User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
ASRM UNVR UP%
NISP BLTZ UP%
ISAT ITMG UP%
Last update: 20 Jul 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
LPPF -650 -5%
IBST -600 -23.08%
MREI -370 -10.57%
Last update: 20 Jul 2017
Volume Terbesar
SRIL 385,519,008
IIKP 287,161,408
MYRX 270,218,304
Last update: 20 Jul 2017
Transaksi Tertinggi
TLKM 304,969,928,000
BBRI 273,440,062,500
ADHI 242,028,717,000
Last update: 20 Jul 2017
Efek Teraktif
SRIL 16,033 Freq
ADHI 7,690 Freq
INDY 6,585 Freq
Last update: 20 Jul 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,253.00 13,387.00
SGD 9,677.96 9,780.10
JPY 11,826.70 11,947.34
MYR 3,088.56 3,121.97
CNY 1,964.46 1,984.32
THB 393.85 398.07
HKD 1,697.56 1,714.74
EUR 15,263.48 15,419.15
AUD 10,521.56 10,630.62
GBP 17,254.08 17,436.57
Last update: 20 Jul 2017 11:16 WIB
Berita Terkini
Senin, 17 Jul 2017 15:57 WIB - http://mdn.biz.id/n/310795/ - Dibaca: 242 kali
Jurang Si Kaya dan Si Miskin di Indonesia Masih Lebar
MedanBisnis - Jakarta. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur oleh gini ratio per Maret 2017 sebesar 0,393, relatif stagnan dibandingkan gini ratio pada September 2016 yang mencapai 0,394 atau turun tipis 0,001 poin.

"Gini ratio stagnan, hampir tidak mengalami perubahan dibandingkan September 2016," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto saat jumpa pers di Jakarta, Senin (17/7)

Sedangkan, apabila dibandingkan dengan gini ratio pada Maret 2016 juga hanya turun sebesar 0,004 poin. Gini ratio pada Maret 2016 sebesar 0,397.

Gini ratio di daerah perkotaan pada Maret 2017 sebesar 0,407, turun dibanding gini ratio September 2016 yang sebesar 0,409 dan gini ratio pada bulan Maret 2016 yang sebesar 0,410.

Sementara itu gini ratio di wilayah pedesaan pada Maret 2017 sebesar 0,320, atau naik dibanding gini ratio pada bulan September 2016 yang sebesar 0,316 dan turun dibanding gini ratio Maret 2016 yang sebesar 0,327.

Pada Maret 2017, distribusi pengeluaran pada kelompok 40% terbawah adalah sebesar 17,12%. Artinya, pengeluaran penduduk masih berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah.

Sementara, jika dirinci menurut wilayahnya, di daerah perkotaan angkanya tercatat sebesar 16,04%, angka tersebut berada pada kategori ketimpangan sedang. Sedangkan untuk daerah perdesaan, angkanya tercatat sebesar 20,36% yang berarti masuk dalam kategori ketimpangan rendah.

Kemudian, bila dilihat dari tingkat ketimpangan berdasarkan provinsinya, tingkat ketimpangan tertinggi yaitu di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan gini ratio mencapai 0,432. Sedangkan provinsi yang tingkat ketimpangannya paling rendah yaitu Provinsi Bangka Belitung dengan gini ratio 0,282.

Salah satu ukuran ketimpangan yang sering digunakan adalah gini ratio yang nilainya berkisar 0-1. Semakin tinggi nilai gini ratio, menunjukkan ketimpangan yang semakin tinggi antara orang kaya dan yang miskin.

Suhariyanto mengungkapkan, memang diperlukan upaya yang cukup keras dan waktu yang tak sebentar untuk dapat mengurangi tingkat ketimpangan yang ada.

"Bukan upaya mudah menurunkan gini ratio ini, karena membutuhkan roadmap jangka panjang. Gini ratio pun kalau mau dilihat perkembangannya ya minimal tiga tahun baru kelihatan," tukasnya. (dtf)

Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Automatic Gate Kualitas Eropa Automatic Gate Merek NICE
Pemasangan Sectional Door, hubungi kami sekarang juga. Sectional door kami merupakan produk buatan eropa.
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!