User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
TPIA 1,025 4.09%
PLIN 680 16.19%
MAPB 630 25%
Last update: 22 Jun 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
ITMG -550 -3.08%
RDTX -325 -4.71%
INTP -250 -1.34%
Last update: 22 Jun 2017
Volume Terbesar
MYRX 765,811,584
IIKP 237,799,504
BUMI 234,360,992
Last update: 22 Jun 2017
Transaksi Tertinggi
BMRI 445,433,070,000
ASII 406,870,680,000
BBRI 393,311,260,000
Last update: 22 Jun 2017
Efek Teraktif
HOKI 9,692 Freq
PGAS 7,631 Freq
HOKI-W 7,008 Freq
Last update: 22 Jun 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,252.00 13,386.00
SGD 9,540.68 9,640.62
JPY 11,938.74 12,062.72
MYR 3,092.65 3,126.84
CNY 1,943.19 1,962.84
THB 390.22 394.40
HKD 1,699.04 1,716.31
EUR 14,798.51 14,950.82
AUD 9,997.31 10,105.09
GBP 16,781.01 16,954.71
Last update: 23 Jun 2017 11:05 WIB
Berita Terkini
Jumat, 21 Apr 2017 22:06 WIB - http://mdn.biz.id/n/294802/ - Dibaca: 160 kali
Hari Kartini, Komnas Perempuan Apresiasi Perjuangan Ibu-ibu Kendeng
MedanBisnis - Jakarta. Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, Komnas Perempuan merilis beberapa temuan pelanggaran HAM. Salah satunya soal efek berdirinya pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah.

"Berbagai ancaman dan kerentanan dalam hak asasi perempuan khususnya mereka yang berjuang menolak pendirian pabrik semen. Tak hanya lingkungan dan sumber daya alam yang rusak, namun juga perempuan yang tinggal di pegunungan Kendeng," ucap Wakil Ketua Komnas Perempuan, Yuniyanti Chuzaifah, di Gedung Komnas Perempuan, Jl Latuharhari, Jakarta Pusat, Jumat (21/4/2017).

Yuniati menyebutkan beberapa pelanggaran HAM yang sangat rentan terjadi bagi perempuan akibat konflik pertambangan dan rencana pembangunan pabrik semen di Kendeng. Salah satunya potensi terjadinya human trafficking.

"Selain rusaknya alam, perempuan akan kehilangan kebebasan mereka. Di mana akan memunculkan kekerasan dan ancaman terhadap perempuan, baik mereka yang berdemonstrasi menentang pendirian pabrik semen, maupun potensi trafficking dari perempuan-perempuan usia remaja yang ada di sana," papar Yuniati.

Komnas Perempuan menilai aksi yang dilakukan para perempuan Kendeng mencerminkan simbol perjuangan RA. Kartini dalam menentang pemiskinan. Di sisi lain, perjuangan mereka telah diakui presiden dengan memerintahkan untuk tidak membangun pabrik semen dan mengeluarkan izin tambang di pegunungan Kendeng sampai ada hasil kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) yang sedang disusun oleh Kantor Staf Presiden (KSP) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Mereka tidak henti-hentinya mengingatkan kita tentang Ibu Bumi yang harus dijaga, meski berhadapan dengan intimidasi, kekerasan dan stigma negatif. Selayaknya berbagai cara dilakukan dimaknainya sebagai perjuangan 'Kartini Kendeng' pada perayaan hari Kartini," ujar komisoner Komnas Perempuan, Sri Nurherawati.

Salah satu perempuan Kendeng yang hadir di Komnas Perempuan adalah Sukinah. Ia meminta Presiden Jokowi mau mendengarkan aspirasi perempuan yang memperjuangkan tanah tempat tinggalnya. Dia ingin presiden mengetahui kesulitan warganya di Pegunungan Kendeng.

"Kami warga Kendeng ingin Kendeng jangan dijadikan industri pabrik semen. Di kampung kami juga memperingati hari Kartini dan saya bangga berjuang meski banyak rintangan," tutur Sukinah.

"Mudah-mudahan pak Jokowi mau mendengar jeritan seorang ibu, perempuan Kendeng ini supaya mengetahui betapa sulit dan buruknya akibat pabrik semen di Kendeng," tutupnya. (dtc)

Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Automatic Gate Kualitas Eropa Automatic Gate Merek NICE
Pemasangan Sectional Door, hubungi kami sekarang juga. Sectional door kami merupakan produk buatan eropa.
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!