11,929.82 12,051.47
MYR 3,048.28 3,081.21
CNY 1,923.66 1,943.10
THB 382.90 386.89
HKD 1,704.37 1,721.82
EUR 14,410.97 14,561.96
AUD 9,902.57 10,009.34
GBP 17,114.68 17,292.99
Last update: 28 Apr 2017 11:10 WIB
Headline News
Jumat, 21 Apr 2017 06:37 WIB - http://mdn.biz.id/n/294647/ - Dibaca: 187 kali
AS Ingin Hubungan Dagang Langsung dengan RI
Jusuf Kalla Terima Wapres AS Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) menyambut Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Michael R. Pence (kiri) untuk melakukan pertemuan bilateral di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (20/4). Selain disambut Wakil Presiden Jusuf Kalla, kedatangan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Michael R. Pence juga disambut Presiden Joko Widodo untuk membahas lima bidang kerja sama bilateral strategis yaitu ekonomi dan investasi, maritim, penanggulangan terorisme, peningkatan saling pengertian dalam toleransi beragama dan nilai Islam moderat, serta keberlanjutan keterlibatan AS di Asia-Pasifik, khususnya Asia Tenggara. (antara foto/rosa panggabean)
MedanBisnis - Jakarta. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menerima kunjungan kenegaraan dari Wapres Amerika Serikat Mike Pence.
Keduanya membahas hubungan ekonomi Indonesia-Amerika. Mike Pence bersama rombongan tiba di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (20/4), pukul 11.50 WIB.

Beberapa menteri terkait ikut hadir dalam pertemuan itu seperti Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menko Maritim Luhut B Panjaitan, Menko Perekonomian Darmin Nastion, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Kepala BKPM Thomas Lembong, Menko Polhukam Wiranto, dan Menteri ESDM Ignasius Jonan.

"Pembicaraan tadi dengan Mike Pence menyangkut dua hal yaitu hubungan ekonomi Indonesia dengan Amerika," kata Wapres.

Mike Pence melakukan pertemuan tertutup dengan JK. Dari pertemuan yang berlangsung sekitar 40 menit itu, Indonesia ingin mengetahui soal arah kebijakan pemerintah AS.

"Jadi tentu bagi dia bagaimana peningkatan hubungan perdagangan dan investasi di negara-negara yang lain seperti Indonesia dan juga bagaimana ada keseimbangan dan mereka lebih inginkan hubungan itu lebih bersifat bilateral tidak bersifat multilateral seperti TPP," ucap JK.

JK menambahkan, karena Indonesia juga tidak masuk TPP maka segera dirundingkan strategic partnership khususnya di bidang ekonomi dengan AS.

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Michael Richard Pence mengatakan, pihaknya percaya bahwa hambatan perdagangan harus dihapuskan antara Indonesia dengan AS. Dia berbicara dalam pernyataan pers bersama dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka di hari yang sama.

"Dan arena kompetisi harus setara, memangkas hambatan-hambatan perdagangan untuk memastikan eksportir AS dapat sepenuhnya berpartisipasi dalam pasar Indonesia sebagaimana yang didapat oleh eksportir Indonesia di berbagai sektor di AS selama bertahun-tahun," kata Pence.

Dia juga menyampaikan terima kasih atas keterbukaan Pemerintah Indonesia kepada tim AS untuk memulai pembicaraan (tentang perdagangan) dalam beberapa pekan ke depan.

"Di bidang ekonomi, Presiden Trump mengirimkan pesan tentang hubungan komersial yang baik antara AS dengan Indonesia," tuturnya.

Amerika melalui Pence juga menyatakan bangga bisa mendukung pembangunan ekonomi di Indonesia.

"Kami percaya, kita masih memiliki kesempatan untuk mengembangkan hubungan perdagangan di bawah kepemimpinan Presiden Trump, secara bebas dan adil, demi penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pertumbuhan ekonomi bagi kedua belah pihak," ujarnya.

Pence menginginkan kedua negara mencari hubungan yang saling menang dan menguntungkan alias "win win"."Dan kami opmististis hal ini bisa dicapai," katanya.

Langkah awal, menurut Pence, adalah dengan menyelesaikan hambatan pada bidang perdagangan."Kami percaya hambatan perdagangan harus dihapuskan dan arena kompetisi harus setara, memangkas hambatan-hambatan perdagangan," katanya.

Jangan Khawatir Investasi
Sementara Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara yang diselenggarakan oleh The United Stated-Indonesia Society (USINDO) di Washington DC, Kamis (20/4) mengatakan, investor dari Amerika Serikat (AS) jangan ragu ataupun khawatir untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Hal-hal yang selama ini dikeluhkan sebagai hambatan dalam merealisasikan investasi sudah dihilangkan.

Sri Mulyani mengakui, tiga tahun yang lalu realisasi investasi masih menjadi tantangan kritis bagi pemerintah. Indonesia sudah dari dulu dianggap layaknya 'gadis cantik' untuk berinvestasi. Tapi minat investor tidak diimbangi dengan percepatan realisasi. "Tantangan kita yang sangat kritis adalah investasi swasta," katanya.

Maka Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berambisi menggenjot investasi mencabut segala regulasi penghambat yang berkaitan dengan investasi. "Perizinan yang seharusnya tidak ada sudah dihapuskan, layanan untuk bisa melakukan ekspor impor di pelabuhan ditingkatkan menjadi lebih bagus," jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah juga memperlebar porsi asing untuk berinvestasi melalui revisi Daftar Negatif Investasi (DNI). Ada beberapa sektor yang menempatkan asing bisa memiliki mayoritas saham atas usahanya.

Perubahan yang terjadi di Indonesia juga tergambar dari hasil Ease of Doing Business (EODB) yang naik 15 peringkat ke posisi 91. Indonesia terhitung sebagai negara yang mengalami perubahan sangat cepat.

Sri Mulyani menerangkan, EODB memang berasal dari Bank Dunia. Tapi ini bukan berarti ada konflik kepentingan, karena Sri Mulyani yang sebelumnya sebagai Managing Director Bank Dunia yang kemudian masuk ke jajaran pemerintah Indonesia.

"Saya bisa pastikan kepada anda, bahwa lompatan peringkat itu bukan karena saya kembali ke Indonesia," kata Sri Mulyani yang kembali mengundang tawa investor. (ant/dtf)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!