User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
TPIA 1,025 4.09%
PLIN 680 16.19%
MAPB 630 25%
Last update: 22 Jun 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
ITMG -550 -3.08%
RDTX -325 -4.71%
INTP -250 -1.34%
Last update: 22 Jun 2017
Volume Terbesar
MYRX 765,811,584
IIKP 237,799,504
BUMI 234,360,992
Last update: 22 Jun 2017
Transaksi Tertinggi
BMRI 445,433,070,000
ASII 406,870,680,000
BBRI 393,311,260,000
Last update: 22 Jun 2017
Efek Teraktif
HOKI 9,692 Freq
PGAS 7,631 Freq
HOKI-W 7,008 Freq
Last update: 22 Jun 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,252.00 13,386.00
SGD 9,540.68 9,640.62
JPY 11,938.74 12,062.72
MYR 3,092.65 3,126.84
CNY 1,943.19 1,962.84
THB 390.22 394.40
HKD 1,699.04 1,716.31
EUR 14,798.51 14,950.82
AUD 9,997.31 10,105.09
GBP 16,781.01 16,954.71
Last update: 23 Jun 2017 11:05 WIB
Berita Terkini
Senin, 19 Jun 2017 17:04 WIB - http://mdn.biz.id/n/305728/ - Dibaca: 230 kali
Hutan Gundul, Harimau Turun ke Pemukiman
Keadaan hutan yang mulai gundul di Kecamatan Na IX-X, Labura. (medanbisnisdaily.com/ist)
MedanBisnis - Aek Kanopan. Warga Dusun Kuala Indah Desa Terang Bulan Kecamatan Aek Natas sempat digegerkan dengan masuknya harimau ke pemukiman warga. Bahkan pada Kamis (25/5/2017), raja hutan tersebut dibunuh oleh warga sekitar karena sudah mengancam keamanan penduduk sekitar.

Menurut Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) Taufik Tanjung, penyebab turunnya harimau Sumatra itu ke Dusun Kuala Indah Desa Terang Bulan Kecamatan Aek Natas karena kerusakan hutan yang semakin memprihatinkan. Akibat penebangan hutan tersebut, satwa yang menjadi makanan harimau semakin minim dan tentunya mencari mangsa di pemukiman penduduk.

"Turunnya harimau tentu dampak penebangan hutan. Sebelum terjadi pembunuhan harimau, sekitar tahun 2014 sampai 2015, kami sudah berupaya menghentikan penebangan hutan. Kami sudah melapor ke Poldasu, Kementerian Kehutanan, bahkan ke Presiden. Sepertinya ada perusahaan besar yang dianggap memenuhi persyaratan. Padahal rakyat tidak menginginkan penebangan tersebut karena dapat berdampak yang tidak diinginkan," kata Taufik Hidayat Tanjung didampingi para anggotanya, Senin (19/6/2017) di ruang Komisi B.

Dikatakannya, pihaknya telah menyampaikan keluhan masyarakat kepada Dinas Kehutanan Kabupaten Labura sebelum dinas tersebut beralih ke provinsi. Di awal 2017, DPRD juga menyampaikan masukan kepada dinas terkait untuk mempertimbangkan kembali izin penebangan. Bahkan, pihaknya pernah disomasi oleh pengacara perusahaan.

Sementara itu, Ketua Lembaga Konservasi Lingkungan Alam dan Satwa Labura, Khoiruddin Munthe menilai, kerusakan kawasan hutan akibat ketidaktegasan dan lambatnya pemerintah dalam memberantas perambahan dan perusakan. Menurutnya, pemerintah dinilai hanya menampilkan model dan gaya pemberantasan secara formalitas saja, tetapi tidak menyentuh ke akar masalah sebenarnya.

"Pemerintah tidak memiliki ketegasan dalam kerusakan hutan. Ada 3 kawasan hutan yang dirambah, yaitu Kec. Na IX-X, Aek Natas, dan Kualuh Selatan yang sampai hari ini terus terjadi," terang Khoiruddin.

Dikatakannya, selain efek terganggunya habitat hewan liar, juga dikhawatirkan sewaktu-waktu terjadinya bencana seperti air bah, longsor, kekeringan dan lain-lain.

Selain itu, lanjutnya, kawasan hutan di Sumut bukan lagi hanya memprihatinkan, tetapi malah lebih dari itu, yaitu kondisinya yang sangat mengenaskan. Misalnya hutan bakau di Sumut, sekira 75 % dari total 170 ribu hektar hutan bakau, kini sedang kritis akibat aksi-aksi tangan jahil manusia tidak bertanggung jawab.

Direktur Sumatran Tiger Ranger (STR), Haray Sam Munthe juga menilai faktor utama penyebab harimau masuk kampung yakni kerusakan hutan. Selain itu, semakin minimnya satwa mangsa yang menjadi makanan harimau.

"Beberapa waktu yang lalu, kami mendiskusikan penyebab harimau Sumatra masuk kampung bersama pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumut. Saya sampaikan bahwa penyebabnya yaitu kerusakan hutan dan minimnya satwa mangsa yang menjadi makanan harimau," katanya. (ricardo simanjuntak)

Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Automatic Gate Kualitas Eropa Automatic Gate Merek NICE
Pemasangan Sectional Door, hubungi kami sekarang juga. Sectional door kami merupakan produk buatan eropa.
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!