User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
TPIA 1,025 4.09%
PLIN 680 16.19%
MAPB 630 25%
Last update: 22 Jun 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
ITMG -550 -3.08%
RDTX -325 -4.71%
INTP -250 -1.34%
Last update: 22 Jun 2017
Volume Terbesar
MYRX 765,811,584
IIKP 237,799,504
BUMI 234,360,992
Last update: 22 Jun 2017
Transaksi Tertinggi
BMRI 445,433,070,000
ASII 406,870,680,000
BBRI 393,311,260,000
Last update: 22 Jun 2017
Efek Teraktif
HOKI 9,692 Freq
PGAS 7,631 Freq
HOKI-W 7,008 Freq
Last update: 22 Jun 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,252.00 13,386.00
SGD 9,540.68 9,640.62
JPY 11,938.74 12,062.72
MYR 3,092.65 3,126.84
CNY 1,943.19 1,962.84
THB 390.22 394.40
HKD 1,699.04 1,716.31
EUR 14,798.51 14,950.82
AUD 9,997.31 10,105.09
GBP 16,781.01 16,954.71
Last update: 23 Jun 2017 11:05 WIB
Berita Terkini
Senin, 19 Jun 2017 19:36 WIB - http://mdn.biz.id/n/305741/ - Dibaca: 169 kali
Dimasuki Kapal Asing, Stok Ikan di Dua Wilayah RI Ini Turun
MedanBisnis - Jakarta. Dari sebanyak 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) di Indonesia, dua di antaranya mengalami penurunan stok jumlah ikan.

Wilayah tersebut adalah WPP 571 yakni wilayah Selat Malaka dan Laut Andaman, serta wilayah Selat Karimata, Laut Natuna, dan Laut China Selatan yang masuk dalam WPP 711.

Penurunan stok ikan di wilayah selat Malaka dan sekitarnya terjadi, dari sebelumnya 484 ribu ton pada 2015 menjadi 425 ribu ton di 2016. Penurunan sekitar 58 ribu ton tersebut, menurut Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Sjarief Widjaja, lantaran masih banyaknya kapal-kapal asal Thailand yang menyelinap masuk ke perairan Indonesia.

"Masih ada juga kapal Thailand yang suka menyeberang lewat Sabang di WPP 571," ungkap Syarif, di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Senin (19/6/2017).

Sementara itu penurunan stok di wilayah Laut China Selatan dan sekitarnya juga terjadi sekitar 376 ribu ton. Dari 2015 lalu sebesar 1,1 juta ton, pada 2016 stoknya menurun menjadi 767 ribu ton saja.

Syarif menilai, penurunan tersebut disebabkan oleh nelayan dengan kapal-kapal trawl atau cantrang yang masih dalam jumlah banyak. Apalagi wilayah Laut China Selatan berhadapan langsung dengan negara lain, seperti Vietnam, yang jumlah kapalnya pun sangat banyak.

"Kenapa masih minus karena masih banyak armada trawl di WPP 711. Di 711 berhadapan dengan negara lain. Vietnam itu sangat banyak kapalnya," terang Syarif.

Sementara itu kenaikan yang tidak banyak juga dialami wilayah Samudera Hindia sebelah barat yang masuk pada WPP 572. Kenaikannya hanya tipis sekitar 12 ribu ton, dari sebelumnya 1,228 juta ton pada 2016 menjadi 1,240 juta ton.

Kondisi tersebut pun disebut Syarif akibat keberadaan kapal asing yang masuk ke wilayah tersebut dalam jumlah banyak lantaran letak geografisnya merupakan laut lepas.

"Pantai barat Sumatera WPP 572, naiknya tipis. Itu juga karena banyak kapal asing ke sana. Ini sulit dikendalikan karena laut lepas," jelasnya. (dtf)

Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Automatic Gate Kualitas Eropa Automatic Gate Merek NICE
Pemasangan Sectional Door, hubungi kami sekarang juga. Sectional door kami merupakan produk buatan eropa.
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!