User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
ASRM UNVR UP%
NISP BLTZ UP%
ISAT ITMG UP%
Last update: 20 Jul 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
LPPF -650 -5%
IBST -600 -23.08%
MREI -370 -10.57%
Last update: 20 Jul 2017
Volume Terbesar
SRIL 385,519,008
IIKP 287,161,408
MYRX 270,218,304
Last update: 20 Jul 2017
Transaksi Tertinggi
TLKM 304,969,928,000
BBRI 273,440,062,500
ADHI 242,028,717,000
Last update: 20 Jul 2017
Efek Teraktif
SRIL 16,033 Freq
ADHI 7,690 Freq
INDY 6,585 Freq
Last update: 20 Jul 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,253.00 13,387.00
SGD 9,677.96 9,780.10
JPY 11,826.70 11,947.34
MYR 3,088.56 3,121.97
CNY 1,964.46 1,984.32
THB 393.85 398.07
HKD 1,697.56 1,714.74
EUR 15,263.48 15,419.15
AUD 10,521.56 10,630.62
GBP 17,254.08 17,436.57
Last update: 20 Jul 2017 11:16 WIB
Berita Terkini
Senin, 17 Jul 2017 15:51 WIB - http://mdn.biz.id/n/310762/ - Dibaca: 576 kali
Bukan Gambut Penyebab Kebakaran Lahan
Georgia, salah satu mahasiswa Universitas Sidney, Australia, meneliti pengelolaan gambut oleh PT Karya Tanah Subuh (KTU), (medanbisnisdaily.com/istimewa)
MedanBisnis - Medan. Sebenarnya, gambut yang terkelola dengan baik secara sistemik justru akan memberikan manfaat ekonomi bagi pengelolanya. Gambut yang terkelola baik juga akan mampu mencegah kebakaran hutan tinimbang gambut yang dibiarkan begitu saja tanpa perawatan.

Jurubicara Gabungan Pusat Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Pusat, Tofan Mahdi dan pakar gambut Indonesia, Dr Bandung Sahari mengatakan hal ini saat dihubungi medanbisnisdaily.com, Senin (17/7), berdasarkan pengakuan dari Profesor Budiman Minasny, orang Indonesia yang menjadi akademisi di Universitas of Sidney, Australia.

Pengakuan itu disampaikan Profesor Budiman saat bersama sejumlah mahahasiswa Universitas Sidney berkunjung ke kebun sawit PT Karya Tanah Subuh (PT KTU), anak perusahaan Astra Agro Lestari, di Kabupaten Siak, Riau (12/7/2017), dengan tajuk "Field Trip to the Sustainable Palm Oil Industry and Peatland Management".

Kata Bandung Sahari, Profesor Budiman Minasny adalah dosen Fakultas Ilmu Pertanian Universitas Sidney. Menurut Budiman, ujar Bandung Sahari, banyak informasi negatif yang berkembang di Australia mengenai industri kelapa sawit Indonesia. Berita negatif itu bisa saja memberikan dampak terhadap cara pandang para mahasiswanya di kampus.

Untuk itu, ujar Bandung Sahari, Profesor Budiman berinisiatif mengajak sejumlah mahasiswanya untuk melihat secara langsung pengelolaan perkebunan sawit di Riau.

"Para Mahasiswa ini memiliki pandangan yang beragam mengenai pengelolaan perkebunan sawit di Indonesia. Sejak awal saya tidak mau mengatakan pandangan saya, saya ingin mereka melihat langsung dan menyimpulkan sendiri hasil pengamatan di lapangan," ucap Budiman.

Dalam Studi lapangan tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan perkebunan kelapa sawit, dari pemeliharaan, panen, pemupukan hingga mengunjungi pabrik Crude Palm Oil (CPO) untuk melihat proses pengolahan buah sawit serta pemanfaatan kembali limbah sawit. Aspek keselamatan tenaga kerja turut menjadi perhatian serius mahasiswa.

Perkebunan kelapa sawit di lahan gambut turut menjadi perhatian serius para mahasiswa. Tata kelola air yang baik di lahan gambut di musim kering maupun hujan menjadi pertanyaan kritis yang diajukan para mahasiswa.

Untuk itu, para mahasiswa diajak langsung untuk melihat Water Management System yang dijalankan perusahaan sekaligus dikenalkan fisik tanah gambut serta pengelolaannya. (hendrik hutabarat)

Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Automatic Gate Kualitas Eropa Automatic Gate Merek NICE
Pemasangan Sectional Door, hubungi kami sekarang juga. Sectional door kami merupakan produk buatan eropa.
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!