User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
TPIA 1,025 4.09%
PLIN 680 16.19%
MAPB 630 25%
Last update: 22 Jun 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
ITMG -550 -3.08%
RDTX -325 -4.71%
INTP -250 -1.34%
Last update: 22 Jun 2017
Volume Terbesar
MYRX 765,811,584
IIKP 237,799,504
BUMI 234,360,992
Last update: 22 Jun 2017
Transaksi Tertinggi
BMRI 445,433,070,000
ASII 406,870,680,000
BBRI 393,311,260,000
Last update: 22 Jun 2017
Efek Teraktif
HOKI 9,692 Freq
PGAS 7,631 Freq
HOKI-W 7,008 Freq
Last update: 22 Jun 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,252.00 13,386.00
SGD 9,540.68 9,640.62
JPY 11,938.74 12,062.72
MYR 3,092.65 3,126.84
CNY 1,943.19 1,962.84
THB 390.22 394.40
HKD 1,699.04 1,716.31
EUR 14,798.51 14,950.82
AUD 9,997.31 10,105.09
GBP 16,781.01 16,954.71
Last update: 23 Jun 2017 11:05 WIB
Wacana
Jumat, 21 Apr 2017 06:47 WIB - http://mdn.biz.id/n/294663/ - Dibaca: 137 kali
Suara Hati
Bijak Merespon Resolusi Sawit
Indonesia sontak menolak resolusi Parlemen Uni Eropa terhadap sawit. Pasalnya, resolusi yang disahkan pada 4 April 2017 di Starssbourg, Perancis, itu menyatakan sawit Indonesia terkait erat dengan isu deforestasi hutan, pelanggaran hak asasi manusia (HAM), korupsi, eksploitasi pekerja anak, dan penghilangan hak masyarakat adat.
Karena itu, Parlemen Uni Eropa pun melarang Indonesia untuk mengekspor sawit dan biodiesel ke negara lain.

Resolusi ini boleh jadi merupakan bagian dari kampanye hitam pihak barat selama lebih sepuluh tahun terakhir terhadap sawit. Indonesia sendiri sebenarnya terus menata pengelolaan perkebunan sawit supaya lebih ramah lingkungan dan sustainable (berkelanjutan).

Misalnya, dengan mewajibkan (mandatory) perkebunan sawit mengantongi sertifikat ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil), padahal pihak barat cuma mensyaratkan sertifikasi RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) yang bersifat voluntary (sukarela).

Sayang, agaknya Parlemen Uni Eropa tidak mengakui sertifikasi ISPO bagi perkebunan sawit di Indonesia.

Mereka menghendaki sertifikasi tunggal atau hanya RSPO. Alasannya, sertifikasi yang dikembangkan negara-negara produsen sawit, seperti Indonesia dianggap cacat. Ini tentu aneh, mengingat lembaga yang mengaudit sertifikasi ISPO sesungguhnya juga berasal dari Eropa.

Memang resolusi sawit belum menjadi kebijakan yang mengikat karena harus melalui Komisi Eropa terlebih dulu.

Tetapi bagi Indonesia hal itu merupakan keputusan sepihak, bernuansa politis, dan diskriminatif. Soalnya, produk minyak sawit merupakan pesaing minyak nabati rapeseed (bunga matahari) yang diproduksi Eropa.

Apalagi ongkos produksi minyak sawit lebih efisien sehingga berpotensi mengalihkan konsumen di Eropa untuk meninggalkan rapeseed yang lebih mahal. Tegasnya, ada faktor perang dagang dalam mengeluarkan resolusi tersebut.

Maka wajar pemerintah Indonesia berang terhadap Parlemen Uni Eropa. Malah berniat menghentikan ekspor sawit ke negara-negara kawasan Benua Biru itu, apalagi serapannya pun hanya sebesar 3,5 juta ton per tahun dari total rata-rata ekspor sawit ke seluruh dunia yang mencapai 26 juta ton.

Konon pula resolusi tersebut tidak memiliki dampak jangka pendek bagi industri kelapa sawit di Indonesia, karena sudah ada kontrak dagang yang mengikat sampai tahun 2020 mendatang.

Tetapi keputusan yang diambil berdasarkan emosi seringkali merugikan di kemudian hari. Pemerintah sebaiknya mempertimbangkan dampak jangka panjangnya, sebab resolusi tersebut bisa saja memberikan cap buruk bagi produk kelapa sawit Indonesia di mata dunia.

Cap buruk ini tentu bisa memengaruhi perdagangan minyak sawit jika pemerintah tidak merespon resolusi sawit itu dengan bijak. Mengutip komentar kalangan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lingkungan agaknya pemerintah perlu menjadikan resolusi sawit tersebut sebagai pecut untuk mendorong perbaikan tata kelola perkebunan sawit di negeri ini supaya lebih sustainable.

Cara itu juga akan membuktikan bahwa pengelolaan perkebunan sawit di Indonesia tak seburuk bayangan Parlemen Uni Eropa. Artinya, meresolusi sawit Indonesia adalah keputusan keliru!
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Automatic Gate Kualitas Eropa Automatic Gate Merek NICE
Pemasangan Sectional Door, hubungi kami sekarang juga. Sectional door kami merupakan produk buatan eropa.
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!